Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi wisata alam luar biasa. Keelokan alam Indonesia memang menggoda untuk terus dijelajahi tiap jengkalnya. Pernahkah kamu mendengar tentang wisata di dataran tinggi Dieng?

Kawasan dataran tinggi yang secara geografis masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo ini belakangan jadi primadona baru bagi wisatawan. Dieng kini tak pernah sepi, selalu ada keelokan yang bisa dinikmati jika berkunjung ke sini.

Maka dari itu untuk membantu kamu yang ingin jalan-jalan ke Dieng tanpa bikin kantung kamu jadi rombeng, kali ini Hipwee sengaja menuliskan artikel yang berisi tips dan trik jalan-jalan hemat ke dataran tinggi yang cantik ini. Penasaran bagaimana caranya? Simak selengkapnya di artikel ini.

1. Kemas baju hangat dan jaketmu. Suhu dingin dataran Dieng (siang hari 12° – 20° dan malam 6° – 10°) membuat kamu wajib mempersiapkan diri.

Persiapkan alat penghalau dingin saat di Dieng via tembeling.com

Sebelum pergi ke Dieng, kamu wajib mempersiapkan kondisi fisikmu. Terutama bagi kamu yang tidak tahan terhadap udara dingin. Suhu di Dieng cukup dingin, jika tidak hati-hati kamu malah bisa jatuh sakit dalam perjalanan yang seharusnya bisa membuatmu senang.

Advertisement

Kemas jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala ke dalam tas yang akan kamu bawa. Jika biasanya kamu hanya butuh membawa 3 helai baju untuk perjalanan 2 hari 1 malam, khusus untuk perjalanan ke Dieng Hipwee sarankan untuk membawa baju lebih dari kebutuhan. Dinginnya udara Dieng seringkali harus membuatmu mendobel pakaian.

Selain itu jangan lupa juga untuk membawa pelembab seperti cream wajah, lotion, dan lip balm. Udara yang dingin bisa menyebabkan kulit badan dan bibirmu kering atau bahkan mengelupas. Tentu tidak nyaman bukan jika vakansimu terganggu karena urusan penampilan?

2. Perjalanan ke Dieng bisa kamu tempuh dengan 2 moda transportasi. Pilih saja, mau naik bus atau kereta api?

Perjalanan ke Dieng dengan bus via adinugraha84.blogspot.com

Untuk bisa sampai ke Dieng kamu bisa menggunakan alternatif perjalanan darat baik menggunakan bus ataupun kereta api. Jika kamu berasal dari luar Pulau Jawa, kamu juga bisa menggunakan pesawat untuk kemudian mendarat di Yogyakarta, Jakarta, atau bahkan Solo. Kemudian, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan 2 moda transportasi yang sudah Hipwee sarankan ini.

Skenario 1: Naik bus dari Jakarta-Wonosobo.

Harga bus bervariasi mulai dari Rp.85.000 (ekonomi), Rp.110.000 (VIP), Rp.180.000 (executive). Kamu bisa pilih sesuai keinginan dan tentu saja sesuai kemampuan kantungmu. Perjalanan dari Jakarta ke Wonosobo akan ditempuh sepanjang 10-12 jam — waktu ini bisa molor sampai 18 jam jika bertepatan dengan musim liburan dan long weekend.

Terminal Mendolo, Wonosobo via rhaggill-duniaku.blogspot.com

Setelah sampai di Wonosobo, kamu akan berhenti di terminal yang bernama Mendolo. Untuk bisa sampai di Dieng, kamu masih harus menggunakan mikro bus yang bisa kamu jumpai di depan Rumah Sakit Dieng. Tarif bus menuju Dieng adalah sebesar Rp.10.000 sedangkan angkutan kecil dari Mendolo ke terminal bus Dieng sendiri seharga Rp. 3.000.

Skenario 2: Naik kereta dari stasiun Pasar Senen ke Stasiun Purwokerto.

Kereta api adalah alternatif kedua setelah bus via seratusnegara.blogspot.com

Kereta api bisa jadi pilihan moda transportasimu selanjutnya. Ada Kereta Ekonomi Progo dengan harga tiket Rp 100.00,00 yang berangkat jam 10 malam dari Stasiun Pasar Senen. Jika punya uang lebihm kamu juga bisa naik kereta bisnis atau eksekutif yang harganya berkisar dari Rp 200.000,00 – Rp 300.000,00.

Perjalanan menggunakan kereta api ini akan memakan waktu 4-5 jam. Sesampainya di Purwokerto, lanjutkan perjalanan dengan bus Purwokerto – Wonosobo dengan tarif Rp 20.000 yang akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Untuk mencapai Dieng, kamu bisa mengikuti rute perjalanan yang sama seperti yang sudah Hipwee paparkan dalam skenario menggunakan bus.

