Nendra Rengganis
Kepada Gadis yang Selalu Berlindung di Balik Tameng, “Aku Baik-baik Saja”
Ungkapan, baik-baik saja bukan jimat. Sebab ternyata hidup toh terlalu laknat
Sampai Tiba Hari Saat Aku Bisa Bangun di Sisimu
Semoga saat itu segera tiba. Hari di mana wajahmulah yang kutemukan saat pertama membuka mata.
Aku Memilih Berjuang Tanpa Banyak Kata. Bukankah Cinta yang Tak Lantang Justru Tidak Reda-reda?
Cintaku tidak lantang, Sayang. Tapi bukankah cinta yang tidak lantang justru tidak reda-reda?
Maaf Ma, Aku Tidak Punya Baju Lebaran yang Baru
Menjual pakaian dengan harga di luar kewajaran sebenarnya tak lebih dari kejahatan.
Tentang Kamu dan Harapan-harapan yang Berhenti Saya Panjatkan
Kamu adalah doa yang saya akhiri rapalnya sebelum mendapatkan jawaban.
Aku Sudah Berjuang Sekuat Ini. Apa Kamu Memang Tak Punya Hati?
Berenanglah dalam matanya, cobalah berjalan di hatinya jika bisa. Kau akan menemukan jejakmu di mana-mana.
……Saya Memilih, Berhenti di Kamu
Berhenti di kamu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat.
Jika Hijab Adalah Perjalanan Hati, Haruskah Kita Mengomentari Mereka yang Rambutnya Belum Ditutupi?
Bukankah ini bukan cuma soal baik-benar, surga-neraka — tapi juga soal hati?
Surat Terbuka Untuk Penutur Bahasa Bengali & Urdu yang Baik Hati. Dari Nilai Kemanusiaan yang Perlu Dijembatani
Sebagai sesama manusia hanya ini yang bisa kami upayakan demi menyuarakan kepedulian dan mengetuk hati.