Perempuan bernama Leilani Hermiasih ini dikenal sebagai Frau ketika duduk bersama Oscar (Nama Keyboardnya). Album pertamanya yang bertajuk Starlit Carousel rilis secara digital di Awal Maret 2010. Sejak itu namanya mencuat di blantika musik Indonesia. Kiranya tidak berlebihan untuk menyebut Frau sebagai pembangkit optimisme bagi lingkungan musik Nusantara. Dia tampil dengan wajah dan cara menampilkan karya yang otentik. Alhasil, di awal-awal “karier-nya” dia cukup kerap muncul di beberapa media lokal maupun nasional. Salah satunya dia sempat nongol di acara Kick Andy. Namun, setelah itu sempat hilang sesaat. Dengar-dengar karena waktu itu, Lani sedang sibuk skripsi, yang berlanjut dengan persiapan studinya ke Irlandia.

Album keduanya yang berjudul Happy Coda rilis pertengahan Agustus 2013. Frau semakin memukau. Entah mengapa dia terlihat sebagai perwujudan penyihir modern yang menggunakan musik sebagai formula untuk menghipnotis banyak orang. Lagu-lagunya terasa sangat personal, dekat, dan menentramkan. Jika belum pernah sedikitpun bersentuhan dengan Tarian Sari, atau Water. Ada baiknya kamu segera mendengarkan apa yang telah ditulis Frau. Percayalah, karyanya adalah penggenapan atas penantian hujan di tengah musim kemarau yang beranjakpun enggan.

1. Frau memang tak pernah heboh menyanyi sambil dansa-dansi. Hanya dia dan Oscar saja sudah mampu menyihir hati.

Dia adalah penyihir paling cantik di alam semesta via dwimon.com

Rumus semakin rumit akan menciptakan karya yang semakin indah, tidaklah berlaku bagi Frau. Kesederhanaan di tangannya dapat berubah menjadi keindahan. Hingar bingar panggung bukanlah atribut wajib bagi frau untuk dapat memukau para pendengarnya. Tentu saja, hal itu didukung oleh karisma yang meluap-luap dari balik performanya. Selain itu, nada dari lantunan pinau dan suaranya begitu kuat membentuk karakter Frau di atas panggung. Romantisme yang ditampilkannya bukanlah romansa cengeng, melainkan murni mengedepankan nilai dari sebuah bentuk estetis.

2. Sihirnya juga berasal dari diksi lagu Frau yang indah tanpa memaksa. Pun punya makna, tak sekadar catchy atau asal rima.

Dramatis namun tidak cengeng via roi-radio.com

Advertisement

Ketrampilannya mengolah lirik sudah tak diragukan lagi. Ceritanya puitis tanpa harus menjadi dramatis. Pun diksinya yang tidak terlalu rumit. Ketika meresapinya, kamu akan sadar betul bahwa kesederhanaan tidaklah mustahil untuk menyampaikan refleksi yang mendalam.

“Merakit Mesin Penenun Hujan Hingga Terjalin Terbentuk Awan
Semua Tentang kebalikan. Terlukis, Tertulis, Tergaris Di wajahmu”

Mendengarkan liriknya adalah sebuah terapi imajinasi. Lagunya memberi gambaran utuh tapi samar, yang kabur tapi lugas. Kami pikir dia tidak sedang menulis cerita, melainkan melukis kisah.

3. Mendengarkannya seperti sedang berada di dalam dongeng. Imajinasi dan fantasimu berkembang, sementara yang lain tenggelam dalam lagu cengeng.

Seperti sebuah keajaiban dalam dongen peri via peppermintblog.com

Kisah yang kamu seakan-akan diantar ke negeri fantasi. Ini bukan soal lirik yang mengantarkan, melainkan suasana yang Frau bangun melalui harmonisasi vokal dan denting piano. Lagunya sudah sangat pantas untuk digunakan sebagai pengantar film-film disney. Kualitasnya tak kalah dengan Regina Spektor yang menulis lagu The Call untuk film Narnia. Sementara yang lain tenggelam dalam alunan lagu cengeng, Frau membuatmu hidup dalam negeri dongeng, sejenak istirahat dari kenyataan. Bukan untuk berlari melainkan sebuah refleksi untuk memperbaiki diri. Ingatlah, Manusia selalu berusaha untuk mencapai ideal dan Frau membantu kita untuk mencapainya.

4. Apalagi ketika menyaksikan live di atas panggung. Pribadi Frau yang kuat blend in sempurna dengan musiknya

Ramahnya udah kayak malaikat via linimasa.com

Perangainyapun begitu ramah. Sama sekali tak ada kesan sombong di dalam dirinya. Frau membuktikan bahwa karya yang tangguh tidaklah perlu diselimuti oleh kreator yang kontroversi lagi angkuh. Coba saja sesekali berbincang dengannya selepas konser. Keramahtamahannnya ditunjukkan Frau dengan sikap yang tidak ingin berfoto bersama pendengar (jika tak ingin disebut fans). Terkesan sombong, bukan? Namun, tujuannya justru dia ingin lebih dekat dengan pendengar, tanpa ada jarak fans dan artis.

5. Konsistensinya dalam berkarya dan bersikap menunjukkan arti sebuah kualitas. Meskipun banyak diekspose media, Frau tidak pernah berubah, dan tetap memukau tiada batas.

Dia tetap biasa saja dan bersahaja via mesinsuara.com

Karyanya yang begitu jujur dan sukses tidak lalu membuat dia bergegas masuk ke Industri Musik yang lebih besar. Dia tetap bergerak di jalur mandiri. Sama sekali tidak ada perubahan yang berarti kecuali kedalaman refleksi yang terasa dari Album Starlit Carousel dan Happy Coda. Ketenaran dan kesuksesan tidak membuat Frau beralih ke sesuatu yang jauh dari titik dia memulai semua ini.

6. Saat kini konser pemusik lain identik dengan mewah Frau justru senang menggelar konser kecil dengan unsur kedekatan fans yang super mewah.

Small gig big fans! via www.kikipea.com

Kebanyakan konsernya digelar dengan venue yang tidak besar. Dia selalu memberikan penampilan yang intim. Ini sebuah keputusan artistik yang cukup ampuh untuk menyesuaikan lagu, performa, dan ruang penampilan. Apa lagi yang kamu ragukan untuk mendengarkan karya ketika segala yang diputuskan musisi mempertimbangkan kedekatan pendengar?

7. Karya Frau sanggup menjaga kewarasan selera. Apalagi yang bisa kita harapkan dari Industri Musik Indonesia?

Dia adalah terang bagi jagat musik Indonesia via autizinside.wordpress.com

Frau adalah salah satu gerbang penjaga kewarasan selera Industri Musik arus utama di Indonesia. Ketika tayangan musik di Televisi terus menampilkan tragedi kucek-jemur, Frau menampilkan kualitas karya yang utuh. Lagunya bukan sekedar produk konsumsi belaka, namun hasil dari proses kreatif yang tidak mempertimbangkan laku-tidaknya karyanya di antara konser musik pagi-pagi di televisi. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika menyebut Frau sebagai salah satu musisi yang menyiram kekeringan kualitas musik di Indonesia.

Tentu, kami tidak memaksa kamu untuk mendengarkan Frau. Tapi kami rasa Frau adalah karya musik yang sehat nan penuh gizi bagi telingamu. Di tengah-tengah panas terik yang membakar segala tempat di Indonesia, Frau memiliki sense untuk menyiramnya entah memadamkan panas dunia atau menyegarkan musik Nusantara.

Jika jatuh cinta berulang kali tak mungkin terjadi, maka mendengarkan Frau adalah peristiwa yang akan selalu otentik meskipun menjadi ritual setiap hari. Semoga hujan segera turun setelah sekian tahun dijahit oleh mesin penenun!