Seorang Buruh " Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu."

Aku bukan orang yang suka menguping percakapan orang lain. tapi pada suatu malam, sewaktu aku melintasi halaman rumah kami, aku ternyata melakukannya. Istriku sedang berbicara pada anak bungsu kami selagi ia duduk di lantai dapur. Jadi aku berhenti untuk mendengarkan di luar pintu belakang. Sepertinya ia mendengar beberapa anak menyombongkan pekerjaan ayah mereka. Bahwa semuanya para eksekutif hebat… lalu mereka bertanya pada Bob anak kami, "Papamu memiliki karir bagus macam apa?" mulailah mereka bertanya. Bob menggumam perlahan sambil memalingkan muka, " Ia hanya seorang buruh."

Istriku yang baik menunggu sampai mereka semua pergi, lalu memanggil masuk putra kami. Katanya,"Mama ingin bicara sama kamu, Nak," seraya mencium pipinya yang berlesung pipit. "Kamu bilang papamu hanya seorang buruh, dan apa yang kamu katakan itu betul. Tapi mama ragu, apakah kamu tahu apa artinya yang sebenarnya, jadi Mama akan menjelaskan padamu."

"Dalam dunia industri yang membuat negeri kita hebat dalam semua toko dan warung dan truk yang menarik muatan setiap hari. setisp kali kamu melihat bangunan mewah, ingatlah anakku.. diperlukan seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu. Memang benar para eksekutif hebat punya meja besar dan selalu rapi setiap hari. Mereka merencanakan proyek besar yang untuk diselesaikan dan mengirim memo untuk disampaikan. Tapi untuk mengubah impian mereka menjadi kenyataan dibutuhkan seorang buruh biasa . Jika orang seperti papamu berhenti bekerja, industri itu tidak bisa berejalan. Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu.

Aku menelan air mata dan berdehem saat memasuki pintu. Mata putra kecilku berbinar gembira saat ia melompat dari lantai. Ia memelukku dan berkata, " Hai, Pa, Aku bnagga jadi anak Papa….

Advertisement

Karena papa adalah satu dari orang-orang istimewa yang menyelesaikan pekerjaan besar.