3. Perjalanan darat dari Dieng ke Wonosobo tidak akan terasa membosankan. Hijaunya pemandangan pasti memanjakan matamu.

Perjalanan Darat Dieng-Wonosobo tidak akan membuatmu bosan via wisata.kompasiana.com

Bagi kamu yang berasal dari kota besar tentu memandangi persawahan dengan terasering dan bukit yang ditumbuhi pepohonan hijau adalah pemandangan langka yang tidak sering kamu jumpai sehari-hari. Perjalanan selama kurang lebih 60 menit dari pusat kota Wonosobo menuju ke Dieng akan memberikan sebuah pengalaman memandangi pesona alam yang jarang kamu jumpai tersebut.

Udara sejuk yang menyelimuti selama perjalanan pun menjadi pelengkap penyempurna indahnya liburan kamu ke daerah wisata yang dikenal dengan julukan Tanah Dewa-Dewi ini.

4. Sesampainya di Dieng, langsung saja berburu penginapan. banyak penginapan yang terjangkau dan nyaman, kok!

Banyak pilihan penginapan yang sesuai kantung via coklathoney.blogspot.com

Sebagai tujuan wisata yang tidak pernah sepi pengunjung, Dieng dipenuhi dengan banyak homestay yang bisa kamu pilih. Harga homestay yang kebanyakan dikelola oleh warga lokal ini pun amat bervariasi, mulai dari yang 100 ribu per malam hingga 250 ribuan semalamnya. Semua tergantung fasilitas dan kenyamanan homestay.

Jika kamu berkunjung dengan rombongan besar, lebih baik sewa satu rumah sekaligus. Kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 600-800 ribu rupiah untuk menyewa satu homestay secara penuh per-harinya. Jika dibagi 10 orang, hanya 60-80 ribu saja tuh.

Oh iya, satu yang harus kamu pastikan ada dalam penginapan yang akan kamu sewa: AIR HANGAT! Kecuali kalau kamu memang berencana tidak akan mandi sih….

5. Kebanyakan kedai makan tidak memiliki menu dengan daftar harga. Supaya kamu tidak terperdaya, jangan malu bertanya sebelum memesan.

Mie ongklok makanan khas Wonosobo yang bisa menggoyang lidah via bambangpriantono.wordpress.com

Pada umumnya biaya makan di Dieng untuk sekali makan berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Akan tetapi karena masih banyak rumah makan yang tidak menyediakan daftar harga untuk para pengunjung sehingga ada banyak wisatawan yang mengaku membayar lebih dari kisaran harga yang ditetapkan. Agar kamu tidak kena “getok” pedagang, pastikan dulu kamu bertanya sebelum memesan.

Sudah sampai di Dieng, kamu wajib mencoba Mie Ongklok yang biasa dimakan dengan sate tahu plus Purwaceng yang terkenal sebagai makanan khas Dieng.

Urusan perut dan penginapan beres, sekarang saatnya jalan-jalan!

a. Awali perjalananmu dengan menikmati magisnya ketenangan Telaga Menjer.

Telaga ini juga cocok untuk pre wedding gak sih? via goresan-lensa.blogspot.com

Salah satu highlight keindahan alam Dieng adalah keberadaan Telaga Menjer yang kecantikannya akan membuat banyak orang berdecak kagum. Karena itu jika kamu memiliki kesempatan berkunjung ke Dieng,  jangan pernah melewatkan kesempatan untuk menjajaki keelokan telaga tersebut.

Panorama alam berupa bukit-bukit hijau yang di tengahnya terdapat telaga menjadikan tempat ini objek wisata paling diincar oleh banyak wisatawan. Untuk bisa masuk ke area telaga para pengunjung akan dikenakan biaya Rp 3.000. Sementara jika kamu ingin mencoba sensasi naik perahu motor berkeliling telaga, biayanya pun masih bersahabat dengan kantung yakni bervariasi antara Rp 10.000 – Rp 25.000.

b. Panjat Gardu Pandang Tieng agar kamu bisa merasakan sensasi hampir bisa merengkuh awan.

Sudah pernah berfoto dengan background awan kayak gini? via muthiakarima.blogspot.com

Bagi kamu yang fobia terhadap ketinggian, Hipwee sarankan untuk tidak datang ke sini. Akan tetapi, rugi rasanya jika tidak merasakan sensasi berada dekat dengan awan yang serasa bisa direngkuh dengan tangan. Berfoto di sisi gumpalan awan yang seperti gula-gula kapas adalah kegiatan wajib jika kamu mengunjungi Gardu Pandang Tieng.

Dari Gardu Pandang Tieng, kamu bisa melihat Gunung Sindoro secara lebih dekat. Selain itu pemandangan kota Dieng yang terlihat seperti miniatur kota dalam sebuah maket akan menjadi pelengkap keindahan memandang Dieng dari ketinggian. Berapa biaya yang kamu butuhkan untuk bisa menikmati keindahan ini? GRATIS.

c. Mengunjungi Candi Arjuna. Napak tilas bukti penyebaran agama pertama di Indonesia.

Candi Arjuna yang punya banyak cerita via narziz-abis.blogspot.com

Sebagai agama pertama di Indonesia tidak mengherankan jika banyak terdapat candi yang masih berdiri kokoh di seluruh pelosok Indonesia. Salah satu candi yang sampai saat ini masih eksis dan dijadikan objek wisata adalah Candi Arjuna yang terdapat di kawasan Dieng. Keberadaan candi ini sebagai objek wisata sukses menarik perhatian banyak wisatawan baik lokal ataupun mancanegara. Nah bagi kamu yang menggemari wisata sejarah wajib nih hukumnya datang ke Candi Arjuna yang super terkenal di Dieng tersebut. Tiket masuk ke area candi ini adalah sebesar Rp.5.000.

d. Malas naik gunung tapi ingin menjejakkan kaki di desa tertinggi di Pulau Jawa? Kunjungi Desa Sembungan saja!

Desa tertinggi di Pulau Jawa via ensiklopediaindonesia.com

Terletak di daerah ketinggian membuat apapun yang ada di Dieng jadi serba “tinggi”. Bahkan salah satu desa yang bernama Desa Sembungan dinobatkan sebagai desa tertinggi Pulau Jawa. Wow! Buat kamu yang ingin merasakan sensasi berada di ketinggian tanpa harus naik gunung dan mendaki, mengunjungi Desa Sembungan adalah pilihan tepat.

Berada di ketinggian 2.306 mdpl menjadikan Desa Sembungan terasa sangat dingin. Bagi kamu yang tertarik untuk mengunjungi desa ini jangan lupa membawa jaket tebal yah untuk menahan udara dingin yang menusuk tulang. Dalam sepanjang perjalanan menuju Desa Sembungan kamu akan menemui penduduk asli Dieng yang menahan dingin dengan cara mengenakan sarung menutupi wajah dan badan mereka.

e. Mengintip dapur magma bernama Kawah Sikidang. Si lava yang hobi meloncat seperti kijang.

Boleh foto-foto tapi jangan lama ya via sobondeso.blogspot.com

Kawah Sikidang adalah kawah vulkanik yang sangat terkenal di kawasan Dieng. Jika kamu berkunjung ke sini maka kamu akan melihat hamparan tanah tandus dengan bau belerang yang menyengat di hidung. Nama Sikidang berasal dari bahasa jawa “Kidang” yang berarti “Kijang.” Tidak heran kenapa kawah ini dinamakan demikian, sebab lava di kawah Sikidang kerap kali tampak bisa “meloncat” seperti kijang.

Di kawah Sikidang, kamu bisa berfoto dengan latar belakang kepulan asap dari kawah dan putihnya pemandangan di sekeliling. Walau tampak eksotis, tidak disarankan untuk berlama-lama di daerah ini karena bisa menganggu kesehatan pernapasan kamu. Tidak perlu merogoh kocek terlalu banyak karena untuk menikmati dapur magma ini pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp.4.000.

f. Menyaksikan sejarah Dieng di Dieng Plateau Theatre.

Pengetahuan tentang Dieng di DPT via dolanotomotif.com

Menyaksikan sejarah sebuah tempat yang kita datangi bisa menjadi sebuah kegiatan menarik yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Maka dari itu kalau kamu mau ingin tahu sejarah Dieng datanglah ke Dieng Plateau Theatre. Di bioskop ini kamu bisa menyaksikan berbagai dokumentasi seputar peristiwa alam Dieng. Tiket masuk ke bioskop ini hanya Rp.5.000. Harga yang murah bukan jika dibandingkan dengan informasi seputar Dieng yang akan kamu dapatkan?

g. Bukit Batu Pandang, tempatmu bisa menyisir indahnya Telaga Warna Dieng dari ketinggian.

Menikmati keindahan dua telaga beda warna via ferdinantchrist.blogspot.com

Ingin melihat pemandangan dua telaga beda warna sekaligus? Jika ya silahkan kunjungi Bukit Batu Pandang. Dari sana kamu bisa melihat keindahan dua telaga beda warna yang begitu ciamik berpadu jika dilihat dari ketinggian. Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk menikmati kecantikan alam ini karena tiap pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang Rp.10.000 untuk tiket masuknya.

h. Sewa perahu motor untuk menyusuri Telaga Cebong, si telaga di atas awan.

Telaga cantik itu bernama Telaga Cebongan via paketwisatatourdieng.com

Telaga Cebong adalah salah satu dari banyak telaga yang terdapat di Dieng. Telaga ini berada di Desa Sembungan yang tadi seperti Hipwee beritahukan telah dinobatkan sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Maka tidak heran jika kemudian telaga ini mendapat julukan sebagai teaga di atas awan.

Untuk masuk ke Telaga Cebongan, kamu hanya perlu membayar Rp.5.000 saja untuk tiket masuk. Namun, tidak ada angkutan umum yang bisa membawamu ke sini. Kamu bisa menyewa ojek atau menyewa mobil jika ingin berkunjung ke Telaga Cebong. Jangan ragu bertanya kepada pengelola homestay yang kamu tempati. Mereka akan dengan senang hati membantu.

i. Wajib hukumnya mengunjungi Telaga Warna. Jadilah saksi hidup berubahnya penampakan permukaan air dengan mata-kepalamu sendiri.

Perubahan warna di telaga warna yang menarik perhatian wisatawan via wahidayatulaswa.blogspot.com

Telaga Warna adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Dieng. Objek wisata ini menjadi sangat populer karena konon warna air di telaga ini bisa berubah-ubah: terkadang warnanya hijau, kuning, atau sewaktu-waktu menjadi warna pelangi.

Perubahan warna pada telaga tersebut didiga karena kandungan sulfur yang sangat tinggi sehingga ketika terkena matahari membuat warna air di telaga berubah. Tidak hanya uniknya perubahan warna, di objek wisata ini kamu juga bisa menikmati hijaunya pepohonan yang mengelilingi telaga. Khusus untuk tempat wisata yang satu ini pengelola akan mengenakan biaya tiket masuk sebesar Rp.7.500.

j. Pamungkasnya, bungkus perjalananmu dengan bangun pagi untuk menyambut cahaya keemasan nan cantik dari Bukit Sikunir.

Gold sunrise di bukit sikunir via otiket.info

Jika kamu perhatikan di poster-poster trip ke Dieng maka bukit Sikunir masuk ke dalam top list tempat yang harus dikunjungi saat berlibur ke sini. Dari bukit ini kamu akan mendapat momen tidak terlupakan yakni mengabadikan terbitnya matahari dari sudut terindah. Kalau Jawa Timur punya Gunung Bromo sebagai spot berburu matahari terbit maka Jawa Tengah punya Bukit Sikunir. Bahkan karena keindahannya orang menamakan tempat ini sebagai “golden sunrise“.

Harga tiket masuk yang diperlukan untuk menyaksikan keindahan matahari terbit ini pun tidak mahal hanya sebesar Rp.5.000 saja. Jika ingin melihat indahnya matahari terbit dari Bukit Sikunir, kamu harus bangun sekitar pukul 3 dini hari. Kemudian kamu bisa berjalan kaki, menyewa mobil atau ojek juga bisa — untuk kemudian mengantarmu ke kaki bukit. Selanjutnya? Trekking mini demi menjemput indahnya cahaya keemasan yang mempesona mata. Saat bisa melihat golden sunrise, rasanya semua kelelahan mendaki terbayar lunas…..

Perkiraan biaya berlibur di Dieng.

Day 1

Bis Jakarta – Wonosobo Rp 80.000

Angkot ke Terminal kecil Rp 3.000

Mikrobus Wonosobo – Dieng Rp 10.000

Makan siang Rp 15.000

Makan malam Rp 15.000

Total = Rp 123.000

Day 2

Penginapan Rp 150.000: 2 = Rp 75.000

Makan siang Rp 15.000

Makan malam Rp.15.000

Tiket masuk tempat wisata (telaga menjer, gardu pandang tieng, candi arjuna, kawah sikidang) Rp 12.000

Total = Rp 120.000

Day 3

Penginapan Rp 150.000: 2 = Rp 75.000

Makan siang Rp 15.000

Makan malam Rp 15.000

Tiket masuk tempat wisata (Dieng pletau theatre, bukit pandang, telaga cebong, telaga warna, bukit sikunir) Rp 32.500

Total = Rp 137.500

Day 4 (Estimasi pulang dengan kereta api)

Kendaraan ke Wonosobo Rp 13.000

Bus Wonosobo – Purwokerto Rp 20.000

Kereta api ke Jakarta Rp 100.000 (eko)

Makan siang + malam Rp 25.000

Total = Rp 158.000

                                                                                                                  Total Biaya = Rp 538.500

  • Keterangan di atas belum termasuk bisa lebih murah dan lebih mahal tergantung dari situasi saat kamu berpergian.
  • Asumsi penulis pihak penginapan memberi sarapan sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk makan pagi.

Itu tadi tips dan trik jalan-jalan hemat ke Dieng dari Hipwee untuk kamu semua. By the way ada lagi gak nih cara yang lebih murah daripada yang Hipwee kasih? Kalau ada jangan ragu-ragu untuk share ya siapa tahu berguna bagi pembaca yang lainnya. Akhir kata selamat berlibur ya…