Tiap kali bumi pertiwi diguncang gempa atau bencana alam lainnya, keberadaan sosok Sutopo Purwo Nugroho selalu bisa menenangkan warga yang kalang kabut mencari informasi yang dapat diandalkan.Sebagai Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beliau selalu aktif memberikan informasi dan konfirmasi terkait bencana di Indonesia melalui media sosial, salah satunya Twitter @Sutopo_PN. Tapi dibalik semangatnya, ternyata beliau sedang berjuang melawan penyakit kanker paru-paru stadium 4B yang baru diketahuinya awal tahun 2018 lalu.

Kanker paru-paru memang termasuk salah satu jenis kanker yang paling sulit untuk dideteksi dini. Kebanyakan penderita baru mengetahui kondisinya setelah stadium lanjut. Di stadium akhir, kanker sudah menyebar ke organ-organ lain sehingga sangat mematikan. Istri pelawak senior, Indro Warkop, juga baru saja berpulang karena penyakit ini. Di samping kanker paru-paru, ternyata ada beberapa jenis kanker lain yang juga sama sulitnya untuk dideteksi dini. Padahal deteksi dini itu kunci utama untuk meningkatkan harapan hidup menghadapi kanker. Kita harus waspada dengan jenis kanker yang seperti itu. Hipwee News & Feature sudah merangkumnya lho. Yuk baca bersama~

1. Kanker paru-paru sulit dideteksi karena paru-paru berisi udara dan ketika ada jaringan besar yang tumbuh di dalamnya, kita akan sulit merasakannya

Kanker paru-paru sulit dideteksi dini. Kebanyakan sudah di stadium akhir baru menyadari via www.everydayhealth.com

Advertisement

Biasanya, kanker paru-paru diidentikkan dengan rokok. Banyak yang mengira kalau hanya perokok yang bisa mengalami kanker paru-paru. Ternyata, nggak hanya perokok yang punya resiko mengalami penyakit itu. Menurut David Ross Camidge, M.D., Ph.D., profesor peneliti onkologi medis dan kanker paru-paru di University of Colorado Cancer Center, selain rokok, gas radon di udara jadi penyebab kanker paru-paru juga lho. Dan kebanyakan penderita baru menyadari setelah kanker menyebar ke bagian tubuh lain karena memang sulit dirasakan. Paru-paru yang isinya udara akan sulit menyadari bahwa ada jaringan lain yang tumbuh di dalamnya.

2. Salah satu kanker yang sulit dideteksi karena pada awalnya nggak menimbulkan rasa sakit adalah kanker pankreas. Selain itu, nggak ada gejala yang spesifik

Setelah menyebar ke hati, baru deh kanker pankreas bisa diketahui via www.medscape.com

Gejala kanker pankreas diantaranya adalah sakit punggung, kehilangan berat badan, nafsu makan berkurang, dan mual memang nggak spesifik, bisa mengarahkan ke diagnosa yang lain. Dilansir dari Men’s Health, penderita baru akan merasakan ada yang nggak beres dari tubuhnya ketika kanker sudah menyebar ke hati. Akibatnya, kulit dan mata akan terlihat kuning.

3. Hanya ada 1 dari 5 orang yang bisa selamat dari kanker hati setelah 5 tahun didiagnosa. Gejalanya nggak akan muncul sampai kankernya sudah parah

Karena terhalang tulang rusuk, pemeriksaan fisik terhadap kanker hati jadi sulit dilakukan via www.medscape.com

Salah satu penyebab kanker hati sulit dideteksi dini adalah karena hati lokasinya tertutup dengan tulang rusuk. Menurut Reader’s Digest, ketika ada tumor kecil, pemeriksaan fisik akan sulit buat mendeteksinya. Masalah selanjutnya adalah, gejala-gejala baru akan muncul ketika kanker sudah pada tahap yang lebih lanjut. Menurut American Cancer Society (ACS), cuma 20% penderita yang bisa selamat setelah lima tahun berjuang melawan kanker hati.

4. Kebanyakan penderita kanker ovarium baru terdeteksi pada stadium 3 atau 4 sehingga sebenarnya sudah cukup parah

Salah satu pembunuh wanita adalah penyakit kanker ovarium lho via www.medscape.com

Advertisement

Kanker ovarium merupakan salah satu kanker yang membunuh perempuan. Menurut Joe O’Connell, MD, wakil presiden dari bagian onkologi dan hematologi inVentiv Health, kebanyakan kanker ovarium baru terdeteksi ketika sudah berada pada stadium 3 dan 4. Pada stadium awal, memang sih kanker ovarium nggak akan menunjukkan tanda-tanda apapun. Padahal, penanganan kanker akan lebih mudah kan kalau bisa dideteksi sejak dini~

5. Sakit perut dan susah buang air besar bisa jadi gejala kanker usus besar. Nah, karena nggak spesifik, biasanya kanker usus besar lama disadari

Menurut ACS, kanker usus besar jadi kanker penyebab kematian paling banyak kedua. Kebanyakan kasus kanker usus besar dideteksi ketika usia penderita sudah memasuki 50 tahun, seperti dikutip dari Men’s Health. Padahal sebenarnya sih asal mula kanker ini sudah dimulai sejak masih muda. Saat masih fase awal sih nggak ada gejala apapun. Tetapi, ketika sudah memasuki fase lanjut, gejala-gejala kanker usus besar mulai ada. Sayangnya, gejalanya pun biasanya nggak spesifik sehingga seringkali dikira sebagai penyakit yang lain.

Dari uraian diatas, alasan beberapa jenis kanker sulit dideteksi dini sih kebanyakan karena memang nggak menunjukkan gejala apapun dan sekalinya ada gejala, gejala yang timbul terlalu umum. Nah, inilah pentingnya untuk terus menggiatkan penelitian mengenai penyakit kanker. Berkaca pada infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), dulunya penderita seolah dapat vonis mati setelah menderita HIV. Tapi sekarang, selalu ada harapan hidup karena penelitian terus-menerus.

Untungnya, nggak semua kanker sulit dideteksi lho. Misalnya saja kanker payudara yang bisa dicek mandiri dengan meraba bagian payudara dengan posisi tertentu. Dengan begini, ketika kanker sudah diketahui sejak dini, potensi kesembuhannya pun jadi lebih besar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya