Kamu yang mahasiswa atau masih tinggal di kost mungkin punya masalah yang sama: kamu peduli dengan kesehatan dan ingin makananmu sehat, namun apa daya, makanan sehat itu gak murah. Menurut penelitian dari Universitas Cambridge yang terbit di jurnal Plos One, harga makanan sehat seperti buah dan sayur mayur semakin meningkat hingga melebihi harga makanan tinggi lemak dan gula seperti junk food dan makanan instan. Lho, jadi gimana? Apa kamu harus kaya dulu supaya bisa sehat?

Bilang Hipwee klise, tapi jargon klasik seperti “makan sehat itu gak harus mahal” emang benar adanya. Satu syaratnya: kamu harus berani konsisten menjalankan gaya hidup sehat tersebut. Nah, tips dan trik dibawah ini akan membantu kamu menemukan cara tepat untuk mendapatkan makanan-makanan sehat dengan harga yang terjangkau!

1. Dapatkan harga buah & sayur yang terjangkau dari petani lokal

Dukung petani lokal via infopublik.kominfo.go.id

Laporan dari jurnal di atas emang mengabarkan kalau tren harga buah dan sayur mayur semakin meningkat, tapi itu bisa kamu akali kok. Dengan membeli buah dan sayur produksi lokal kamu bisa mendapat harga yang kompetitif. Lagian gak malu apa, beli sayur doang harus dari negara sebelah?

Untuk memenuhi asupan gizi sehari-hari, kamu gak hanya wajib mengonsumsi karbohidrat, protein dan lemak, tapi juga harus mengkonsumsi vitamin, kalium, serat, zat besi, kalsium serta mineral lainnya. Semua ini bisa kamu temukan pada sayur-mayur dan buah-buahan.

Advertisement

Jika sebelumnya kamu mulai mengisi piring dengan nasi terlebih dahulu, kini mulailah mengambil sayur duluan, hingga piringmu hampir penuh. Selain lebih hemat cara ini juga lebih sehat. Sayuran bergizi yang cenderung selalu murah di pasar tradisional di antaranya: kembang kol, kubis, wortel, kangkung, bayam, serta kentang. Sementara buah-buahan yang harga rata-ratanya lumayan rendah termasuk semangka, pisang, jeruk, dan mangga (yang terakhir tergantung musim). Ingat ya, beli dari petani dalam negeri!

2. Selain beras, aneka biji gandum utuh lainnya juga harus kamu setok

Investasi ke gandum via www.aicrblog.org

Nasi emang nikmat, tapi kamu jangan lupa bahwa masih banyak jenis gandum utuh yang jauh lebih sehat dari pada beras. Pelan-pelan kamu bisa beralih dari beras ke aneka gandum utuh yang jauh lebih sehat, seperti oats, barley dan buckwheat. Biji tersebut lebih rendah karbohidrat dan kaya akan serat, yang lebih mudah dicerna dan bikin kamu lebih cepat kenyang. Jika butuh variasi, kamu bisa mengganti konsumsi gandum utuh kamu dengan aneka pasta.

Agar bisa hemat, beli biji-biji gandum tersebut secara grosir dalam karungan. Karena beli dalam bentuk kotak akan membuat harga pangan itu jauh lebih mahal.

3. Alih-alih menyantap daging merah, dapatkan asupan protein dari telur dan ayam

Protein murah via censemaking.com

Daging merah memang mengandung asupan protein yang tinggi. Namun jika kamu sedang on budget, pilihan paling bijak untuk memenuhi kebutuhan protein adalah telur dan daging ayam. Harga daging ayam jauh lebih murah daripada daging sapi. Enaknya lagi, daging ayam bisa jadi makin murah kalau kamu membelinya utuh. Jadi alih-alih membayar lebih untuk beli paha atau dadanya aja, coba pertimbangkan untuk beli ayam potong utuh.

Telur juga merupakan sumber protein yang murah. Tiap butir telur mengandung 7 gram protein dan separuhnya terdapat pada kuningnya, kamu mungkin gak mau buru-buru membuang bagian kaya akan protein dan vitamin A,D, dan E tersebut. Selain dari daging dan telur ayam, protein murah bisa kamu dapatkan dari ikan tuna dan makarel.

4. Berhenti membeli soda, teh, jus dan minuman kemasan lainnya

Kalau bosan dengan rasa tawar, coba infused water via fm7hotel.com

Kandungan gula yang tinggi di dalam minuman kemasan seperti soda adalah penyebab penimbunan lemak di perut kamu. Selain itu, soda juga dikenal memiliki kalori ‘kosong’ — alias kalori yang gak bisa dibakar untuk menghasilkan energi. Harga soda emang gak mahal-mahal amat, tapi kalau kamu bisa berhenti membelinya tiap hari, bayangkan saja berapa banyak uang yang bisa kamu hemat. Kembalilah ke kebiasaan lama yang jauh lebih sehat: minum air putih.

5. Masak sendiri makananmu, jangan jajan di luar melulu

Masak, masak sendiri via dodonjerry.blogspot.com

Memasak makanan sendiri memberi kamu kontrol penuh terhadap asupan gizi yang masuk ke tubuhmu. Dengan masak sendiri kamu bisa tahu bahwa makanan tersebut lebih sehat. Kamu pun tahu berapa Rupiah sebenarnya yang kamu habiskan untuk makanan tersebut. Agar makin hemat, bawa hasil makananmu sebagai bekal ke sekolah, kampus, atau tempat kerja.

Hindari juga pergi meninggalkan rumah dengan perut kosong, karena perasaan lapar akan mempengaruhi otakmu untuk belanja secara impulsif. Kalau ini terjadi, pada akhirnya kamu malah membeli makanan yang gak kamu perlukan.

6. Makan secukupnya tanpa meninggalkan sisa

Kalau bisa, masak lagi via food.allwomenstalk.com

Ingat pesan orang tua: “Jangan bikin makanan mubazir”. Buang kebiasaan membeli makanan yang sebenarnya gak kamu butuhkan. Justru makanan yang menggoda seperti junk food dan aneka kue warna-warni belum tentu baik bagi kesehatanmu. Sebelum mengambil makanan, pikirkan berapa banyak yang kamu butuhkan. Jangan lupa tanyakan diri: apakah kamu bisa menghabiskan semua makanan ini?

Itu semua bertujuan agar kamu gak menyisakan makanan. Menyisakan makanan sama aja dengan membuang uang. Jika karena suatu alasan yang kuat kamu gak bisa menghabiskan makananmu, jangan ragu-ragu untuk menyimpannya agar bisa dimasak dan disantap nanti. Asal, pastikan kondisinya masih bagus dan bisa dimakan, ya.

Kesehatan memang mahal. Namun kalau kamu teliti dan konsisten mengubah cara belanja dan makan, bukan gak mungkin kamu bisa hidup sehat dengan hemat!