Chat di grup WhatsApp emang layaknya berteriak di tengah kerumunan kawan-kawan, lantang dan semua bisa dengar. Tapi kalau sudah selantang dan seberani itu berbicara pada orang banyak, malah nggak ada yang memedulikan. Hati ini sakit, Bang! Kayak disayat-sayat pakai silet. Tapi kalau kalian pernah mengalaminya, tenang, kalian adalah golongan orang kuat. Semakin jadi pribadi kuat setelah meresapi uraian Hipwee Hiburan berikut!

1. Berawal dari tweet pancingan @bayu_joo, entah mengapa, banyak warganet merasakan hal yang sama. Ternyata dicuekin di grup WhatsApp adalah keresahan kita bersama

Sepuuh ribu lebih, orang mengamini cuitan ini. Hmm~

2. Secara refleks, kita pun ngecek siapa saja yang sudah baca pesan kita di grup. Setelah ngecek, ternyata banyak yang baca tapi nggak ada yang respons, kan? Biasa!

Yang baca nggak respons, jahat semua! via twitter.com

3. Ada juga yang begini. Yha, namanya juga kesibukan masing-masing beda, nggak bisa selalu nimbrung obrolan hangat di grup secara LIVE 24 jam, kan? 🙂

Lebih kuat dari Ade Rai. via twitter.com

4. Lebih miris kalau yang nyuekin kita adalah teman dekat. Hmm, padahal grup anggotanya cuma empat orang aja, tetap dicuekin …

Mungkin kamu sering jadi bahan gosip mereka, hmm …. via twitter.com

5. Inilah contoh anggota grup WhatsApp yang kuat, tegar, dan pantang menyerah. Salut!

Sekuat macan! via twitter.com

6. Kadang ada perasaan aneh, seolah-olah kita adalah orang yang bikin suasana jadi hening dan absurd di tengah kerumunan. Perasaan itu nyata, sahabat!

Aku datang, semua menghilang. via twitter.com

7. Akhirnya, pilihan untuk mengakhiri keresahan ini selalu terpikirkan …

Menyerah begitu saja bukan jiwa pejuang! via twitter.com

8. Mencoba segala hal agar chat di grup dapat respons, rasanya sudah dilakukan. Termasuk memberikan ancaman mematikan begini

Nggak mempan! via twitter.com

9. Perasaan kesal yang sudah mengkristal kemudian jadi bibit-bibit kejahatan. Nggak mau tahu obrolan di grup lagi, dan memilih memusnahkannya

Dendam bikin orang jadi jahat. via twitter.com

10. Ngirim meme tujuannya buat melawak, melempar lelucon agar semua tertawa. Sayangnya, itu fana …

Lalu merenung di pojokan untuk introspeksi selera jokes sendiri. via twitter.com

11. Nah, ini, sebuah klise yang sering terjadi. Ketika yang direspons anggota-anggota lain adalah chat dari orang lain …

Sakit sih, tapi masih kuat kok. via twitter.com

12. Tapi lebih menggemaskan kalau bisa bertahan di lawakan grup keluarga. Tentu saja kebanyakan yang dibagikan adalah daddy jokes lawas

Manusia terkuat di grup keluarga. via twitter.com

Nggak enak memang, jadi anggota grup WhatsApp yang selalu dicuekin. Semua orang memang butuh perhatian. Oleh karena itu, cobalah sebaik mungkin respons teman kalian, seburuk apa pun candaan yang dia lontarkan. Setidaknya, balas dengan emoji biar agak melegakan. Mungkin suatu saat kelapangan hati kalian bakal terbalas. 😀

[BONUS]

Sebuah jalan pintas telah ditawarkan, teman-teman. Inilah sebuah penyelesaian sebelum kalian kepalang maluw~

Jejak pun terhapuskan. via twitter.com

Advertisement

Salam kuat dari jiwa yang berkali-kali diabaikan di grup WhatsApp, kalian luar binasa!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya