Tinggal di Kos Murah Meski Angker. Demi Hemat, Sari Rela Merasakan Kengeriannya~

kos angker

*Kamis Mistis kembali menyapamu. Kali ini dengan cerita mistis, tapi sedikit berbalut komedi. Demi menghemat biaya hidup, sosok ini berbagi pengalamannya tinggal di kos murah, tapi angker. Nyalinya besar juga, ya~

Saat tinggal di kota orang, kita harus bisa menyiasati biaya hidup agar tetap bisa bertahan selama jauh dari kampung halaman. Salah satunya adalah dengan mencari dan menempati kos dengan harga sewa yang murah. Nggak heran kalau kos-kos dengan harga miring begini jadi incaran banyak orang.

Akan tetapi, saat ngomongin kos, muncul guyonan kalau kos murah memiliki banyak kekurangan. Harganya sih memang miring dan bisa menyelamatkan kantong yang isinya pun sebenarnya nggak seberapa. Sayangnya, harga kos yang murah juga sejalan dengan fasilitas yang minus, kebersihan yang rendah, dan biasanya….suasana yang angker.

Di foto mungkin kos ini tampak biasa, tapi saat dilihat secara langsung, nuansa angker dan seram menyelimuti bangunan. Konon, keangkeran itu juga yang diduga bikin pemilik kos menurunkan harga untuk manggaet calon penyewa.

“Siapa sih yang mau tinggal di kos yang murah, tapi angker?”

Ada kalanya pertanyaan itu mampir ke kepala kita. Meksipun murah, kalau suasana kos cukup bikin bulu kuduk berdiri, calon penyewa pun bakal pergi. Mending cari kos yang lain, pikirnya. Eits, tunggu dulu! Realitanya, ada kok orang yang tetap memilih kos mistis ini. Seperti pengalaman Sari, seorang mahasiswa yang merantau di Kota Malang. Demi menjaga biaya hidup supaya tidak membengkak, Sari memberanikan diri tinggal di kos jenis ini selama jadi mahasiswa.

Dari luar, kos Sari terlihat menyeramkan. Setiap kali bapak ojol mengantar dan menjemputnya, mereka selalu menanyakan hal ini

“Mbak, beneran ngekos di sini?” tanya seorang bapak ojol (ojek online).

Pertanyaan seperti itu sudah sering diterima oleh Sari. Hampir semua bapak ojol yang mengantar dan menjemputnya menanyakan hal yang sama. Dibandingkan rumah dan kos di sekitarnya, kos Sari memang tampak berbeda. Kalau dalam bahasa Jawa, kosnya terlihat singup (angker).

Dengan gaya bangunan jadul, kos Sari tampak mencolok. Meski mungil, kos itu pasti mencuri perhatian. Apalagi, dengan warna rumah yang dominan cokelat tua. Suasana angker semakin terasa.

Bukan cuma bapak ojol, setiap teman kuliah yang menyambangi Sari di kos juga pasti mengutarakan pertanyaan yang sama. Selain bentuk dan warnanya, kos itu seolah memancarkan aura seram yang membuat mereka merinding. Rasanya memang sulit dijelaskan, tapi mereka merasakan betul keganjilan pada kos Sari.

Tak sedikit lo teman Sari yang mengungkapkan kekaguman. Pasalnya, Sari memiliki nyali yang besar untuk tinggal di tempat seperti itu. Ada juga yang menyarankan Sari untuk segera pindah lantaran kosnya nggak ‘layak’ untuk jadi tempat tinggal. Bagi teman-temannya, masih banyak kos lain dengan nuansa yang ‘wajar’ dan nyaman ditempati.

Nggak cuma dari luar, suasana di dalam kos Sari ternyata lebih bikin merinding. Ada sumur tuanya!

Yang tak kalah bikin terkejut adalah suasana di dalam kos Sari. Bukan cuma kelihatan seram dari luar, kos Sari terlihat lebih menakutkan bila dilihat dari dalam. Bahkan, seorang teman pernah membatalkan niat untuk menginap usai masuk ke dalam kos.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini