Hei kamu !

Bagaimana kabarmu sekarang?Tahukah kamu, aku merindukanmu.

Kadang sebagian orang lebih memilih diam tak mengungkapkan perasaannya. Entah itu karena takut orang yang disukai menolaknya, mencemoohnya, membenci nya atau bahkan karena ada alasan tersendiri yang kita tak ketahui. – Aku.. Aku hanyalah gadis pendiam yang diam-diam menyukaimu. Kau dan aku bagaikan langit dan bumi. Kau yang begitu rupawan, pintar, dan banyak wanita yang menggilaimu. Sedangkan aku hanya gadis biasa yang seadanya tak seperti mereka yang dengan mudahnya mendekatimu. Beribu wanita mendekatimu. Menyatakan cinta padamu. Tapi tak ada satupun yang kau pilih. Mereka cantik tak seperti diriku. Mereka hebat tak sehebat diriku. Hingga ku putuskan untuk diam menyukaimu, mengagumimu.

Aku takut jika aku ikut menyatakan cinta padamu, aku pasti berada dibagian mereka, bagian terburuk di antara mereka, dan itu akan jadi bahan leluconnan dan memalukan. Hei kamu! Perpisahan kita pun di akhiri dengan luka. Aku masih saja menutup mulutku rapat-rapat, hatiku, agar kau tak mengetahui nya. Ku kumpulkan segala moment yang ada hari itu. Aku benar-benar menyukaimu.

Aku sadar, dulunya aku tak pernah melihatmu. Kau yang dulunya tak masuk hitungan, sekarang.

Advertisement

Entah darimananya aku mulai menyukaimu. Aku tak tahu. Hei kamu, aku ucapkan terima kasih telah hadir di kehidupanku. Semoga engkau selalu sehat dan bahagia. Semoga studi mu lancar. Meskipun saat ini kau melanjutkan studi berbeda denganku. Jarak telah memisahkan kita. Maaf, aku tidak bisa melihatmu setiap hari lagi seperti yang ku lakukan dulu. Jika engkau menemukan seseorang yang menarik hatimu di sana, ku harap engkau bahagia, ku harap rasa sukanya lebih besar dari suka ku padamu. Jika suatu hari nanti kita di pertemukan kembali, jika tidak menjadi pasangan, ku harap kita menjadi teman!