Sering nggak denger istilah kakak-adekan di dunia pertemanan kamu? Tentu pernah lah, ya. Kakak-Adekan itu semacam pertemanan yang nanggung. Deket banget sih, tapi serunya kalau pas ketemuan atau jalan aja. Ya saking deketnya malah jadi kaya saudaranya, gitu. Bahkan sering dikira calon istrinya. Kamu juga gitu nggak gaes? Hehe.

Eh, ternyata traveling seru tuh bukan sama pacar atau keluarga loh, Gaes. Justru perjalanan itu epic kalau sama kakak-adekan gitu. Penasaran, kan? Kali ini Hipwee Travel bakal kasih penjelasan ke kamu semua kalau kakak-adekan kamu itu justru asik kalau diajakin jalan-jalan.

Sedeket-deketnya kamu dengan dia, adek-adekanmu itu bukan pacar kok. Apalagi keluarga. Jadi ada jarak yang cukup aman yang bikin dia ngga ngerepotin.

itu loh dek, indahhh via www.sociotraveler.com

Pacar bukan, keluarga bukan, temen iya, tapi lebih deket dari temen biasa. Gimana, dong? Nah itu mungkin definisi istilah kakak-adekan. Lucu sih, ya. Temen tapi kaya keluarga gitu. Tapi sedekat apapun hubungan kalian, toh dia tetap bukan keluarga kamu, juga bukan kekasih kamu. Kan kamu jomblo, haha.

Serunya dia diajak jalan adalah karena dia nggak bakal ngerepotin kamu seenak jidat seperti pacar kamu, misalkan. Serius deh, traveling sama pacar itu super nggak asik. Rempong. Nggak bisa fokus ke jalan-jalan. Nah, kakak atau adekmu ini bisa dekat kaya pacar kamu tapi nggak ngerepotin banget. Kan asyik tuh. Dia juga nggak bakal ngomongin urusan keluarga yang kadang jauh lebih pelik wong dia bukan keluarga kamu. Itu dia yang bikin seru. Hehe.

Dia pasti suka curhat apa aja ke kamu. Kamu juga bisa melakukan hal yang sebaliknya. Kan asyik traveling sambil curhat-curhatan.

Advertisement

kakak adekan suka curhat-curhatan via www.sociotraveler.com

Diakui atau tidak, manusia itu suka ikut campur urusan orang lain. Sementara di sisi lain, manusia juga punya sifat berkeluh kesah. Klop deh. Itu yang bikin acara TV Indonesia isinya gosip semua. Haha. Dan sayangnya itu laku! Huft. Kamu sendiri gimana? Suka berkeluh kesah juga kan? Curhat kalau pas lagi baper kan? Wkwkwk.

Nggak apa-apa kok curhat, apalagi kalau ada yang bersedia mendengarkan. Itu dia manfaat utama kakak-adekan, yap, teman curhat setia! Apalagi pas sama-sama lagi patah hati sama gebetan masing-masing. Wah bisa seharian sendiri curhatnya tuh. Seru banget sih, apalagi kalau pas butuh curhat gitu sambil traveling bareng. Curhat di atas kapal atau di kala mendaki itu sangat luar biasa leganya, kawan! Hahaha.

Thank you Adek…

Meskipun kita nggak tau masa depan nanti gimana, yang jelas saat ini kita belum terpikir untuk memutuskan hidup bersama nantinya

kita jalan-jalan aja yuk… via www.sociotraveler.com

Seiring berjalannya waktu, kedekatan kalian mungkin makin tumbuh. Kamu sampai hafal betul setiap kebiasaan kecil adek kamu itu. Dari caranya berdandan sampai kebiasaan ngupilnya yang nggak pernah sembuh. Atau kebiasaanmu tidur ngorok sampai begitu piawainya dirimu menghiburnya mungkin sudah begitu ia hafal luar kepala. Semua saling tau satu sama lain. Seru kan jalan-jalan tanpa pura-pura. Di sini kalian justru melakukan aktivitas perjalanan tanpa pencitraan belaka. Di titik ini, bisa jadi kalian sepakat bahwa,

Oke, kita seru, nyambung, tapi kayanya nggak cocok kalau kita nantinya bersama. Semoga kita bahagia dengan pasangan masa depan masing-masing. Kita maen bareng aja. Yuk, ke Lombok!

Piknik sama keluarga beneran bikin kita capek urusin sendirian. Jalan sama adek-adekan bisa sharing kerjaan bersama tanpa sungkan.

bisa kerjasama via www.sociotraveler.com

Sebagai anak muda, apalagi kamu anak laki-laki, tentu dong setiap piknik keluarga kamu jadi yang paling capek. Mulai dari nyetir, booking ini itu, kadang juga bayarin semua bisa bikin kamu nggak nikmatin perjalanan. Itu bikin capek banget sih. Tapi kan memang itu kewajiban kamu di keluarga. Jadi ya nikmatin aja.

Sementara adek-adekan bisa dikasih kerjaan waktu ada acara jalan-jalan bareng. Kamu nggak akan merasa sungkan atau ga enakan. Dia juga pasti oke-oke aja selama dia mampu. Rasa nggak enak itu nggak ada deh kalau kerjasama sama dia. Ya, kalian sama-sama tahu sih, hubungan kalian lebih dari teman. Tapi lebihnya sedikit, hehe.

Kalian saling nyaman kalau jalan-jalan bersama. Nyaman yang tidak berlebihan. Adek-adekan emang tau apa yang kita inginkan.

kakak adekan double nih, wkwk via www.sociotraveler.com

Seringnya interaksi kalian bikin semua saling tau kesukaan satu sama lain. Misalkan kamu suka ndaki, pasti sesekali adek-adekanmu mau di ajak mendaki gunung. Atau dia sukanya snorkeling, nah kamu suatu saat pasti akan mengajaknya snorkeling. Saling memahami di antara kalian bakal bikin nyaman sih, tapi nyaman yang nggak berlebihan. Beda dengan kenyamanan dengan pasangan halal atau keluarga. Hal itu lah yang bikin perjalanan kalian makin seru. Becanda terus pun nggak masalah. Kalian udah saling menyamankan dengan begitu sederhana.

Itu sih beberapa pertimbangan untuk traveling bareng adek-adekan ketimbang sama pacar atau keluarga. Hipwee sih saranin siapapun yang mengajakmu traveling, ya terimalah ajakannya. Termasuk keluarga juga. Rekomendasi ini diberikan agar masalah besar anak muda zaman kini segera terselesaikan, yakni kurang piknik!

Sudah bikin jadwal ngetrip atau sekedar ketemuan ngopi-ngopi nih? Segera dibikin ya.

Terakhir, selamat jalan-jalan bersama Kakak atau Adekmu ya, Travelers!