Rasanya Bisa Melihat Makhluk Tak Kasat Mata. Hidup Tak Tenang, Diliputi Ketakutan

rasanya jadi indigo

*Kamis Mistis kembali menyapamu dengan ulasan-ulasan menarik yang membuat bulu kuduk berdiri. Bukan ngaku-ngaku atau cari sensasi, beberapa orang ternyata memang dianugerahi kemampuan melihat makhluk tak kasat mata. Kamu boleh percaya atau tidak, tapi pengakuan Jihan patut untuk disimak. Sebagai orang yang punya indra keenam, ia membagikan perjalanan hidup yang penuh kengerian. Pasalnya, ia terus dihantui makhluk-makhluk gaib dengan banyak rupa. 😨 

Sebelum membaca lebih lanjut, coba deh play audio ini kalau kamu memang berani. Risiko merinding di luar tanggung jawab Hipwee Premium ya~

Setelah membayar tuntas rasa penasaran tentang orang-orang yang pernah kesurupan, rasa ingin tahu saya kembali bergejolak. Pernahkan kamu meragukan kesaksian atau pengakuan orang yang bisa melihat makhluk gaib di dunia maya? Pengakuan semacam itu tentu bisa direkayasa oleh siapa aja. Tapi, saya justru semakin ingin mendengarkan cerita riil orang-orang yang diberi kemampuan istimewa seperti itu.

Akhirnya, saya berhasil menemui Jihan (21 tahun) secara virtual. Lewat penuturannya, saya mendengar banyak cerita hidupnya yang ganjil dan tak masuk akal. Sejujurnya, sangat sulit bagi saya untuk mempercayainya. Namun, saya terus mendengarkan dan belajar memahami rasanya menjadi dia yang selama belasan tahun melihat penampakan makhluk-makhluk astral secara nyata, bukan di film-film lo, ya. Coba bayangkan gimana rasanya….

Mewarisi kemampuan sang ayah, Jihan udah bisa melihat penampakan makhluk astral sejak ia kecil. Ia paling sering dihantui sama makhluk ini…..

Jihan dihantui makhluk halus | Credit: Maxpixel

Saat dihubungi Hipwee Premium, Selasa (21/9), Jihan mengaku sudah tidak terlalu peka dengan kehadiran makkhuk-makhluk gaib di sekitarnya. Ia mewarisi kemampuan dari ayahnya, sehingga bisa melihat hantu-hantu. Namun, kemampuan itu bakal memudar pelan-pelan kalau tidak didalami dan dipelajari. Kendati demikian, ia dengan senang hati membagikan pengalamannya di masa lalu ketika masih sangat sensitif dengan makhluk-makhluk tak kasat mata.

“Dari kecil, aku udah sering melihat kuntilanak. Seringnya sih kuntilanak. Selebihnya, paling aku mendengar suara-suara aneh,” terang Jihan.

Meskipun kuntilanak sering menghantuinya, ia juga melihat penampakan lain seperti pocong. Misalnya, saat duduk di bangku SD, sosok pocong bermuka hitam selalu melihatnya ketika ia sedang menulis atau mendengarkan penjelasan guru di kelas. Yang bikin makin ngeri adalah kejadian itu berlangsung selama sekitar 3 tahun. Jadi, mulai dari Jihan duduk di kelas 4 SD sampai lulus.

Tumbuh makin dewasa, Jihan mulai nggak terlalu peka lagi dengan makhluk-makhluk tersebut. Soalnya, pamannya membentengi dirinya saat Jihan menginjak pendidikan SMP supaya Jihan nggak diganggu oleh mereka. Sayangnya, gangguan malah datang dari jin-jin jahat yang dikirim orang. Jihan yang bisa melihat jin-jin itu pun merasa tak tenang.

Keluarganya sering mendapat kiriman jin-jin jahat, Jihan jadi orang pertama yang merasakan tanda-tandanya

Jin-jin jahat datang ke rumah Jihan | Photo by Kalhh on Pixabay

Sebagai penjual yang laris manis, ibu Jihan tidak disukai oleh beberapa orang. Mereka menuding ibunya memakai pelaris sehingga jualannya selalu ramai. Fitnah-fitnah seperti itu terus muncul. Parahnya, fitnah tersebut berujung dengan kiriman jin-jin jahat.

“Aku dari Jawa Timur. Nah, di sana persaingannya sering banget pakai dukun. Pakai jin-jin yang jahat gitu. Setiap kali rumahku ‘diserang’, aku udah tahu duluan. Di rumah, orang tuaku yang selalu ingin dicelakai karena ibuku jualan dan laris banget. Pembelinya orang yang bermobil gitu, padahal jualannya sepele. Orang-orang mengiranya keluargaku pakai penglaris. Makanya, mereka pakai jin-jin untuk menyerang keluargaku,” ungkap Jihan.

Seingat Jihan, ibunya jadi sering jatuh sakit. Bahkan, rumahnya pernah dikirimi ular gaib yang biasanya dipakai untuk pesugihan. Ular itu melilit kaki ibunya sampai sang ibu nggak bisa bekerja. Nah, sebelum kiriman jin jahat itu, Jihan selalu mendapatkan firasat atau tanda. Misalnya, sebelum kejadian ibunya terlilit ular gaib, tubuh Jihan dingin sekali. Ia merasa sangat ketakutan. Sembari menunjuk-nunjuk ke atap rumah, ia menangis histeris.

Jihan yang punya guru spiritual pun langsung menghubungi sang guru. Katanya, keluarganya sudah ‘diganggu’ sejak lama. Tapi, puncaknya baru terjadi hari itu kala kaki ibunya dililit ular gaib. Semenjak kejadian itu, Jihan sering mendengar suara perempuan menangis, benda meledak, sampai karung yang dijatuhkan ke langit-langit kamar.

“Aku yakin itu bukan dari jin-jin penunggu rumahku, melainkan jin kiriman. soalnya mereka lebih agresif dan tujuannya mengganggu,” imbuh Jihan.

Berusaha membantu teman yang kesurupan, Jihan justru kena imbasnya karena jin-jin jahat  dendam padanya

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini