Tanpa sengaja aku melintasi cafe yang sering kita datangi dulu di daerah Kertajaya . ya, kita. saat kau masih denganku. sebuah cafe mungil dengan aroma roti yang baru di panggang, membuatku tersihir untuk mampir. tentunya sendirian, tanpa kamu.

Ditemani senja, aku menikmati sepotong strawberry cheese cake beserta segelas choco mint blended. masih dengan menu yang sama. aku tetap meninggalkan potongan buah strawberry pada cake ini. ya, Tuan.. aku masih tidak suka bagian itu. biasanya, kaulah yang akan menggantikanku untuk menghabiskan, sembari mengataiku "aneh". karena selalu memesan cake rasa strawberry tanpa memakan buahnya. hahaha…

Dengan keadaan badan yang lelah dan otak yang penat, aku mulai membuka laptop. mengalihkan pikiran tentang kamu dan materi Teori Komunikasi yang mulai berdesakan dalam kepala. tapi percuma, pikiran tentangmu menghadirkan perasaan aneh yang menggelutiku perlahan. memaksaku mengakui bahwa saat ini aku masih sangat merindukanmu.

Mataku mulai memanas, seperti ada yang mau jatuh. segera kutahan sekuat mungkin. aku tidak mau membanjiri cafe ini dengan air mata yang tiba tiba saja mendobrak tanpa permisi.

Saat aku sudah merasa tenang dan ingin pulang, gerimis mulai pelan pelan mengecup jalanan Surabaya. membuat rindu ini bertambah kuat. kau tahu yang kurindukan saat hujan? duduk di CK Kayoon, dengan segelas hot tiramisu dan sebungkus dunhill, sembari menikmati percik tampias hujan. bersamamu…

Advertisement

Hahaha.. Tuan, dunia hari ini terlalu banyak mengetest ku soal ingatan tentang kamu.

Sesampainya di rumah, aku masih berusaha untuk menyadarkan diri. mengingatkan hatiku bahwa kau sudah cukup lama beranjak pergi. tapi bodohnya, hati yang tak berlogika ini bersikeras kau masih disini.

Tuan, besok besok aku akan lebih sering datang ke cafe itu. bukan untuk mengenangmu. hanya untuk mengingatkan pada diriku sendiri, kalau strawberry pada cake ku adalah satu satu nya hal yang tertinggal setelah perpisahan kita.