Pengantin Jawa selalu identik dengan paesnya yang menghiasi dahi mempelai wanita. Paes adalah lukisan berwarna hitam atau hijau yang dibuat mengikuti garis-garis pakem dan menuruti tumbuhnya rambut dahi pengantin wanita. Paes inilah yang menjadikan pengantin Jawa terlihat lebih anggun (bagaimanapun bentuk wajahnya) dan merupakan simbol tradisi yang tak lekang oleh waktu. Buktinya, sampai sekarang paes masih dilirik menjadi riasan pengantin Jawa.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, riasan pengantin Jawa mengalami modifikasi. Ada yang menggabungkannya dengan paes busana modern, dan ada pula yang menolak pakai paes. Untuk kamu yang berhijab, tantangannya semakin luas lagi. Sebagai orang Jawa, kadang yang berhijabpun masih ingin nguri-uri tradisi. Maka, perlu dicari jalan tengahnya, misalnya dengan memasukkan unsur Jawa dengan memakai kebaya beludru warna hitam, memakai hiasan kembang goyang, dan sebagainya. Selamat mencoba.

1. Tanpa paes, dengan hijab berwarna keemasan dipadu dengan kebaya hitam beludru, dijamin semua tamu akan terpesona terpaku

hijab keemasan via gayapopuler.com

Menjadi pengantin Jawa berhijab itu nggak susah kok. Dengan mengusung kebaya hitam beludru dan melati yang menghiasi kepala juga sudah cukup. Hijab bisa tetap kamu pakai tanpa mengenakan paes. Siap berdiri berbahagia di pelaminan, bukan?

2. Memasukkan unsur Jawa dalam bentuk kebaya hitam dan melati tibo dodo, tak mengapa misalpun kamu berhijab

kebaya kutu baru berhijab via astridputrinda.blogspot.co.id

Advertisement

Kebaya kutu baru berhijab seperti contoh di atas juga bisa kamu pakai untuk mendampingi hari bahagiaamu lho. Untukmu yang berhijab, bagian leher bisa ditutup dengan renda-renda cantik dan ditambah dengan untaian veil yang menawan. Jangan lupakan melati yang menghiasi busanamu agar kesan Jawa tidak hilang.

3. Memasukkan kembang goyang di hiasan kepala dan kebaya beludru dijamin orang langsung tahu kamu adalah pengantin Jawa meskipun berhijab

Menambahkan aksen kembang goyang yang memang dilakukan di pengantin Jawa juga bisa dilakukan. Akan lebih cocok kalau perbedaan tinggi pengantin perempuan dan laki-laki cukup jauh, sehingga bisa menyeimbangkan. Konsultasikan dengan perias kamu untuk menemukan gaya yang cocok tanpa perlu melepas hijabmu.

4. Busana Kanigaran khas Jogja tetap bisa ditampilkan kok, meskipun kamu tak berpaes dan berhijab

Kanigaran Jogja via astridputrinda.blogspot.co.id

Mengenakan busana Kanigaran dan segala aksesorisnya tetap bisa dilakukan, meskipun kamu berhijab dan menolak memakai paes. Misalnya dengan contoh gambar di atas itu, busana Kanigaran bisa lengkap dipakai dengan aksen kepala yang tetap menonjolkan bentuk Jawa.

5. Konsep Jawa juga bisa diakali dengan si suami memakai beskap khas Jawa. Padukan dengan busana yang cocok di mempelai wanita

paduan yang pas via www.remajaupdate.com

Beskap Jawa yang dikenakan pengantin cowok juga secara langsung akan membuat sepasang pengantin terlihat elegan dan menarik. Meskipun pengantin wanitanya kurang ‘nJawani‘, tetap saja kesan Jawa akan tersampaikan dengan padu-padan seperti ini.

6. Atau biarkan fokus busana ada di bagian lehermu yang penuh dengan pernak-pernik yang menarik di mata. Hijab simpel pun nggak masalah

tanpa banyak hiasan kepala via astridputrinda.blogspot.co.id

Kalau busanamu sudah cukup banyak pernak-pernik yang berkilau, nggak ada salahnya sedikit menyederhanakan hijab yang kamu pakai. Semuanya sudah terwakili oleh busana kok. Kesan Jawa juga tetap ada ketika kamu memadukannya dengan beskap yang dipakai oleh mempelai pria. Tetap anggun dan berkesan.

7. Mengganti paes dengan renda perlik di bagian hijab bisa menjadi hal yang menarik ketika bagian busanya yang lain tak hilang ‘Jawa’nya

cantik meskipun tanpa paes via agendanisa.blogspot.co.id

Dengan kebaya beludru, melati tibo dodo dan hiasan kepala khas pengantin Jawa rasanya cukup untuk menampilkan kesan Jawa untukmu dan pasangan. Tidak perlu paes kalau bagimu kurang cocok. Tetap cantik bukan?

8. Aksen sayap samping di bagian pundak juga nggak bikin kehilangan aksen Jawanya meskipun kamu berhijab. Bagaimana? Tertarik?

Untuk kamu yang berani tampil beda, tak ada salahnya melengkapi pesona bajumu dengan bentuk sayap di bagian pundak. Seperti contoh ini nih. Dia berhijab tetapi tidak kehilangan aura Jawa-nya.

Nah, jadi sudah ada bayangan kan? Bahwa menjadi pengantin Jawa itu tidak selalu berpaes? Bagi yang berhijab pun bisa lho diakali dan tetap terlihat cantik dan anggun. Bagaimana? Mau coba?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya