Naskah Pidato Viral Menteri Nadiem Makarim di Hari Guru: Banjir Apresiasi Sekaligus Kritik

Pidato Nadiem Makarim Hari Guru

Jagat media sosial seperti Twitter, Facebook, hingga Instagram baru saja diramaikan dengan naskah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Naskah sepanjang dua halaman itu diunggah di laman resmi Kemendikbud pada Jumat 22 November kemarin. Pidato Nadiem –walau baru berupa naskah– banyak mendapat apresiasi karena dianggap memberi secercah harapan untuk para guru di Indonesia.

Advertisement

Meskipun banjir pujian, nyatanya nggak sedikit juga pihak yang mengkritik naskah pidato Nadiem. Apalagi Nadiem memang baru menjabat sebagai menteri, dan bisa dibilang ia nggak punya pengalaman kuat di bidang pendidikan sebelumnya. Memang seperti apa sih bunyi naskah pidato yang spesial dibuat untuk memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh hari ini, 25 November? Dan kenapa banyak yang justru mengkritiknya?

Teks pidato Mendikbud Nadiem Makarim viral di media sosial sejak diunggah di laman resmi Mendikbud 3 hari lalu. Naskah itu dibacakan hari ini saat upacara peringatan Hari Guru Nasional 2019

Nadiem Makarim jadi sorotan setelah teks pidato spesial Hari Guru-nya viral di media sosial. Naskah sepanjang 2 halaman itu berisi kalimat-kalimat yang menurut banyak orang seperti memberi harapan baru bagi guru-guru di Indonesia. Seperti yang mungkin kita ketahui bersama, guru memiliki tugas yang begitu mulia, mendidik anak-anak bangsa supaya harum namanya. Namun di Indonesia, nasib guru justru sering dinomorduakan.

Advertisement

Lewat pidatonya, Nadiem menyampaikan bahwa ia ingin lebih menyejahterakan nasib guru. Ia ingin ke depannya guru-guru nggak lagi dibebani urusan administrasi dan birokrasi yang seringkali menyusahkan pekerjaannya hingga menghambat tugasnya mendidik siswa. Belum lagi kurikulum yang padat hingga kurangnya kepercayaan berinovasi, membuat guru sulit berkarya demi kesuksesan anak didiknya.

Pidato Nadiem mendapat apresiasi dari banyak orang terlebih warganet di media sosial. Nggak sedikit yang memujinya sampai-sampai yakin bahwa ke depannya pendidikan di Indonesia akan mampu melesat ke arah yang lebih baik

Banyak yang menyambut positif isi pidato Nadiem via siedoo.com

Selain menyampaikan berbagai hambatan yang seringkali ditemui para guru, melalui pidatonya, Nadiem juga meminta setiap guru untuk melakukan perubahan kecil di kelas tanpa menunggu perintah. Perubahan itu berupa:

  1. Mengajak kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar
  2. Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
  3. Mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas
  4. Menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri
  5. Menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan

Perubahan yang Nadiem minta para guru lakukan itu banyak dianggap sebagai inovasi cerdas yang selama ini mungkin nggak banyak dilakukan. Tak ayal jika pidato Nadiem itu dipuji banyak orang terutama warganet di lini masa.

Selain sanjungan demi sanjungan, ternyata nggak sedikit juga pihak yang mengkritik pidato Mendikbud itu. Yang katanya hanya retorika semata lah, dan lain-lain

Tapi banyak juga yang mengkritik via m.kaskus.co.id

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi, mengatakan kalau pidato Nadiem tak ubahnya hanya retorika kosong belaka jika nggak diikuti aksi nyata. Pun dengan komentar dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), menurutnya harus ada regulasi yang mendukung langkah perubahan. Nggak bisa hanya lewat pidato singkat itu aja, soalnya guru bakal bergerak ketika ada instruksi resmi.

Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji juga menilai kalau arahan Nadiem itu sulit dilakukan guru-guru yang ada di daerah. Ini karena urusan administrasi di daerah di luar Jakarta lebih rumit, budaya birokrasi yang menyulitkan sudah terlanjut melekat. Guru-guru di daerah dikepalai langsung oleh kepala dinas atau kepala daerah. Indra mengatakan perlu ada rencana strategis lintas lembaga baik di pusat maupun daerah.

Tapi gimana pun kritik yang disampaikan berbagai pihak di atas setidaknya lewat pemikiran Nadiem yang dituangkan dalam pidatonya, terlihat jelas jika ia ingin sekali mengubah nasib guru-guru di Indonesia, terutama yang berhubungan dengan birokrasi. Biar lah pidatonya itu jadi semacam ‘pemanasan’ sebelum Nadiem benar-benar beraksi membawa perubahan besar untuk pendidikan di Indonesia.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE