Sering Disepelekan, Inilah 4 Dampak Jangka Panjang Anemia pada Remaja

Dampak anemia

Sekarang kita sudah tahu perbedaan antara anemia dan tekanan darah rendah. Ada banyak penyebab anemia, tetapi, yang paling umum terjadi adalah karena kurangnya zat besi dalam tubuh. Kamu juga sudah tahu bahwa remaja, khususnya remaja putri yang sudah mengalami menstruasi, adalah salah satu kelompok usia yang rentan banget terkena anemia.

Sebenarnya, anemia akibat kekurangan zat besi itu bisa dicegah, kok. Sayangnya, belum banyak yang menganggap anemia sebagai gangguan kesehatan serius yang harus ditangani, apalagi bagi remaja. Mungkin banyak juga orang tua yang berpikir bahwa “Ah, nanti juga sembuh sendiri kalau sudah gede”. Padahal, kalau dibiarkan terus-terusan, anemia pada remaja ini bisa membawa pengaruh jangka panjang juga, lho. Beberapa dampak anemia ini harus banget kamu perhatikan.

1. Anemia membuat daya tahan tubuh rendah, sehingga membuat kamu rentan terkena infeksi

mudah sakit karena daya tahan tubuh lemah via www.istockphoto.com

Kamu pasti sudah tahu ‘kan kalau tubuh kita punya sistem imun yang tugasnya memerangi kuman dan virus penyakit? Nah, penelitian menunjukkan bahwa zat besi sangat berpengaruh pada proses pembentukan sistem imun tubuh kita. Kurangnya zat besi, akan berpengaruh pada kemampuan pembiakan sel-sel imun, khususnya limfosit. Karenanya, kekurangan zat besi akan membuat kinerja sistem imun dalam tubuhmu menjadi kurang optimal. Akibatnya, daya tahan tubuhmu jadi rendah dan rentan terkena infeksi.

2. Anemia juga menurunkan daya konsentrasi. Dalam jangka panjang, kamu bakal kesulitan mengejar prestasi

Susah konsentrasi via www.istockphoto.com

Selain berpengaruh pada daya tahan dan kebugaran tubuh, anemia juga mengganggu proses kognisi, lho. Soalnya, anemia bisa menurunkan daya konsentrasi. Menurut publikasi WHO yaitu Nutritional Anaemias: Tools for Effective Prevention and Control, kurangnya zat besi ini bisa membuat perubahan pada struktur dan fungsi otak. Hal ini bisa berefek pada daya konsentrasi yang buruk, dan juga kemampuan kognisi serta perkembangan psikomotor yang kurang. Itulah kenapa remaja dengan anemia biasanya memiliki kesulitan belajar.

3. Karena anemia membuatmu cepat lelah, kebugaran tubuhmu juga bakalan terganggu

Tubuh jadi nggak bugar via www.istockphoto.com

Kita membutuhkan energi untuk beraktivitas. Sedangkan untuk menghasilkan energi, tubuh kita memerlukan asupan oksigen dalam proses metabolisme. Nah, karena kekurangan hemoglobin, sel-sel tubuh juga nggak bisa mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Akibatnya, energi yang dihasilkan pun nggak maksimal. Itulah kenapa anemia membuat kamu gampang lemah. Kalau sudah begitu, kamu jadi nggak punya energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari, apalagi olahraga untuk menjaga kebugaran. Padahal olahraga itu sangat penting, bukan?

4. Selain ketiga dampak itu, anemia kekurangan zat besi juga berdampak buruk pada remaja yang mengalami kehamilan

Meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan via www.istockphoto.com

Remaja memang bukan usia yang ideal untuk melahirkan dan menjadi ibu. Namun, harus diakui bahwa sampai saat ini Indonesia masih menghadapi banyak masalah terkait kehamilan remaja ataupun pernikahan dini. Mau nggak mau, hal ini juga harus dipikirkan jika kita bicara tentang anemia. Pasalnya, anemia membawa dampak buruk untuk remaja hamil, seperti:

1. Berpotensi melahirkan prematur

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh The Balkan Medical Union, ditemukan bahwa semakin rendah kadar hemoglobin pada remaja hamil, semakin tinggi pula prosentase kelahiran prematur, yang mana 9% kelahiran prematur terjadi saat kadar hemoglobin di angka 9-7 mg dl dan meningkat jadi 15% saat hemoglobin ada di angka 7-4 mg dl.

2. Bayi yang dilahirkan berpotensi memiliki berat badan yang rendah

Berat badan adalah salah satu indikator untuk menentukan bayi yang baru lahir itu sehat atau nggak. Kalau berat bayi di bawah 2,5kilogram, berarti ia mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Nah, penelitian menemukan bahwa kejadian BBLR ini terkait erat dengan anemia selama masa kehamilan.

3. Kematian Ibu dan janin

Remaja hamil yang mengalami anemia memiliki risiko komplikasi yang lebih besar sebelum dan saat persalinan. Hal ini, mau nggak mau, meningkatkan risiko kematian bagi remaja putri yang melahirkan. Kabar buruknya, riwayat anemia saat kehamilan ini dapat berulang kembali pada kehamilan berikutnya.

4. Anemia membuat kemampuan remaja perempuan untuk bertahan dari pendarahan saat persalinan menurun

Persalinan adalah momen yang krusial bagi perempuan, apalagi bagi remaja yang secara biologis maupun psikologis belum siap. Pada persalinan, ada kemungkinan terjadi pendarahan. Anemia yang terjadi pada remaja hamil, akan menurunkan kemampuan tubuh untuk bertahan dari pendarahan ini.

 

Itulah beberapa dampak buruk anemia yang sering kali disepelekan. Khususnya bagi remaja, selain dampak jangka panjang yang berbahaya, anemia juga bisa jadi penghalang untuk mengejar prestasi lho. Baik prestasi akademik maupun akademik. Karena remaja yang seharusnya menjadi masa aktif melakukan ini dan itu, justru diisi dengan rasa lelah yang berkepanjangan.

Namun, jangan khawatir, karena anemia itu bisa dicegah kok. Caranya dengan menjaga asupan gizi seimbang, mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, serta mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) atau Weekly Iron Acid (WIFA). Apa sih TTD itu? TTD adalah suplemen gizi yang berisi zat besi dan asam folat. Aman dikonsumsi secara rutin setiap satu minggu sekali, TTD akan membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Nggak usah takut tekanan darahmu jadi tinggi kalau mengonsumsi TTD. Ingat, anemia berbeda dengan tekanan darah rendah, lho.

Ditinjau oleh: dr. Haryo Dimasto Kristiyanto

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.