Keluar dari zona nyaman…

Entah kemana saja aku selama ini, sehingga baru kusadari semua sudah serumit ini. Mungkin aku terlalu merasa senang, nyaman, tanpa melihat betapa beratnya beban yang mereka panggul selama ini. Sedangkan aku masih saja menikmati posisi nyamanku seperti ini. Sungguh kasian, anakmu baru menyadarinya sekarang. Namun bersabarlah sebentar lagi. Ya, aku keluar dari zona nyaman ini.

Apapun, akan aku lakukan…

Aku menyesal telah membebani kalian sampai detik ini tanpa dapat banyak memberi bantuan. Selama ini aku hanya bisa meratapi semua tanpa bertindak nyata. Kali ini apapun akan aku lakukan. Seberat apapun nanti akan aku jalani. Aku ingin menjadi sesuatu yang berarti disini. Aku tidak ingin kata dapat membahagian kalian hanyalah sebatas angan dan mimpi.

Berhenti memanjakan aku sejenak…

Advertisement

Berilah aku kesempatan, stop untuk berfikir kalianlah yang akan terus berusaha. Aku pun disini akan ikut serta. Mari kita bangun kesejahteraan ini bersama. Lihatlah putri kecilmu ini sudah besar dan cukup dewasa bukan? Jangan ragu melepasku untuk ikut bekerja keras. Kali ini aku memiliki tekat yang kuat dan aku yakin kali ini aku pasti akan bertahan. Akan ku usahakan itu Ibu… Ayah…

Kalianlah penguatku…

Ya, kalianlah penguat dari segala penguat. Siapa lagi yang harus ku fikirkan kebahagiaannya selain keluargaku sendiri. Mana mungkin aku membiarkannya lagi kau mengerutkan keningmu sendiri. Tidak! lalu apa gunanya aku disini?. Berikan saja selalu doa restumu ibu… ayah… aku akan terus mengukir senyum diwajahmu.