Melihat secara langsung hewan raksasa seperti paus memang mungkin jadi pengalaman sekali seumur hidup yang nggak bakal terlupakan. Di kebun binatang biasa pun, hewan ini sangat jarang ditemui. Awal minggu ini, tepatnya Senin (13/11) kemarin, 10 ekor paus sperma dilaporkan terdampar di perairan kawasan Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar. Sontak, peristiwa ini langsung jadi tontonan warga sekitar. Wajar saja, sebagaimana dilansir dari Antara, jelas banyak orang yang ingin melihat lebih dekat dan mengabadikan momen terdekat mereka dengan salah satu mamalia terbesar di dunia ini.

Banyak warga yang sampai naik ke punggung paus-paus yang terdampar untuk berfoto via www.antaranews.com

Meskipun rasa penasaran tersebut bisa dipahami, namun satu hal yang mungkin masih seringkali dilupakan oleh orang-orang di negeri ini adalah fakta bahwa hewan seperti paus sperma adalah hewan langka yang harus diselamatkan dan dilindungi. Bukan cuma sasaran selfieApalagi kejadian ini sebenarnya bukan pertamakali terjadi di Indonesia atau Aceh. Tahun 2016 yang lalu, seekor paus sepanjang 8 meter juga terdampar di Pantai Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh dan tidak bisa diselamatkan. Sama seperti nasib nahas sebelumnya, 4 dari 10 kawanan paus langka kemarin juga akhirnya mati.

Advertisement

Selang sehari dari kejadian Ujong Batee, seekor paus orca juga ditemukan terdampar di pesisir pantai daerah Marlborough, New Zealand. Bedanya, nyawa paus ini dapat diselamatkan. Kok semakin banyak ya paus yang terdampar di permukaan?! Yuk simak info selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Dari 10 paus sperma yang terdampar di Aceh, 2 diantaranya terdampar dalam keadaan mati sedangkan 2 lainnya akhirnya mati dalam proses evakuasi

Warga sibuk selfie dan menaiki paus=paus yang sudah mati via news.detik.com

Kabar ini pertama kali disiarkan lewat cuitan akun Twitter resmi World Wide Fund (WWF) Indonesia. Dalam unggahan itu disertakan foto tampak atas paus-paus tersebut terdampar. Puluhan warga juga terlihat menggerombol dan sibuk ber-selfie atau swafoto sebagaimana dikemukakan dalam laporan Antara.

Dwi Aryo Tjiptohandono, Marine & Fisheries Campaign & Communications Coordinator WWF Indonesia mengatakan, 6 paus berhasil selamat dan kembali ke laut. Namun 4 lainnya gagal diselamatkan. Selasa (14/11) pagi, tim WWF juga terus memantau 6 paus yang selamat untuk memastikan mereka benar-benar berenang menjauhi bibir pantai dan tidak menunggu 4 anggotanya yang tak selamat.

Meski belum jelas sebab paus-paus itu ‘nyasar’ sampai terdampar, tapi dugaan sementara adalah karena ada anggota kelompok paus yang sakit

Belum jelas sebab pastinya via www.abc.net.au

Advertisement

Sebagai manusia tentu kita atau para ahli sekalipun, tak bisa benar-benar memastikan apa sebab sekawanan paus itu terdampar. Manusia cuma bisa berasumsi berdasarkan teori-teori. Kalau menurut Kepala Bidang Perairan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Nurmahdi, dilansir dari BBC, paus-paus itu bisa terdampar karena mulanya ada anggotanya yang sakit. Mengingat paus sperma adalah spesies paus setia dan selalu berkelompok, maka tak heran jika jumlah yang terdampar cukup banyak.

Senada dengan Nurmahdi, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP Unsyiah), Prof. Dr. Adlim MSc, dilansir Tribun, juga mengungkap hal itu sebagai salah satu kemungkinan sebab. Selain itu, Adlim berasumsi bisa jadi gerombolan itu sedang bermigrasi. Karena kelelahan akhirnya terdampar. Kemungkinan lain adanya sistem navigasi yang kacau. Disamping faktor-faktor yang menyebabkan kawanan paus ini terdampar, metode penyelamatan yang kurang profesional dan masih sangat dasar juga ditengarai jadi sebab kematian paus-paus sperma ini.

Lain halnya dengan di New Zealand. Satu paus terdampar aja sampai melibatkan personel tentara dari berbagai negara

Ya, mungkin sebagai perbandingan aja, ‘kan siapa tahu bisa untuk bahan evaluasi. Kemarin (12/11) di Marlborough, New Zealand, seperti dilansir BBC, terdapat seekor paus orca yang di terdampar di pesisir pantai Marfells. Sontak, gabungan tim penyelamat yang terdiri dari charity Project Jonah, Departemen Konservasi, dan 25 tentara asal New Zealand, Amerika, Kanada, Australia tergerak untuk menyelamatkan paus ini. Petugas medis juga ada di lokasi untuk memantau kondisi paus itu. Setelah 24 jam terdampar, akhirnya paus tersebut berhasil dikembalikan ke laut setelah digalikan parit di bawah tubuhnya agar ia bisa tenggelam lebih dalam. Sebuah perahu juga digunakan untuk menariknya ke laut.

Melihat seringnya kejadian paus atau ikan besar terdampar di pesisir pantai Indonesia, seharusnya pemerintah tergerak untuk mengoptimalkan baik peralatan atau sumber daya manusianya jika suatu saat ada kejadian serupa. Bukan cuma pemerintah, kita juga harus lebih rajin mengedukasi diri tentang spesies-spesies langka yang hidup di sekitar kita ya guys! Biar tahu tindakan yang tepat jika menghadapi peristiwa seperti ini, bukan selfie doang!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya