Berbicara tentang Indonesia, tentu berbicara juga tentang ratusan ribu pulau yang tersebar di sepanjang Sabang sampai Marauke. Kamu tahu jumlah pulau di Indonesia? Nggak usah diitung satu-satu! Sini, Hipwee kasih tau ya, ada 13.466 pulau yang sudah bernama. Nah, yang belum punya nama aja ada sekitar 7000 pulau. Wow. Keren ya Indonesia.

Posisi Indonesia sebagai negara kepulauan sangat menguntungkan bagi kamu yang suka traveling, apalagi yang suka foto-foto gitu. Duh, nggak ada habisnya bahas pulau-pulau di negeri ini. Nah, kali ini Hipwee akan ajak kamu buat mengenal si kecil yang bernama Gili Labak. Seperti apa wujudnya? Yuk, mari jalan-jalan!

Perkenalkan, pulau kecil Gili Labak, Madura. Pelajarilah pulau ini sebelum kamu menentukan destinasi wisata

Perhatikan lingkaran merah! via sixcycle.blogspot.com

Pulau kecil dengan luas yang hanya lima hektar ini bisa kamu kelilingin cuma dalam waktu setengah jam! Kecil banget, ‘kan? Secara administratif dan geografis, pulau ini terletak di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, tepatnya berada di sebelah tenggara kalau dari Sumenep. Buat kamu yang nggak tahu, Sumenep itu kota di Pulau Madura bagian paling timur, Jawa Timur. Kalau masih nggak tahu, kamu bisa lihat di peta.

Sebelum tahun 2015, pulau ini masih sangat sepi wisatawan. Bahkan, pulau kecil ini hanya berpenduduk kurang dari 100 kepala. Bayangin! Baru akhir-akhir ini, penduduk setempat mulai serius untuk menjadikan Gili Labak sebagai destinasi wisata.

Nggak sedikit waktu perjalanan yang harus kamu relakan untuk ke Gili Labak. Butuh perencanaan matang sebelum pergi, jangan berangkat secara mendadak!

Advertisement

Perahu yang akan membawamu masuk dan keluar Gili Labak via www.matajatim.com

Ke manapun kamu mau pergi, hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah biaya pengeluaran, kondisi cuaca di sekitar destinasi, dan estimasi waktu. Ada tiga jalan untuk menuju Gili Labak. Berikut ini ketiga aksesnya:

Peta jalur ke Pulau Tikus aka Gili Labak via suetoclub.wordpress.com

1. Kamu yang jalan dari Surabaya, bisa lewat pelabuhan kecil di Desa Lobuk dan Dermaga Saronggi

Meski terbilang sebagai desa kecil, tetapi Desa Lobuk menjadi pilihan pertama bagi masyarakat yang ingin berlayar ke pulau seberang, seperti Gili Genting, Gili Raja, maupun Gili Labak. Bahkan nggak sedikit wisatawan yang memilih rute dari Desa Lobuk daripada rute yang lain, apalagi kalau kamu berangkatnya nggak lewat Sumenep. Mending lewat pelabuhan Lobuk deh.

Kalau kamu masih ingin bersantai tanpa buru-buru untuk menjelajah di Gili Labak, kamu bisa berjalan ke arah timur untuk menuju ke pantai Saronggi. Di sana terdapat sebuah dermaga kecil yang juga banyak menyediakan perahu kecil untuk menyeberang ke Gili Labak. Biaya yang perlu kamu keluarkan sebenarnya sama saja, tergantung bagaimana kamu menawarnya.

2. Dari Kota Sumenep, kamu bisa lewat jalur dari Pelabuhan Kalianget

Pemberangkatan dari Pelabuhan Kalianget merupakan akses yang sering digunakan wisatawan untuk menuju ke Gili Labak, karena letaknya yang strategis, nggak begitu jauh dari Sumenep. Jika kamu berangkat dari Surabaya turun di terminal Sumenep, kamu tinggal naik ojek/angkot/bemo untuk jalan ke Pelabuhan Kalianget. Dekat kok, cuma 10 km. Oh, iya, Pelabuhan Kalianget ini merupakan pelabuhan terbesar di Kabupaten Sumenep loh. Jadi dari sini kamu bisa juga jalan ke pulau Raas, Pulau Kangean, Pulau Sapudi, Pulau Masalembu, dan pulau lainnya yang masih asri~

Sebagai catatan, tidak ada perahu/kapal reguler yang membuka rute untuk ke Gili Labak ini. So, kamu perlu menyewa perahu nelayan dengan kapasitas kurang dari 20 orang, dengan harga awal sekitar Rp400.000. Tapi harga ini bukan patokan, karena semakin jago kamu nawar, semakin hemat biaya yang akan kamu keluarkan.

3. Buat kamu yang nggak pengin kelamaan di perahu, bisa lewat Desa Kombang, di Pulau Poteran

Rute pemberangkatan dari Desa Kombang sebenarnya malah semakin buang waktu. Dari Pelabuhan Kalianget, kamu harus nyebrang dulu ke Pulau Poteran. Terus dari situ kamu harus jalan ke Desa Kombang lewat jalur darat. Duh! Makin lama nyampenya. Tapi dari Pelabuhan Kombang ke Gili Labak sih nggak memakan waktu lama kayak rute yang lainnya.

Dari semua rute yang ada, paling nggak kamu butuh waktu sampai tiga jam untuk berlabuh di Gili Labak dengan harga sewa perahu yang ‘untung-untungan’. Di situlah kemampuan negosiasimu diuji. Untuk bisa dapat harga yang murah, kamu bisa berangkat dengan teman-temanmu, paling nggak 10 oranglah. Biar makin murah. Jangan pergi sendirian, ya, Mblo. #eh

Hamparan pasir putih dan indahnya biota laut akan menyambutmu di sana. Pandangan pertama yang bikin kamu langsung jatuh cinta!

Ajak aku ke sana, Mz! via yuliantoreturn.wordpress.com

Ini dia yang kamu tunggu-tunggu! Panorama alam bawah laut Gili Labak nggak bisa kamu anggap remeh. Terumbu karang yang menjadi tempat bermain petak umpet para ikan yang lucu nan berwarna-warni ini menjadi kecantikan alami Gili Labak. Buat kamu pecinta snorkeling dan diving, rupanya kamu perlu mencoba kesegaran baru di pulau ini deh.

Selain hamparan gugusan terumbu karang yang sangat indah, ombak di sekeliling pulau ini terbilang cukup jinak, begitu pula dengan ketenangan airnya yang sedang, dengan kedangkalan yang sangat manusiawi buat para pecinta snorkeling. Sehingga kamu bisa puaaas banget bermain di alam bawah laut Gili Labak ini. Nggak rugi deh!

Mumpung belum terlalu ramai, kamu bisa loh hunting foto-foto yang instagramable nan cantik. Semakin senja, semakin asyik!

#OOTD nih! Ntap! via dparagon.com

Apa sih yang kamu cari ketika liburan di suatu tempat yang jarang bahkan belum pernah kamu kunjungi? Selain refreshing dan memuaskan hasrat bermain air di bawah laut, hunting foto tentunya menjadi prioritas utama bagi kamu yang memang nggak pengin kehilangan momen berharga.

Nah, berhubung pantai di Gili Labak masih sepi pengunjung, kamu bisa gunakan latar tersebut buat foto-foto, lalu masukin deh ke Instagram-mu. Jangan lupa kasih caption, ‘Liburan di pulau pribadi.” Dengan berlatar hamparan pasir putih yang maha indah dan lautan biru yang super cantik, dijamin deh, banyak yang suka dengan foto-fotomu!

Kamu nggak perlu takut lagi kelamaan main di pantai. Sudah berjajar rapi resort untuk kamu mandi atau sekadar bersantai

Berjajar resort di Gili Labak, Madura via chrizz-photography.blogspot.com

Mungkin kalau kamu ke Gili Labak tiga tahun lalu, kamu masih butuh tenda layaknya orang camping di pulau ini. Sekarang kamu nggak perlu khawatir! Sudah ada resort yang menyediakan makanan dan toilet untuk kamu sekadar istirahat atau ganti baju. Ya, memang belum terlalu marak sih, tapi setidaknya kamu nggak perlu bingung mau tidur di mana kalau kecapekan atau kemaleman. Kamu juga bisa kok, ‘numpang’ di rumah warga. Inget, cuma ada 35 keluarga di pulau ini. S0, stay calm, Guys!

Warga yang ramah membuatmu semakin nyaman. Selama kamu sopan, masyarakat pun akan segan

Lima puluh meter sebelum kamu sampai di Gili Labak, kamu sudah disambut oleh aura cantik pulau ini. Gugusan terumbu karang yang membatasi antara pasir putih dengan laut biru bersih, seolah-olah menyambut kedatanganmu. Bahkan mereka terlihat seperti melambaikan tangan, dan berkata, “Hai, selamat datang!”

Begitu juga dengan warga setempat. Penduduk asli Gili Labak tentu sangat senang dengan kunjunganmu. Selain mendatangkan rezeki bagi mereka, kedatanganmu akan menambah keriuhan di pulau ini yang memang dulunya sangat sepi. Selama kamu sopan dan menjaga sikap, mereka juga akan segan dan menghargai kunjunganmu. Seru deh!

Sepulang dari pulau cantik ini, jangan tinggalkan apapun, kecuali kenangan dengan si dia! Ya, biar kamu nggak mikirin dia mulu yang sudah bahagia dengan yang lain. Hehe…

Tiga pemuda yang membuang kenangan… 🙁 via www.facebook.com

Mungkin kamu pengin jalan-jalan ke Gili Labak ini untuk meringankan beban penderitaanmu karena putus cinta, cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau ngeliat gebetanmu update status dengan orang lain, nggak masalah. Buanglah semua bebanmu pada waktu liburan. Bukankah lebaran itu untuk me-refresh pikiran?

Pepatah bijak mengatakan,

Jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan membunuh apapun selain waktu.

Tak akan aku hanyut dalam lautan kenanganmu, Mz~ via vandrenaline.wordpress.com

Yup! Jangan pernah mengotori alam yang sejatinya dapat kita nikmati bersama. Bencana hanya akan datang jika manusia yang menyebabkannya sendiri. So, selalu jaga keindahan alam Nusantara, ya! Segeralah packing ranselmu ke Gili Labak Madura.

Happy traveling, Guys!