Mulutmu, harimaumu”

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkataan seringkali menjadi awal mula dari konflik. Meski hanya bisa terdengar, namun perkataan memiliki kemampuan untuk menyakiti lebih dari yang disebabkan oleh sesuatu yang terlihat. Bicara perihal menjaga lisan, ada satu hal yang perlu kita perhatikan dalam menyebut atau memanggil seseorang, tidak boleh sembarangan. Sebenarnya dalam Bahasa Indonesia sendiri, ada yang namanya majas eufimisme yang berfungsi sebagai filter penghalus kata atau kalimat yang mungkin harus lebih sering kita gunakan.

Advertisement

Misalnya ungkapan meninggal dunia sebagai pengganti kata mati yang seringkali salah kaprah dialamatkan kepada manusia. Kali ini Hipwee News & Feature akan memberikan kamu panduan menyebut 10 sebutan orang ini agar terdengar lebih halus, sopan, dan yang paling penting yaitu tidak menyakiti.

1. Meski memiliki arti yang sama, tapi sebutan tuli untuk mereka yang memiliki keterbatasan dalam mendengar kurang begitu sopan. Gantilah dengan Tuna rungu

Biar sopan via apessay.com

2. Begitu pula dengan sebutan mereka yang punya keterbatasan dalam berbicara aliat bisu atau gagu. Perhalus ungkapan untuk mereka dengan Tuna wicara

Jaga kesopanan via suaramahasiswa.com

3. Untuk menyebut mereka yang tidak bisa melihat pergunakanlah ungkapan Tuna netra yang terdengar lebih halus

Lebih halus via www.independent.co.uk

4. Seseorang yang senantiasa menjaga lisannya juga mencirikan sosok yang berbudi. Ganti kebiasaanmu menyebut mereka yang yang memiliki cacat fisik dengan sebutan Tuna daksa atau difabel

Difabel via www.viva.co.id

5. Begitu pula dengan mereka yang memiliki keterbelakangan mental. Jangan pernah sebut mereka idiot, gantilah dengan menyebutnya Tuna grahita

Tuna grahita

6. Meski terdengar sudah halus, tapi ada sebutan yang lebih halus untuk mereka yang tidak bisa baca tulis atau buta huruf dengan Tuna aksara

Tidak bisa baca tulis via pelita8.com

7. Kita sering membicarakan gelandangan yang berada dipinggir jalan, tapi tahukah kamu kalau ada penyebutan lebih halusnya…

8. Begitu pula dengan asisten rumah tangga atau yang lebih familiar dengan sebutan pembantu. Eufimisme dari pembantu yaitu Pramuwisma

9. Pengangguran adalah kondisi di mana orang yang tidak memiliki pekerjaan. Daripada mendapati mereka tersinggung dengan penyebutan itu lebih baik perhalus ungkapan kepadanya

Penganggur via go.stp-bandung.ac.id

10. Begitu pula mereka yang berprofesi sebagai PSK atau pelacur, sebutan untuk mereka bisa kamu perhalus agar mereka tidak menyinggung

Itulah panduan memperhalus penyebutan terhadap seseorang yang dalam kondisi tidak beruntung. Sejatinya masih banyak lagi eufimisme untuk penyebutan hal lainnya yang bisa kamu telusuri sendiri di buku atau mesin pencarianmu terkait ilmu linguistik, khususnya stilistika.

Sejatinya tidak hanya dalam penyebutan itu saja yang mesti dijaga, melainkan juga apapun yang keluar dari lisan kita. Sebab sebagaimana peribahasa ”terkadang, lidah bisa lebih tajam dari pedang” ia bisa melukai siapa saja. Nah sebelum hal-hal tidak diinginkan terjadi kepadamu, jagalah setiap ucapanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya