Surat ini akan ku tujukan kepada teman, sahabat, dan orang yang sudah kuanggap sebagai saudara. Tak ada alasan yang pas mengapa orang ini aku anggap sebagai saudara. Orang ini bukan tetangga, bukan kerabat, atau bahkan anak yang lahir dari rahim ibuku. Jangan tanya alasannya apa, akupun belum tahu, yang penting aku akan jadi teman saat apapun, sahabat saat cerita, dan saudara saat butuh perlindungan.

Wahai saudraku, hari ini memang bukan hari kelahiranmu, terlihat bodoh memang kalau aku membahasnya saat ini, jangan heran bila aku adalah satu-satunya orang yang tak mengucapkan “selamat ulang tahun” pada satu hari spesial dalam satu tahunmu. Tahu kau kenapa? Karena aku akan berusaha ada selain hari kelahiranmu itu selama satu tahun. Hehehee….

Melihat dan bertemu kau hanya sekali, dan tak bertemu lagi sampai saat ini, tepatnya sudah dua tahun lamanya. Aku mungkin akan menjadi orang paling antusias apabila ditanya siapa yang selama ini ingin bertemu engkau, hal ini tak bisa memang bisa saja terjadi, lama tak bertemu namun tetap baik komunikasi selama ini tanpa ada kecurigaan satu pihak akan berpeluang untuk saling menipu. Tak ada penipuan, ini benar-benar terjadi. Itulah sebabnya I admire you.

Apakah kau juga tahu, apa istimewanya hari kelahiran? Salah satu keistimewaan hari kelahiran adalah bahwa kita semakin dekat dengan tua, semakin dekat dengan mati, dan semakin dekat dengan tuhan. Seringkali peringatan hari kelahiran hanya diwarnai dengan hura-hura yang tak jelas maksud dan tujuannya, ini mungkin yang salah kapra. Mari sama-sama renungi, bahwa kita semakin tua, semakin akan mati, dan semakin dekat dengan Tuhan.

Ada dua hal yang tak bisa ditangkap oleh kasat mata, yaitu jarak dan waktu, dua hal ini memang tak punya waktu untuk saling menolong orang yang sedang berada dijarak berjauhan. Saat ini aku dan kau memang berjauhan, dihalang oleh jarak dan waktu. Tuhan maha adil memang, tak ada yang mustahil bagi Do’a, senjata yang satu ini akan sampai sejauh apapun jarak atau sekuat apapun waktu. Tak ada alasan dan tak ada hal lain yang bisa kuperbuat saat ini selain mendoakanmu.

Advertisement

Terahir, selamat hari kelahiran saudaraku. Surat ini lahir karena aku ingat hari kelahiranmu, kutitipkan beberapa hal. Jadilah kau wanita kuat, wanita tangguh, wanita kebanggaan, serta tetap menjadi wanita sholehah.