Cerita di Balik 7 Menu Sarapan Paling Ikonis di Dunia. Lezatnya Melegenda~

Nggak semata-mata dimakan gitu aja, ternyata ada sejarahnya

Walaupun antre panjang dan sering diserobot ibu-ibu yang anaknya nangis, nasi uduk tetaplah sarapan yang nggak boleh dilewatkan bagi beberapa orang, khususnya orang Betawi. Bayangkan saja, nasi lezat penuh cita rasa, disandingkan dengan telur goreng, abon, kering tempe, dan sambal. Beuh, membayangkan aja udah bikin ngiler. Sementara itu, ada juga orang yang lebih memilih sarapan yang ringan seperti roti panggang karena perut yang nggak bisa menerima asupan makanan berat di pagi hari. Takutnya, pas kerja malah bolak-balik ke kamar mandi.

Walau menu sarapan satu orang dengan yang lain cukup beragam, ada menu ikonis tertentu dari tiap negara, lo. Menu ini dipengaruh budaya atau kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang. Bahkan, saking ikonisnya, menu-menu tersebut jadi mendunia. Ada yang menirunya sebagai menu sarapan juga, ada pula yang berubah fungsinya, misalnya jadi snack atau camilan dan kudapan biasa.

Menu-menu ini menyimpan cerita dan fakta unik berkaitan dengan kebiasaan masyarakat dan budaya, seperti budaya sarapan pagi dengan sereal bagi masyarakat Amerika. Ada juga makanan yang biasanya kita jadikan cemilan atau kudapan seperti croissant dan churros yang ternyata merupakan menu sarapan pagi di Prancis dan Spanyol. Lalu, gimana ceritanya nasi goreng jadi menu sarapan ikonis di Indonesia? Jangan-jangan, nasi goreng berubah jadi camilan di luar sana?

1. Sereal identik dengan American Breakfast yang sekarang jadi menu sarapan paling populer di seluruh dunia

sarapan unik

Serela yang mendunia | Illustration by Hipwee

Siapa, sih, yang nggak kenal makanan renyah yang disiram susu ini? Kalau kita telisik, awal dari budaya sarapan sereal berkembang di Amerika Tengah. Melansir dari Serious Eats, budaya sarapan dengan sereal sudah berlangsung sejak abad ke-18. Dulu orang kaya Amerika lebih senang sarapan dengan daging, telur, roti gandum, dan kopi. Sementara itu, orang yang sarapan dengan bubur gandum dianggap kalangan bawah.

Bubur tersebut dinilai kurang bergizi hingga akhirnya dibuatlah sereal yang dikonsumsi dengan tambahan susu atau yogurt untuk menambah nutrisi. Seiring berkembangnya zaman, budaya sarapan pagi dengan meminum kopi dianggap kurang sehat untuk anak-anak, sehingga sereal lebih dikhususkan pada anak-anak, karena mereka bisa kenyang dengan memakan sereal gandum dan minum susu.

Populernya sereal sebagai menu sarapan di seluruh dunia nggak lepas dari peran pemasaran produk makanan asal Amerika. Hal ini membuat berbagai merek sereal turut dipasarkan di berbagai negara. Apalagi , ada nilai soal sarapan sehat dan kepraktisan yang diutamakan oleh setiap merek, membuat sereal lebih mudah diterima masyarakat.

2. Budaya sarapan bubur dari Tiongkok, kini juga jadi kebiasaan masyarakat di berbagai negara di Asia

Bubur | Credit by Nungning20 on Depositphoto

Buat kamu yang suka berdebat soal tim bubur aduk atau tim bubur nggak diaduk, sebenarnya tahu nggak, sih, kalau budaya sarapan pagi dengan bubur ini asalnya dari Tiongkok?

Bubur nggak hanya populer di Indonesia. Berbagai negara di Asia juga menjadikan bubur sebagai salah satu pilihan menu sarapan pagi. Budaya sarapan bubur ini berkembang pertama kali di Tiongkok. Melansir dari China Highlight, bubur beras yang disebut congee ini menjadi menu sarapan paling umum bagi masyarakat Tiongkok hingga saat ini.

Kalau kita telisik lebih dalam, bubur merupakan makanan berbahan beras yang dimasak dengan banyak air sehingga hasilnya bisa lebih banyak saat matang. Bubur disajikan dengan lauk bermacam-macam seperti daging, sayur, dan biji-bijian yang jumlahnya cukup sedikit. Ternyata, hal ini berkaitan dengan kondisi masyarakat Tiongkok zaman dulu saat mengalami krisis makanan. Mereka membuat bubur supaya beras yang minim bisa dinikmati banyak orang.

Budaya sarapan bubur ini pun dibawa nenek moyang mereka saat berlayar untuk  berdagang di berbagai negara di Asia supaya bisa menghemat bekal. Sehingga, saat ini bubur juga menjadi salah satu menu sarapan favorit orang Asia. Namun, apakah di negara lain  penggemar bubur terbagi menjadi tim bubur diaduk atau nggak diaduk? Entahlah~

3. Croissant dan kopi sering dianggap sebagai kudapan atau snack yang sebenarnya merupakan menu sarapan khas Prancis

Croissant | Credit by Bethany Ferr on Pexels

Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, croissant merupakan kudapan yang biasanya dijadikan menu saat coffee break. Pastri garing yang gurih di luar, memiliki struktur berlapis dan berbagai isian manis di dalamnya, memang paling cocok dinikmati bersama secangkir kopi saat bersantai. Namun, sadarkah kamu jika croissant ini merupakan salah satu menu sarapan paling legendaris di Prancis?

Masyarakat tradisional Prancis menjadikan croissant sebagai sarapan pagi yang sudah membudaya. Zaman dulu orang membuat roti cukup sulit, sehingga mereka mengkreasikan pastri kering supaya awet dan tahan lama. Croissant tradisional Prancis memiliki rasa plain karena dinilai lebih cocok untuk disantap bersama madu, mentega, dan kopi. Seiring berkembangnya zaman, croissant menjadi bekal yang cukup awet disimpan untuk berbagai perjalanan.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis