Hai, bagaimana kabarmu sekarang?

Aku rasa kau sangat bahagia dengan keluarga kecilmu itu..

Ingin rasanya aku bertemu dan menanyakan banyak hal padamu, banyak sekali yang ingin aku tunjukan padamu. Semenjak kepergianmu banyak hal berubah dalam diriku. Aku kadang tersenyum sendiri ketika mengingat kedekatan dan kenangan kita dulu, berbeda dari sebelumnya jika aku membayangkan hal itu malah terasa sesak dihati. Memang kedekatan kita dulu hanya sebatas teman biasa. Sempat dulu aku berangan ingin jadi kekasihmu, namun tak sempat sedikitpun aku mengungkapkan semua perasaan. Aku selalu menunggu waktu yang tepat hingga akhirnya memang tak pernah ada waktu yang tepat untuk itu. Itulah kebodohanku, andai aku sempat mengungkapkanya pasti keadaan sekarang berbeda. Tapi setiap kali aku ingin mengatakan hal itu pada mu, perasaanku selalu tak karuan. Jantungku selalu berdebar, tanganku bergetar menatap wajahmu pun aku tak kuasa. Karena aku takut, ya takut jika menerima jawaban yang tak sesuai dengan harapanku. Perasaanku waktu itu sangat mendalam, semua hal kecil tentangmu selalu membuatku senang. Banyak hal yang kuingat dari leluconmu, kemalasanmu sampai hal yang orang lain belum tentu mengetahuinya aku justru tau dan ingat. Senang rasanya jika kita bisa melakukan hal seperti dulu sekarang. Memang tidak mungkin karena kini ada keluarga kecilmu yang selalu membuatmu senang dan pasti masih banyak hal yang lebih menyenangkan. Goresan luka hati yang membekas dulu kini mulai memudar sama hal nya perasaanku tak sebesar dulu namun aku masih tetap menyimpanya. Dulu sempat aku merasa terpuruk ketika menerima kabar bahwa kau akan menikah. Rasanya tak ada gairah untuk menjalani hidup karena kesedihan yang selalu mengelilingiku. Tapi aku harus bangkit dan mulai berpikir kalau akhir dari semua ini bukan berarti akhir dari hidupku. Masih ada banyak kesempatan untuk memperbaiki semua ini menjadi lebih indah dan aku rasa akan ada orang yang pantas untuk mendapatkan kebahagian bersamaku nanti. Hari-hariku kini tak semurung dulu, aku mendapatkan kembali semangat untuk menjalani hidup. Menurutku cukuplah merubah diri menjadi lebih baik maka yang terbaik akan datang pada waktunya. Untukmu yang kini telah bersanding, terimakasih telah mengajarkanku tentang keikhlasan, terimakasih telah menjadikanku pribadi yang lebih baik, terimakasih telah membuatku menjadi orang yang lebih tegar dalam menghadapi kenyatan dan masih banyak hal yang kau berikan terimakasih untuk semua itu.

Persinggahanmu membekas, walau tak sempat dimiliki..
Harap yg kau beri samar tak jelas, untuk dimengerti..

Kau datang saat terjatuh
Kau pergi saat terhempas tinggi
Kau telah beri aku pilu
Dan kau pula yangg membuat aku jatuh hati

Terimakasih telah jadikanku seorang yamg tegar
Terimakasih telah mengajariku banyak hal..

KAU YANG TAK SEMPAT KUMILIKI, KINI TELAH BERSANDING