Ngomongin dunia perfilman, seringkali kita mengacu pada film-film Hollywood. Mulai dari ceritanya, para pemain, bahkan orang-orang di balik layar seperti sutradara maupun produsernya menjadi topik hangat untuk dibicarakan. Namun, rasanya kurang tepat kalau kita tidak menoleh ke sinema Asia yang nggak kalah berkualitasnya.

Ya, hal inilah yang diangkat dalam Festival film tahunan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018. Mengusung tema “Disruption”, JAFF 2018 akan menempatkan film festival ini sebagai usaha bertindak terhadap sejumlah perubahan yang melanda benua Asia dalam satu dekade terakhir. Perubahan yang mencakup bencana alam, kemelut politik, tragedi kemanusiaan dan juga perubahan teknologi tersebut secara masif telah membentuk lansekap sosial dan budaya di Asia.

Advertisement

Btw, JAFF 2018 bakal memenuhi keinginanmu yang mau menikmati sinema Asia Pasifik di sejumlah lokasi di Jogjakarta mulai 27 November – 4 Desember 2018. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Di JAFF 2018, kamu akan merasakan seperti apa perubahan yang selama ini terjadi di Asia lewat film-film yang ditayangkan

Festival film tahunan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018

“Kami ingin mengajak para penonton untuk mengikis bias masing-masing dengan cara menonton sinema Asia. Tentunya, kami berharap dari kegiatan menonton ini bisa lahir visi-visi baru tentang masyarakat dan budaya Asia,” – ujar Festival President JAFF 2018, Budi Irawanto, pada Rabu (14/11/2018) di Jakarta.

Di usianya yang ke-13, tema ‘Disruption’ ini bukan perkara menanggapi perubahan, melainkan soal meretas perubahan itu sendiri. Sebagai wujud dari misi merayakan sinema Asia, JAFF memilih film “Umi O Kakeru” (“The Man from the Sea”) sebagai film pembuka festival tahun ini. Film berbahasa Jepang, Indonesia dan Inggris ini adalah karya terbaru sutradara asal Jepang, Koji Fukada, setelah film terakhirnya, “Harmonium,” mendapatkan penghargaan Un Certain Regard Jury Prize di Cannes Film Festival pada 2016. Film drama berdurasi 107 menit ini dibintangi oleh Dean Fujioka, Mayu Tsuruta, Sekar Sari dan Adipati Dolken.

Advertisement

Tahun ini, JAFF akan menghadirkan 124 judul film yang akan ditayangkan di sejumlah bioskop dan luar bioskop di Jogjakarta. Sejumlah program andalan JAFF, seperti Asian Feature, Light of Asia, Asian Perspective, JAFF Indonesian Screen Awards, dan Open Air Cinema dipastikan memeriahkan festival yang akan berlangsung selama seminggu ini. Sutradara sekaligus pendiri JAFF Garin Nugroho menjadi sorotan dalam program Focus on
Garin Nugroho yang akan menayangkan sejumlah film terbaik dari Garin.

Sebagai sebuah festival yang dinamis, perkembangan secara program pun terus dilakukan dalam JAFF 2018. Apa saja, ya?

Menonton sineas Asia demi meretas perubahan

“Tahun ini, secara resmi JAFF meniadakan program Asiam Doc yang berfokus kepada dokumenter di Asia dan menggabungkan ke dalam program Asian Perspective untuk program non kompetisi. Sementara untuk program kompetisi, masih sama seperti tahun lalu JAFF terbagi ke dalam kompetisi JAFF atau Asian Feature, lalu ada kompetisi NETPAC dan Geber Award,” – jelas Program Director JAFF, Ismail Basbeth, pada Rabu (14/11/2018) di Jakarta.

Terdapat beragam perkembangan dalam program di JAFF 2018. Selain program pemutaran film, JAFF juga memiliki spesial program di antaranya Art for Children, Public Lecture, dan Forum Komunitas. Tahun ini JAFF memiliki program baru pada kategori spesial program, yaitu JAFF Education yang berisi workshop penulisan skenario bersama Ernest Prakasa, kelas akting bersama Reza Rahadian, dan beberapa program Masterclass yang berhubungan dengan teknis pembuatan film. Wah, seru banget nih!

Asiknya, kamu pun bisa menikmati film Keluarga Cemara duluan di JAFF 2018 sebelum tayang secara umum pada Januari 2019 nanti, lho

Keluarga Cemara di JAFF 2018

Terpilihnya film “Keluarga Cemara” dalam program penayangan di JAFF bikin kamu bisa nonton duluan sebelum tayang secara umum pada Januari 2019.

Salah satu tayangan spesial Tanah Air yang akan hadir di JAFF 2018 yaitu “Keluarga Cemara,”. Film produksi terbaru Visinema Pictures ini dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir yang berperan sebagai Abah dan Emak. Kehidupan mereka yang baik-baik saja terpaksa harus berubah karena suatu masalah yang menimpa Abah. Anak-anak mereka, termasuk Euis (Zara JKT 48) dan Cemara atau Ara (Widuri Puteri), harus pindah sekolah dan menyesuaikan diri dengan keadaan barunya. Sesuai latar lagu ikonik “Harta Berharga” yang dinyanyikan ulang oleh Bunga Citra Lestari, produser Anggia Kharisma menjelaskan bahwa film “Keluarga Cemara” mengangkat nilai-nilai kehidupan dari pengalaman sehari-hari.

Sebagai festival film terbesar di Indonesia, tahun ini JAFF turut diramaikan oleh 27 negara. Nah, film apa nih yang paling banget kamu pengen nonton? Yuk, sempatkan waktumu ke Jogja buat nonton JAFF 2018 ~

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya