Seorang perempuan bernama Ulfa yang mengaku sebagai paranormal, baru-baru ini mendadak jadi sensasi. Pasalnya, ia mengaku bisa menghidupkan kembali Julia Perez alias Jupe yang meninggal pada tanggal 10 Juni 2017 lalu. Jelas banyak orang yang skeptis dan tidak percaya pada ceritanya yang memang tidak masuk akal. Namun terlepas dari kisah paranormal Ulfa yang sensasional, menghidupkan orang mati sebenarnya memang sedang jadi perdebatan di dunia keilmuan. Bukan ilmu gaib ala paranormal, tapi ilmu pasti yang bisa dihitung dengan rumus dan diuji coba di laboratorium.

Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Bioquark, telah memulai sebuah penelitian kontroversial untuk mencari cara menghidupkan kembali orang yang sudah dinyatakan ‘brain-dead‘ atau otaknya mati. Biasanya dengan kondisi seperti ini, orang sudah dinyatakan meninggal secara medis. Sebagaimana dilansir dari Business Insider, perusahaan ini yakin masih ada celah untuk membangkitkan kembali syaraf-syaraf otak yang sudah mati.

Advertisement

Tapi penelitian yang ‘melawan’ takdir ini memang disambut ‘dingin’ oleh banyak kalangan ahli lain. Ada yang skeptis akan keberhasilan metodenya, sampai ada yang juga bilang ini tidak etis karena bisa memberikan keluarga harapan palsu. Wah sulit juga ya, simak deh kisah selengkapnya bareng Hipwee News & Feature.

Penelitian kontroversial ini dilandasi oleh kemajuan teknologi stem-cell atau jaringan dalam pengobatan medis. Bioquark ingin menyuntikkan jaringan otak buatan untuk gantikan yang mati

Stem cell yang dikembangkan di lab, rencananya disuntikkan ke tubuh pasien yang brain-dead via nextshark.com

Teknologi stem-cell memang sudah jadi terobosan penting dalam pengobatan medis. Dari penyakit seperti diabetes, jantung, dan stroke, semua kini memiliki alternatif pengobatan stem-cell yang cukup efektif. Bioquark tampaknya ingin mendorong teknologi stem-cell ini sampai batas maksimal. Bukan cuma memperbaiki sel yang rusak, tapi menumbuhkan kembali sel-sel yang sudah mati.

Rencananya, Bioquark akan menyuntikkan stem-cell ke syaraf tulang punggung pasien yang telah dinyatakan brain-dead. Karena semua syaraf di otak memang terhubung ke sistem syaraf tulang punggung, stem-cell diharapkan bisa membentuk neuron baru dan menyebarnya sampai ke otak. Menjamin terhubungnya kembali syaraf baru ke otak inilah yang dipandang pesimis oleh banyak kalangan ahli. Bahkan ada yang bilang metode ini tingkat keberhasilannya mendekati 0%, alias tidak mungkin.

Kalaupun otak bisa ‘diaktifkan’ kembali, itu tidak serta merta berarti menghidupkan orang yang sudah mati. Bioquark sendiri mengakui, setelahnya semua masih misteri

Tak ada yang menjamin orang bisa benar-benar bangun atau kembali berjalan via classic105.com

Advertisement

Kalaupun jaringan syaraf baru yang dikembangkan secara buatan itu bisa mencapai otak, tidak berarti orang itu akan hidup kembali. Kemampuan fisik seperti apa yang bisa ‘dikembalikan’, juga jadi misteri besar yang tidak bisa dijawab oleh siapapun. Inilah yang tidak etis menurut banyak kalangan ahli yaitu memberi harapan palsu. Karenanya penelitian Bioquark ini masih dianggap ‘gila’ dan memiliki landasan ilmu yang tidak kuat.

Percobaan pertama Bioquark di India yang dimulai pada tahun 2016 kemarin, akhirnya ditutup karena masalah perizinan. Dalam percobaan tersebut, Bioquark juga gagal mendapatkan pasien untuk uji coba. Bahkan sampai sekarang metode Bioquark ini juga belum pernah diujicobakan ke sampel hewan. Meski menurut CEO Bioquark, perusahaannya sudah mendapatkan izin lokasi kedua di Amerika Latin, wajar saja sih banyak yang skeptis.

Ya berita ini memang buat sekadar pengetahuan saja sih. Ternyata memang ada sekelompok ahli yang serius meneliti kemungkinan untuk bisa menghidupkan kembali orang yang sudah dinyatakan meninggal. Terutama dengan segala kemajuan teknologi yang tampaknya membuat manusia semakin percaya, bahwa memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Tapi bisa dilihat sendiri sih dari kasus Bioquark ini, sepertinya kita masih harus menyerahkan masalah hidup dan mati hanya pada Tuhan semata.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya