Langkah kaki ini terus berjalan bersama langkah kaki manusia lainnya menapaki jalanan Kota Palembang yang basah karena rintik hujan yang turun di sore ini. Bersahutan pula bunyi klakson kendaraan yang berusaha saling mendahului agar bisa segera pulang menuju rumah setelah menjalani hari ini. Sore ini membuatku mengerti bahwa pulang menjadi sebuah keniscayaan yang diinginkan setiap manusia setelah menjalani aktivitas pada hari ini. Namun suara itu, membuat sebagian orang mengubah haluan dan sebagian pengendara juga ikut menepi menuju sumber suara itu. Ah.. aku ingin ikut serta.

Semakin dekat kaki ini melangkah ke sumber suara itu membuatku semakin takut. Entahlah tak terhitung sudah aku datang menuju sumber suara itu. Suara yang selalu terdengar sebanyak 5 kali dalam sehari. Namun memori ini seakan membuktikan ternyata suara itu masih sekedar suara biasa bagi diriku. Suara yang seharusnya menambah keyakinanku bahwa di balik kehidupan ini terdapat penguasa Yang Maha Agung. Semakin dekat beragam memori kembali timbul mengalir deras di ingatan bagaikan arus Sungai Musi yang membelah Kota Palembang.

Lihatlah apa yang tersimpan di memori ingatanku, disana masih terlihat jelas rasa gamang dan kekhawatiran yang kupikirkan hari ini bahkan sedikit terbesit bahwa Tuhan tak adil kepadaku. Pikiran itu ternyata lebih mendominasi dibandingkan memikirkan apa yang telah Dia berikan kepadaku. Tak sadar jika tak ada kekuatan dari-Nya, tak mungkin langkah kaki ini bisa berjalan menikmati hujan di jalanan ibukota hari ini.

Duhai sahabatku yang disana berhentilah sejenak, apapun yang terjadi hari ini jangan sampai kau berpikir sepertiku. Karena bukankah kau yakin bahwa kita sedang menjalani skrenario yang Dia berikan. Sahabatku meski sekarang kau sedang terseok meraih impianmu tetaplah bertahan sekuat tenaga dalam mengisi hari. Tetaplah langkah kakimu melangkah dengan mensyukuri segala karunia-Nya. Karena nanti kau dan aku akan mengerti apa yang akan dibalas oleh-Nya. Saat itu semua orang akan ketakutan karena matahari terbit di ufuk barat lalu terbenam di ufuk timur. Aku tak mengguruimu sahabatku, karena aku menasehati diriku sendiri. Karena saat hari itu terjadi kita akan sibuk dengan diri kita sendiri tak ada lagi sebuah persahabatan.