Penjelasan Kementerian Kesehatan Soal Omicron ‘Siluman’

Tingkat penularan Omicron 'Siluman' ini lebih cepat dari pada varian yang sebelumnya

Setelah varian Covid-19 bernama Omicron melanda Indonesia beberapa bulan lalu, kini muncul varian lain yang sedang ramai dibicarakan yakni Omicron ‘Siluman’. Kementerian Kesehatan telah mencatat ada sebanyak 330 kasus Omicron ‘Siluman’ di Indonesia.

Advertisement

Menurut kabar yang beredar, tingkat penularan Omicron ‘Siluman’ ini lebih cepat dari pada varian yang sebelumnya. Lantas, apa sebenarnya Omicron ‘Siluman’ itu?

Apa sebenarnya Omicron ‘Siluman’?

juru bicara kementerian kesehatan

Credit: Instagram @beritasatu via www.instagram.com

Dilansir dari halaman Kompas.com, Omicron Siluman adalah sebutan untuk subvarian Omicron BA.2 yang berasal dari garis keturunan Omicron. Perlu diketahui bahwa varian Omicron memiliki beberapa subvarian antara lain BA.1, BA.1.1, dan BA.2.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa penamaan ‘Siluman’ itu dikarenakan varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dari pada varian yang sebelumnya sehingga lebih cepat menularkan.

Advertisement

“Beberapa studi mengatakan, mengapa subvarian BA.2 menjadi kekhawatiran karena dikatakan varian BA.2 lebih cepat menular dari pada Omicron yang sekarang,” tutur Nadia kepada Kompas.com pada hari Kamis tanggal 3 Maret 2022.

Nadia juga melanjutkan bahwa Omicron BA.2 tidak akan terdeteksi jika tidak dilakukan tes PCR.

Advertisement

“Jadi akan banyak sekali orang sakit, kalau kemudian kita tidak segera deteksi dengan tes PCR,” lanjutnya.

Selain nama Omicron Siluman, masyarakat juga menamai varian Omicron BA. 2 ini dengan sebutan “Son of Omicron”.

Risiko Omicron BA 2

omicron

Photo by cottonbro from Pexels

Selain penularannya yang lebih cepat, varian Omicron BA.2 juga memiliki sistem kekebalan yang lebih baik dari pada varian BA.1. Efek yang terjadi adalah orang jadi lebih mudah sakit dan virus tersebut akan menyebabkan penyakit yang lebih parah.

“Subvarian BA.2 meningkatkan kemampuan untuk membuat orang yang sudah sembuh menjadi sakit lagi. Reinfeksi juga lebih tinggi pada orang yang terinfeksi BA.2. Tapi jika dilihat dari sisi diagnostik, Omicron BA.2 tidak dapat dideteksi oleh SGTF.” jelas Nadia.

Masih dikutip dari Kompas.com, SGTF adalah S-gene Target Failure yaitu metode pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi varian Omicron.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE