Hampir semua kebudayaan di dunia ini punya simbol-simbol tertentu yang dipercayai sebagai tanda nasib buruk atau bahkan kematian. Meski kebanyakan hanya sebatas mitos yang tak ada bukti nyatanya, tetap saja simbol-simbol ini bisa buat banyak orang bergidik ketakutan. Tapi kenapa ya sesuatu bisa sampai dipercaya membawa nasib buruk? Apa salahnya ya simbol-simbol ini sampai ditakuti banyak orang?

Berangkat dari rasa penasaran itu, kali ini Hipwee News & Feature ingin menelusuri asal-usul simbol pembawa sial atau kematian yang terkenal sepanjang sejarah. Buat yang suka takut gara-gara ngelihat kucing hitam atau burung gagak, harus baca! Jangan asal takut doang, paling nggak ketahui dulu alasannya.

1. Burung gagak hitam itu kayak jadi simbol universal dari kematian dan nasib buruk.  Kepercayaan ini erat hubunganya dengan sifat dasarnya sebagai pemakan bangkai

Karena pemakan bangkai, burung ini selalu terlihat ‘di dekat’ kematian via pixabay.com

Advertisement

Burung gagak hitam adalah salah satu simbol kematian yang paling terkenal di dunia. Jika ditelusuri sebenarnya alasannya sebenarnya terbilang cukup masuk akal. Burung ini merupakan binatang pemakan bangkai sehingga sering terlihat di sekitar tubuh mati hewan maupun manusia. Alhasil banyak kebudayaan yang mengembangkan versinya masing-masing tentang hubungan burung gagak dan kematian.

Pada umumnya, burung gagak dipandang sebagai simbol penghubung antara yang hidup dan yang mati. Di Eropa seperti kebudayaan Celtic kuno, hal tersebut dianggap pertanda buruk karena mengingatkan mereka pada zaman perang dan banyaknya jasad prajurit yang dikerubungi gagak. Sementara oleh orang-orang asli Amerika dan Tibet, burung gagak justru dipandang positif karena membantu yang meninggal ‘menyebrang’ ke dunia arwah. Di budaya populer, film Alfred Hitchcock yang berjudul ‘The Bird’ tampaknya mematri reputasi burung gagak sebagai simbol kematian.

Film mengerikan tentang serangan burung gagak yang dirilis pada tahun 1963 via thejar.hitchcock.zone

2. Kucing hitam juga tak kalah terkenalnya sebagai tanda sial. Padahal awalnya di kebudayaan Mesir kuno, dipuja-puja bagai dewa lho

Statusnya turun drastis karena dikira peliharaan penyihir di Eropa via www.whats-your-sign.com

Dalam kebudayaan Mesir kuno, semua kucing, tak peduli warnanya hitam atau bukan, merupakan binatang yang dianggap suci. Membunuh atau menelantarkan kucing pada masa itu bahkan dianggap kejahatan serius. Tapi reputasi tersebut menurun drastis dan bahkan berubah menjadi negatif dengan semakin populernya isu ilmu hitam dan penyihir di Eropa. Bahkan katanya para penyihir itu bisa menyamar dan menjelma jadi kucing hitam. Mungkin tokoh Prof. McGonagall yang bisa bertransformasi jadi kucing dalam serial penyihir terkenal Harry Potter, juga terinspirasi dari kepercayaan ini.

Advertisement

Tidak semua kebudayaan memandang kucing hitam sebagai pertanda buruk sih. Di Jepang contohnya, sampai sekarang kucing justru dianggap tanda keberuntungan. Bahkan ada yang namanya ‘National Black Cat Day’ yang dirayakan di beberapa negara seperti AS dan Inggris. Hari khusus itu dibuat secara khusus untuk ‘meluruskan’ reputasi buruk kucing hitam yang dianggap tidak adil.

3. Selain jijik, kejatuhan cicak juga konon sering bawa sial. Padahal sejarahnya nggak jelas sih

Mungkin lebih karena hewan ini menjijikan ya via deviantart.net

Yang ini mungkin kepercayaan yang lebih lokal. Selain banyak yang merasa jijik dengan hewan merayap ini, kejatuhan cicak seringkali dianggap sebagai pertanda buruk. Asal mula dari kepercayaan ini sulit sih ditelusuri. Salah satu penjelasan yang sering digunakan adalah habitat cicak yang memang ‘di atas’, entah merayap di tembok atau atap rumah. Jadi ketika hewan yang harusnya di atas jatuh, itu pertanda yang tidak baik. Kalau begitu sih, harusnya burung, laba-laba, atau nyamuk yang jatuh juga dianggap pertanda sial ya?!

4. Mendadak khawatir dan takut karena bingkai kaca atau cermin pecah? Katanya sih itu pertanda kamu bakalan sial terus selama 7 tahun lamanya. Kok bisa ya?!

Banyak yang suka deg-degan kalau cermin atau bingkai kaca pecah via polizeiberichte.info

Ini mungkin salah satu simbol tertua yang diyakini sebagai tanda sial. Beberapa kebudayaan besar seperti India dan Romawi kuno meyakini kepercayaan ini. Kalau di India khususnya menurut kultur Hindhu, cermin dianggap memiliki kekuatan untuk menjaga jiwa seseorang tetap utuh atau murni. Jadi kalau pecah, jiwa manusia dikhawatirkan akan ikut bimbang. Hampir mirip dengan India, Romawi kuno juga menganggap cermin sebagai refleksi jiwa seseorang. Mereka juga percaya kalau jiwa itu beregenerasi tiap tujuh. Ketika cermin pecah, artinya orang itu harus menanggung nasib buruk selama tujuh tahun.

5. Seketika pikiran akan hal-hal buruk datang mendera saat jari tertusuk jarum. Sebenarnya ini sugesti dari rasa kaget dan sakitnya saja…

Masih ingat serial laga kolosal macam Angling Dharma dan lainnya itu. Seorang istri yang menunggu suaminya berburu atau berangkat menuju medan perang tiba-tiba tertusuk jarum, seketika pikirannya melayang mengira hal buruk telah terjadi pada keluarganya nan jauh di sana. Atau juga kisah dongeng terkenal Putri Tidur yang langsung tertidur abadi karena tertusuk jarum jahit. Meski berulang kali diceritakan dalam dongeng atau cerita rakyat, kepercayaan ini kurang jelas asal-usulnya. Paling ya karena banyak yang tidak mengira akan tertusuk jarum sekecil itu dan bisa berdarah, dianalogikan sebagai nasib buruk yang datangnya selalu tiba-tiba.

Menarik ya kisah-kisah di balik simbol pembawa sial yang kita kenal selama ini. Ada yang penjelasannya bisa dinalar, ada juga yang sama sekali tidak jelas. Hampir semuanya jadi populer karena berulang kali disebut dan diceritakan kembali dalam berbagai film atau kisah dongeng. Maka dari itu wajar saja sih jika banyak orang yang jadi takut. Tapi yang namanya mitos itu ya tetap saja mitos. Tidak bisa dipercaya. Jangan takut-takut amat lah kalau lihat kucing hitam melintas atau burung gagak terbang di atas kepalamu, semua sugesti itu juga hasil bentukan manusia. Lebih takut sama Tuhan Yang Maha Esa aja deh mendingan…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya