Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Dengan berapi-api, teks Sumpah Pemuda dibacakan pertama kali pada 28 Oktober 1928 di Jakarta. Ikrar yang dirumuskan oleh Moehammad Yamin ini merupakan hasil keputusan Kongres Pemuda yang kedua. Dengan adanya Sumpah Pemuda, diharapkan pemuda-pemudi Indonesia pada masa itu dapat bersatu untuk mengusir penjajah. Syukurlah tujuan itu berhasil tercapai saat Indonesia merdeka pada tahun 1945. Namun, bukan berarti Sumpah Pemuda bisa dilupakan begitu saja. Kita tetap perlu menerapkan Sumpah Pemuda di zaman sekarang. Yuk simak cara-cara mudahnya!

1. Berhentilah menyebar berita hoaks yang bisa membuat orang-orang bertengkar. Sebagai anak muda yang lebih melek teknologi, kita harus jadi garda terdepan dalam memerangi hoaks

Generasi muda yang terlahir di era teknologi seharusnya bisa lebih sensitif membedakan hoaks via technology.uzone.id

Advertisement

Dulu Indonesia dijajah selama ratusan tahun gara-gara gampang diadu domba. Para penjajah sengaja menciptakan perpecahan di negara kita supaya rakyat sulit bersatu. Nggak mau kan kalau hal semacam itu terjadi lagi? Untuk menjaga persatuan, caranya simpel kok. Salah satunya adalah nggak menyebar berita hoaks alias bohongan. Apalagi berita hoaks tentang hal-hal sensitif seperti politik dan agama yang bisa membuat banyak orang bertengkar. Lebih baik cek kebenarannya dulu, jangan gampang tertipu! Mari manfaatkan kemajuan teknologi dengan bijak.

2. Di era demokrasi seperti sekarang, anak muda juga harus tahu dan memahami hak-hak politiknya. Boleh turun ke jalan dan berdemonstrasi, tapi tetap harus taat aturan dan fokus pada hal yang diperjuangkan

Hak-hak politik harus tetap dipraktikkan dengan bertanggung jawab  via nasional.kompas.com

Sebagai warga Indonesia, kita mempunyai sejumlah hak yang penting. Contohnya hak kebebasan berpendapat, hak mendapat perlindungan dari negara, dan masih banyak lagi. Jika suatu saat hak tersebut “diganggu” oleh negara, kita boleh turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi. Ingat, tetap taat aturan ya! Jangan memancing kerusuhan saat berdemo atau menerima uang suap dari pihak tertentu. Lebih baik fokus pada hal yang diperjuangkan.

3. Bersikap kritis dalam politik juga penting. Yuk kita pantau terus pemerintahan yang baru, serta berikan saran dan kritik yang membangun

Pantau terus kabinet yang baru terbentuk via www.astroawani.com

Sebagai generasi muda, kita perlu peduli pada politik. Saat ini gampang memantau kondisi politik Indonesia melalui internet, tayangan televisi, media cetak, dan lainnya. Jadi nggak ada alasan untuk bersikap apatis terus-menerus. Yuk kita ikuti perkembangan kabinet pemerintahan yang baru. Sampaikan kritik dan saran kita supaya kondisi Indonesia menjadi lebih baik.

4. Umumnya saat ini, kita selalu berkomunikasi di media sosial. Anak muda sering pakai emoticon atau istilah bahasa asing yang ngetren, tapi jangan lupa bahasa Indonesia ya

Lestarikan bahasa kita via gospeladvancing.org

Advertisement

Di zaman sekarang, menggunakan bahasa asing di media sosial dianggap keren. Namun jangan lupakan bahasa Indonesia ya! Gampang kok cara melestarikan bahasa kita. Salah satunya adalah menggunakan terjemahan bahasa Indonesia untuk kata-kata asing. Sebagai contoh, kata email bisa diganti surel, upload diganti unggah, brand diganti merek, dan masih banyak lagi. Yuk biasakan diri untuk menggunakan istilah-istilah itu saat menulis di media sosial.

5. Saat ini serbuan produk asing semakin nggak terbendung. Nggak salah kok suka make-up Korea, tapi kamu juga harus peduli dengan produk-produk dalam negeri

Cintai produk dalam negeri via www.popbela.com

Siapa bilang produk lokal mempunyai kualitas yang buruk? Seiring dengan kemajuan teknologi, makin banyak produk lokal berkualitas mumpuni. Bahkan sebanding atau malah lebih baik daripada produk luar negeri! Sebetulnya nggak salah kok kalau kamu suka make-up dari Korea, Thailand, atau negara-negara lainnya. Namun kita juga harus peduli pada produk dalam negeri. Sebab dengan membelinya, berarti kita turut menyejahterakan orang-orang di Indonesia.

6. Indonesia terdiri dari banyak suku, agama, dan ras. Menjaga toleransi adalah semangat yang harus terus kita wariskan pada generasi-generasi pemuda selanjutnya

Yuk hargai keberagaman supaya jangan terpecah via www.viapulsa.com

Indonesia beruntung karena mempunyai banyak keragaman. Namun sayangnya, terkadang keragaman ini justru memancing perseteruan. Padahal negara kita mempunyai semboyan bhinneka tunggal ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Jangan lupakan semboyan itu ya! Yuk kita hargai perbedaan suku, agama, ras, dan lainnya. Caranya gampang, bisa dengan mempelajari budaya lain melalui internet. Saat ini tersedia banyak situs tentang hal tersebut. Dengan memahami golongan yang berbeda, kita bakal lebih mudah untuk bertoleransi.

Ternyata banyak juga ya cara untuk menerapkan Sumpah Pemuda di zaman sekarang. Bukan saatnya lagi untuk bermalas-malasan, yuk bangkit untuk memajukan negara kita!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya