Potongan cerita kita memang penuh dosa, bagaimana tidak, aku gadis belia ini yang dengan lancang jatuh cinta kepadamu. Seseorang yang tak lagi sendiri, seseorang yang sudah menjadi suami. Aku sadar begitu banyak cacian yang datang kepadaku karena rasa ini, tapi untuk kali ini boleh kah aku sedikit bercerita ?

Bagiku kau adalah lelaki paling sempurna yang pernah ku temui, jatuh cinta padamu dengan status yang seperti ini, apakah itu mauku? Dari awal aku sadar tulang rusuk yang ditakdirkan untuk menddampingimu memang bukanlah aku. Sejak awal, sejak kita saling mengenal. Penyangkalan berulang dari setiap semi bunga cinta yang tumbuh di rawa rawa dosa kini seakan menjadi penjara untukku sendiri.

Melangkah? Aku takut.. tetap berdiri ditempatku berdiri sekarang? Tapi aku ingin kau yang disampingku untuk setiap warna yang ingin ku coba.

Malam malam aku selalu membayangkan, bagaimana jika aku diposisi istrimu? Membayangkan bagaimana jika ada seorang wanita muda sedang berusaha merayu lelakiku. Tapi sayangnya aku yang sedang diposisi itu, merayu lelaki orang, merayu suami orang. Lewat sikapmu aku mengerti betapa hangatnya didekat lelaki dewasa sepertimu. Tapi sekarang hanya satu masalahnya.

Kau mempunyai istri, dan seorang gadis mungil yang dianugerahkan sebagai buah hati.

Advertisement

Apa yang kurasakan. Entah semacam perasaan yang tak memiliki ujung namun terus menghujam jantung. Aku seperti tuli, seakan buta, dan menolak ingat bahwa lelaki yang sedang didepanku ini nyata nyata memang bukan diciptakan untuk melengkapi cacatku.

“Kau adalah salah satu wanita yang paling aku sayang”

Ya kira kira begitulah kata kata yang baru saja ku dengar darimu. Bahagia? Tidak, itu menyakitkan. Apa yang harus ku lakukan dengan perasaanku sendiri? Bagaimana aku bertahan disaat aku dengan kesadaran penuh melihatmu tak akan pernah bisa ku miliki. Jika memang begitu tolong, bantu doaku agar aku bisa membunuh bayanganmu dihatiku. Aku kesakitan, sungguh perasaan ini lebih dari sekedar menyakitkan.

“Bukan kita yang tak nyata, tapi hubungan kita”

Memang benar skenario Tuhan berkata demikian. Jika akhirnya ini cinta, aku yang pertama akan menanggung dosanya. Jika kisah ini berujung cinta. Mungkin aku saja yang merasakan, bukan dia.