Masih ingat kapan dan bagaimana kita kenal? Hal tersebut masih tergambar jelas di pikiranku. Dahulu mungkin kita hanyalah orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain, kita dari kota dan latar belakang yang berbeda, bahkan aku nggak pernah menyangka kalau pertemuan kita saat itu akan menjadi sebuah awal dari kisah kita.

Saat pertama bertemu kita tidak begitu saling menghiraukan, kita hanya sekedar saling sapa dan tersenyum satu sama lain, bahkan terkadang kita hanya lewat begitu saja, tak begitu banyak kisah yang bisa diceritakan. Seiring dengan berjalannya waktu aku dan kalian mulai akrab satu sama lain. Aku pun mulai nyaman denganmu, aku mulai berbagi cerita, kita selalu ngumpul bareng, makan bersama, dan menghabiskan waktu seharian.

Sahabat, apa kalian masih ingat tentang “kita”? Tentang kita yang selalu berjalan dalam langit yang sama? Tentang kita yang tertatih bergandengan bersama di bawah mendung dan pelangi di waktu yang sama? Tentang kita yang tetap memiliki tali Pprsaudaraan meskipun goresan pisau berusaha memutuskan tali itu.

Apakah kalian ingat? Kita adalah manusia terbahagia ketika kita sedang bersama, bahkan kita selalu melakukan hal-hal yang konyol demi membuat suasana ceria. Banyak cerita tentang kita yang saat ini masih tergambar jelas di kepalaku. Terkadang aku tertawa sendiri mengingat semua cerita yang aku harap tidak kalian lupa.

Apa kalian masih sering mengingatnya, saat di mana kita sering bercerita, bermanja, tertawa, mengejek, menjail, menggosip, merangkul, dan semacamnya? Kita sering bercerita tentang hal yang tidak penting, kita teramat sering tertawa tanpa henti, kita sering mengejek hingga satu sisi terkadang merasa tersinggung, lalu apakah kita perduli tentang satu di antara kita yg tersinggung? Tidak, kita bahkan lebih mengusil dari itu.

Advertisement

Kita bersama tak perduli latar, tempat waktu atau suasana. Kita bersama tak peduli pagi berganti siang, siang menjadi sore, dan sore menjadi malam, tak peduli tempat kita berada, tak peduli suasana sekacau apapun, kita akan tetap bersama.

Lalu bagaimana dengan sekarang? Kamu bertingkah tidak seperti pada biasanya, kamu seakan-akan menghindar dan ingin keluar dari lingkaran. Apakah karena kamu tidak membutuhkan kami lagi? Ataukah ada di luar sana yang lebih baik dari kami? Ataukah memang kami gak terlalu penting atau mungkin kami membawa pengaruh buruk? Atau mungkin selama ini kami gak dianggap sama sekali?

Kalian membuat aku bingung. Sekarang kita bahkan jarang bersama, jarang berjumpa, jarang duduk di tempat yang sama hanya untuk sekedar curhat, tertawa atau bergila bahkan sapaan teriakan dulu hanya menjadi senyum tipis. Kita bahkan seperti orang asing, tapi tahukah kalian, sejarang-jarangnya kita bersama, dan seberapa sedikitnya waktu yang bisa kita habiskan dan sesulit-sulitnya kita membuat sebuah pertemuan, aku tetap mencintai kalian.

Kalian keluargaku dan sampai kapanpun adalah keluarga. Tak peduli tentang semua hal ini, kalian tetap kuingat, kalian tetap terselip di setiap doaku. Kalian keluargaku, tak ada yang lebih dari itu. Aku sangat merindukan kalian.