Hari kedua penulisanku, kamu yang tak ku sebut dalam doa. Tapi hadir dalam hidupku. Entah itu sebagai teman, kakak atau siapapunlah aku bagi kamu. Tapi ada yang berbeda dari cara mu terhadapku. Tapi aku tak mengerti itu. Sejauh ini aku mengenal mu lebih kurang setahun. Dalam jangka itu terbesit bagiku pertanyaan "aku ini siapa baginya".

Sampai saat inipun pertanyaan itu belum terjawab bagiku. Dan keberanianku pun untuk bertanya padamu tak ada. Melihat bagaimana hidupmu, aku lebih memilih untuk introspeksi diri apakah aku bisa memiliki atau tidak. Kamu dimataku sempurna dengan sikap dan sifat yang baik. Dan aku sadar aku jauh dan sangat jauh dari hal itu. Kelak kamu akan mendapatkan selayaknya dirimu yang baik itu.

Aku belajar darimu menghargai dan mendekatkan diri kepada yang kuasa. Aku pun belajar memperbaiki diri dan memntaskan diriku untuk siapa aku nantinya. Entah itu kamu atau yang lainnya. Terima kasihku untukmu pria yang takku sebut namanya dalam doaku. Tapi selalu hadir dalam hidupku.