"Jadi 'ngga mau ngejer sunset?"

"sorry bro, si Doi ngajak jalan."

"lah nyari sunset di bulan Desember kan susah bro."

"sorry bro, lu enak jomblo"

Dewasa ini memang status "jomblo" jadi momok tersendiri buat remaja di Indonesia. Status "sendiri" kadang dianggap hina untuk sebagian orang. Sendiri kerap diartikan seperti buangan, tidk laku, jelek, dsb. Padahal sebenarnya tingkat produktifiitas seorang individu akan beraa di puncak saat ia bisa fokus pada dirinya dan apa yang dicapainya. sayangnya, untuk masa sekrang sangat langka untuk menemukan orang yang bisa berfikiran luas dan menerima konsep bahwa "sendiri adalah waktu terbaik dan terproduktif".

Beberapa contoh di bawah mungkin bisa sedikit jadi pertimbangan untuk menerima konsep diatas.

1. Saat berkutat dengan setumpuk tugas atau pekerjaan.

Umumnya saat sedang banyak tugas atau pekerjaan kita aka sangat membutuhkan fokus. Malangnya saat sedang membutuhkan fokus kerap kali orang yang memiliki pasangan ( dalam konteks ini bukan suami / istri ) mendapat gangguan yang tidak diharapkan. Jika bentuk gangguannya cukup baik-semacam mengajak makan atau jalan santai-bisa jadi bentuk refreshing tersendiri. Tapi tidak sedikit pula yang mendapat gangguan yang tidak baik-pertengkaran, dsb- malah merusak konsentrasi serta membuat fokus teralih. Lain halnya dengan mereka yang sendiri, mereka dengan bebas dan leluasa mengarahkan fokusnya.

Advertisement

2. Saat bersosialiisasi.

Sebagian besar orang yang memiliki pasangan secara tidak langsung membatasi ruang lingkup sosialnya. Mereka akan lebih banyak meluangkan waktu untuk pasangan ketimbang lingkungan sosialnya sendiri. Resikonya adalah mereka akan mengurangi sendiri relasi yang sudah terbentuk sebelumnya. Bandingkan dengan mereka yang sendiri, mereka bebas untuk bersosialisasi tanpa takut dengan sekat pembatas. Mereka bebas bersosiali dengan siapapun, jenis kelamin apapun.

3. Saat Menikmati Hidup.

Bagian ini sanga penting, Waktu merupakan satuan yang sangat bernilai bagi semua yang hidup. Waktu bahkan lebih berharga dari apapun yang berharga di dunia. Orang-orang bisa merubah jenis mata uang, jenis transaksi perbankan, merubah model keuangan, tapi tidak ada orang yang bisa merubah waktu yang terdahulu. Waktu terus bergulir, 'tak perduli siapa dan apa yang mencoba mengahadangnya. Mereka yang memiliki pasangan secara tidak sadar sudah membuang-buang sesuatu yang seberharga itu. Setiap kejadian yang mereka alami dengan pasangannya di hari-hari kemudian bisa jadi cerita bahagiia atau malah mengoyak lagi luka yang ada. Bandingkan dengan mereka yang sendiri, mereka yag sediri umumnya lebih menikmati hidup, mereka tidak pernah mendapatkan permasalahan seperti yag sudah disebut di dua poin sebelumnya, juga permasalahan pasangan lainnya. Bahkan salah satu study psikologi menyebutkan "mereka yang menikmait hidupnya cenderung berumur 10 tahun lebih dibanding merreka yang tidak".

Beberapa contoh diatas semoga dapat jadi pertimbangan untuk menerima konsep

"Sendiri adalah waktu terbaik dan terproduktif".