Seberapa banyak kadar cemburu itu tetap saja namanya cemburu. Berkutat dengan masa laluku dan masa lalumu yang terus menjadi kabut hubungan kita. Masa lalu yang terus menjadi penyusup ulung, mencoba menembus dinding hati yang terkunci rapat-rapat. Lapisan rasa sayang dalam dinding hati tak selamanya mampu menghiasi kala sepi benar- benar menjadi racun yang mematikan. Bunga-bunga cinta tak mampu meluruhkan rasa cemburu yang kadang sangat sulit untuk berdamai pada hati yang terlanjur layu. Sejengkal apapun lukanya itu tetap saja perih rasanya.

Calon pendampingku, mengertilah.

Aku hanyalah wanita biasa yang tak mampu sembunyikan rasa sakit yang mendalam karena wanita masa lalumu yang terus jadi benalu pada hubungan kita.

Aku hanya wanita biasa yang tak mampu berdiri setegap pohon karna hatiku terlalu rapuh pada rasa yang sakit yang terus menggerogoti.

Calon pendampingku, mengertilah.

Advertisement

Kala keseriusan telah tertanam pada hatimu, kuatkan keyakinanmu untuk menjaga hati hanya untukku.

Sebesar apapun rasa yang kau miliki kala ombak laut lepas menerpa kau akan goyah terbawa arusnya.

Masa lalumu terlalu lama bahkan seabad pun kau tak akan mampu melupakannya. Kau lemah dan berpasrah pada takdir yang sebenarnya mampu kau rubah.

Kerapuhan hati yang tak mampu aku tolak hanya karna chat wanita masa lalumu yang mengatasnamakan pertemanan.

Pada waktu yang menggenggam hati kita

terpautkan cemburu yang menggebu

kumohon, jaga hatiku

dan kan kujaga hatimu

jangan sampai ombak itu benar-benar menghempasmu