Tahun 2017 lalu mungkin jadi tahun dengan cerita pelakor paling banyak yang muncul ke publik. Mulai dari artis hingga orang biasa, ramai-ramai membagikan cerita perselingkuhan yang mereka alami sendiri di media sosial. Tentu kita berharap bahwa nggak ada lagi cerita-cerita menyedihkan seperti ini.

Tapi nyatanya, baru saja 2018 tahun dimulai, muncul kembali cerita yang sama. Antara suami, istri, dan selingkuhan. Kisah ini diunggah melalui Facebook oleh seorang wanita yang menjadi korban perselingkuhan suaminya. Namun, wanita ini sudah rela dan membiarkan suaminya itu bahagia dengan selingkuhannya dengan satu syarat: surat cerai resmi dari pengadilan.

Wanita dengan inisial WS ini menghubungi selingkuhan suaminya yang sebentar lagi akan menikah

minta maaf dan mohon izin via www.facebook.com

Advertisement

Cerita tentang perselingkuhan kali ini diunggah oleh seorang wanita berinisial WS. Ceritanya ini berawal ketika WS memulai percakapan dengan selingkuhan suaminya, Danang, yang berinisial M. Dalam cuplikan percakapan tersebut, Danang akan menikahi M pada 20 Januari mendatang, karena ternyata M telah hamil 5 bulan.

M pun meminta maaf, bahkan memohon ampun kepada WS. Ia nggak pengen ada masalah dengan istri sah dari calon suaminya itu. Sedangkan WS terlihat santai, bahkan beberapa kali berkelakar. Sedangkan M terlihat takut karena ia nggak pengen pernikahannya nanti gagal. Lucunya, M meminta izin kepada WS untuk menikah dengan Danang, meski tahu kalau ia salah.

Dalam pengakuannya, M nggak tahu kalau WS belum bercerai secara resmi dengan Danang

dibohongin juga via www.facebook.com

Dalam layar tangkap (screenshoot) percakapan antara WS dan M yang lebih dari 30 buah itu, M hanya bisa memohon agar WS mau memaafkannya dan merestui pernikahan yang akan digelar sebentar lagi itu. Masalahnya, WS ternyata belum resmi bercerai dengan Danang. Namun, karena sudah terlanjur hamil duluan, maka M pengen menikah segera dengan Danang. Ia dan keluarganya nggak pengen menanggung aib karena hamil di luar nikah. Oleh karena itulah ia meminta agar diizinkan menikah, meskipun Danang belum resmi bercerai di mata hukum.

Advertisement

Tapi satu fakta yang membuat prihatin adalah, M sama sekali nggak tahu kalau ternyata WS belum resmi bercerai dari Danang. Dari pengakuan Danang kepada M dan keluarganya, ia sudah bercerai dari WS. Hanya saja surat cerai mereka disimpan oleh ibu Danang yang malah nggak tahu apa-apa soal ini bahkan nggak tahu kalau anaknya akan menikah lagi.

WS terlihat santai menghadapi M, karena yang dia inginkan hanyalah Danang mengurus perceraian mereka terlebih dahulu baru menikah kembali

pengen cerai secara sah via www.facebook.com

Sepanjang percakapan mereka, sebenarnya WS hanya mau satu hal. Yaitu Danang mengurus perceraian mereka ke pengadilan sebelum menikahi M. Ia juga kasihan dengan bayi yang dikandung oleh M itu. Ia mengizinkan M menikah dengan Danang asalkan surat cerai mereka telah diterima oleh WS. Sedangkan pernikahan mereka sebentar lagi dan Danang ataupun M merasa nggak cukup waktu untuk mengurus itu. M pun memohon agar perceraian mereka diurus setelah pernikahan saja karena sudah terlanjur menyebar undangan dan perut M semakin terlihat membesar. Ia juga kasihan dengan Danang karena tertekan dengan masalah ini.

Sang suami yang pengen enak doang ini mengakui kesalahannya, tapi malah playing victim

playing victim via www.facebook.com

Nggak hanya percakapannya dengan sang pelakor, WS juga mengunggah percakapannya dengan Danang. Dalam percakapan tersebut, Danang juga memohon agar WS merestui pernikahannya. Dan WS mau bersabar untuk masalah surat resmi cerai yang dijanjikan Danang akan diurus nanti setelah ia menikah. Danang juga mengakui bahwa itu adalah kesalahannya. Bahwa ia telah membohongi calon istri dan keluarganya tentang dirinya yang sudah resmi bercerai dari WS.

Anehnya, Danang terlihat playing victim alias merasa jadi korban dalam kasus ini. Ia merasa bahwa pilihannya sekarang hanya ada tiga: mati, masuk penjara, atau pergi jauh sekalian. Ia merasa malu karena menanggung aib yang telah ia perbuat sendiri.

Setelah perselingkuhannya muncul ke publik, Danang malah menuduh WS sengaja menghancurkan dirinya. Ia menganggap bahwa WS tengah melakukan balas dendam padanya. Bahkan ia curiga WS merencanakan sesuatu di hari pernikahannya nanti. Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan WS sangat jahat. Sedangkan ia lupa bahwa apa yang dia lakukan sejak tiga tahun lalu, di saat WS hamil, ia mulai selingkuh dengan M.

Banyak komentar yang mendukung WS dan sebagian besar menyalahkan sang pelakor. Lalu bagaimana dengan laki-laki itu?

Cowoknya yang juga harus disalahkan, harus! via www.facebook.com

Seperti cerita-cerita pelakor sebelumnya, sang korban yang mana dalam kasus ini adalah WS, pasti mendulang dukungan dari warganet yang sebagian besar adalah wanita. Warganet ini merasa kasihan dengan apa yang dialami WS dan menghujat bahkan menyumpahi M, yang disebut sebagai pelakor. Dalam kasus seperti ini pasti si pelakorlah yang mendapat hinaan dan hujatan paling besar. Para warganet fokus menyalahkan si pelakor. Tapi bagaimana dengan nasib sang laki-laki yang memulai perselingkuhan ini?

M memang salah, karena telah menjalin hubungan dengan suami orang. Tapi nggak hanya M saja yang harus menanggung akibat ini semua. Apalagi M mengaku bahwa ia nggak tahu jika ternyata Danang belum resmi bercerai dengan WS. Dan Danang pun mengakui kalau ia membohongi calon istri dan keluarganya. Dia jugalah yang nggak mengurus surat perceraiannya, tapi malah pengen menikah dengan M.

Jadi, pantaskah jika 100 persen kesalahan ini dibebankan pada M, bukan pada Danang? Haruskah M yang disumpahi dan dirundung (bully) sedangkan Danang cuma mendapatkan predikat “namanya juga cowok, emang brengsek“?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya