Kebebasan wanita muslimah di beberapa kota di Prancis akhir-akhir ini semakin terkungkung. Pemerintah Nice akhir Juli lalu mengukuhkan ketetapan Wali kota Cannes tentang melarang pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh atau yang populer disebut burkini di seluruh pantai yang ada di kota tersebut. Pro kontra tentu nggak bisa dihindarin atas adanya peraturan ini. Namun, pemerintah benar-benar serius terkait penggunaan burkini tersebut.

Serangan teror akhir-akhir ini semakin membuat pemerintah Prancis semakin keras terhadap umat beragama Islam

Muslimah berburkini di pantai via i2.cdn.turner.com

Pelarangan burkini di Nice, Prancis ini terjadi setelah insiden pada Juli lalu. Sebuah truk secara membabi buta menabrak kerumunan orang yang sedang merayakan hari Bastille di jalan. Puluhan jiwa pun melayang karenanya. Serangan teroris yang sering dikaitkan dengan agama Islam ini membuat pemerintah semakin berhati-hati. Dan penggunaan burkini ini diklaim sebagai pemihakan keagamaan “secara terang-terangan” dan dapat memicu keresahan. Ya, teror yang terjadi akhir-akhir ini seakan membuat Prancis menjadi sasaran kaum militan berhaluan Islam.

Hanya mencoba menikmati pantai sambil bersantai, Siam harus berurusan dengan 4 polisi

Polisi memerintahkan seorang muslimah untuk melepas burkininya via i.dailymail.co.uk

Pro kontra tentang burkini ini menjadi sorotan dunia setelah foto-foto beberapa polisi di salah satu pantai di Nice yang memaksa seorang wanita paruh baya bernama Siam melepaskan burkininya. Muslimah tersebut padahal hanya menikmati pantai sambil tiduran. Siam hanya punya dua pilihan. Melepaskan burkininya dan membayar denda atau meninggalkan pantai.

Muslimah yang dipermalukan di depan umum, karna stigma terhadap agamanya

Advertisement

Polisi meminta Siam melepaskan burkininya via metrouk2.files.wordpress.com

Kamu pasti bisa ngerasain gimana rasanya disuruh ngelepas pakaian yang menutup aurat kamu di depan umum. Benar-benar dipermalukan. Begitu juga yang dirasain Siam. Kejadian ini membuat dirinya menjadi perhatian orang-orang disekitarnya. Hanya karena pakaian yang digunakan untuk menutup auratnya. Kewajiban yang dilakukan demi agamanya, dihancurkan di mata orang banyak.

Padahal burkini nggak hanya dipake sama umat muslim aja, tapi juga mereka yang lebih nyaman saat menggunakan pakaian tertutup

Burkini vs Wetswit via montreal.ctvnews.ca

Burkini dianggap sebagai pemicu keresahan di kalangan masyarakat Prancis. Masyarakat yang masih trauma terhadap beberapa kejadian yang menimpa Nice beberapa waktu lalu membuat mereka semakin pobia terhadap agama Islam. Padahal burkini bukan menandakan bahwa seseorang adalah Islam, tapi burkini adalah pakaian bagi mereka yang nggak pengen menggunakan pakaian terbuka saat ada di pantai. Nggak sedikit kok non muslim yang memakai burkini di pantai. Bahkan penjualannya laris manis. Dan sebenernya kalau dibandingkan, burkini nggak beda jauh kok sama wetswit yang dipakai buat berenang. Cuma burkini lebih longgar aja.

Pembatasan terhadap Umat Islam di Prancis, bukankah sama aja dengan melanggar hak asasi mereka?

Pembatasan Hak Umat Muslim di Prancis via blogs.reuters.com

Pelarangan terhadap pemakaian burkini ini bukan pertama kalinya dialami umat Islam di Prancis. Sebelumnya di tahun 2011, Prancis jadi negara pertama di Eropa yang melarang pemakaian burka, atau jilbab yang menutup seluruh wajah penuh, serta niqab, jilbab atau cadar yang menutupi sebagian muka.

Semoga nggak ada lagi pembatasan hak bagi umat Muslim ya, terorisme bukan berarti Islam, tetapi kejahatan yang bahkan Islam ikut mengecam.