"Masih sama dia?"

"Iya, dong."

"Cieee…, awet banget kayak hujan,"

"Iya, dong."

"Jadi kapan, nih?"

Advertisement

"Kapan apanya?"

"Kapan kalian Nikahnya? Oi!"

"…"

Sayang-sayangan, mesra-mesraan, peluk-cium bahkan sudah familiar kalian lakukan. Terus mau sampai kapan kayak gitu mulu? Katanya serius, giliran ditanya kapan nikah malah minta pisah. Pie toh? Pfttt…

Pacaran boleh jadi sebagai ajang penjajakan, lantas seberapa jauh kalian saling mengenal pasangan. Satu sama lain. Inget loh, masa pacaran kalian hampir memasuki satu dekade sejak kalian masih sama-sama ingusan, masih naif sekadar mengartikan perasaan, hingga kini masing-masing kalian sudah bisa dikatakan dewasa, tidakkah kalian memutuskan untuk naik pelaminan saja. Apalagi yang mau kalian benahi? Mapan, sudah. Dewasa, iya. Saling cinta, kayaknya nggak usah ditanya deh, ya. Pasti. Jadi tunggu apalagi? Bukankah dengan masa pacaran selama itu seharusnya sudah tidak ada lagi keraguan? Menikah itu ibadah, loh…, ketimbang mempertahankan hubungan abu-abu seperti itu, kan? Ayolah~~

Untuk kalian para pria sejati. Tidak kah malu kamu dengan predikat 'Pria' yang saya sebutkan barusan? Tunjukkan bahwasanya kamu serius mencintai.

Bukan sekadar janji manis pria romantis. Saya yakin, wanitamu akan seribu kali lipat mencintai kalau saja kamu mau mengambil satu langkah maju. Halalin dia sebelum dihalalin orang lain, sebelum orangtuanya memutuskan menjodohkannya dengan pria lain yang jauh lebih serius mempersuntingnya, membahagiakannya, membangun rumah tangga, beranak-pinak, dan menua bersama. Sebelum hal semacam itu menjadi mimpi buruk untukmu. Lekas bulatkan tekad, sudahi hubungan abu-abu itu, datangi orangtuanya, menikah lah. Sungguh, Tuhan menjanjikan surga atas tekadmu. Melimpahkan begitu banyak rejeki untuk kelangsungan rumah tanggamu nanti. Jadi tunggu apalagi?

Dan, kepada kalian wahai para wanita pujaan. Jangan melulu mau dibodohi dengan janji-janji suci yang tak jua kunjung ditepati. Tegaskan padanya bahwa kau pun ingin menua bersama, tentu dalam ikatan yang jelas adanya, menikah. Bukan hubungan pacaran abu-abu begitu. Yang bahkan kamu sendiri ragu ketika ada yang bertanya, "Kapan nikah?" Kamu cuma bisa senyum-senyum aja.

"Jadi, kapan nih?"

"Kapan apanya?"

"Kapan kalian nikahnya, Oi!"