Demam hiburan asal Korea, khususnya di bidang musik (K-Pop), memang menyebar sejak tahun 2000-an. Namun di Indonesia sendiri, demam K-Pop terasa sekitar akhir tahun 2000-an. Berbagai boyband atau girlband muncul dan langsung menarik perhatian publik. Sebut saja Super Junior, Girls Generation, dan yang lainnya. Sejak saat itulah, K-Pop menjadi aliran musik yang diperhitungkan di tanah air.

Para penggemar K-Pop ini sebagian memang memiliki ketertarikan yang sangat tinggi. Mereka bahkan rela menghadiri konser idola kesayangan mereka di luar negeri, jika nggak diadakan di Indonesia. Atau mereka juga rela menabung demi bisa membeli tiket konser yang harganya lumayan menguras kantong. Tapi bagi penggemar, uang yang dikeluarkan tentu sebanding dengan kepuasan dan pengalaman mereka melihat idola sendiri secara langsung bernyanyi dan berjoget.

Advertisement

Sebagai budaya atau hiburan luar, tentu nggak semua orang bisa menerima kehadiran K-Pop ini. Bahkan nggak sedikit yang membenci sosok figur publik yang diidolakan oleh K-Popers. Para haters bahkan menyebut artis Korea dengan sebutan ‘plastik’, lantaran penampilan mereka yang memang cakep, termasuk—barangkali—melalui operasi plastik. Nggak jarang, para fans dan haters berseteru di media sosial untuk mempertahankan pendapat mereka masing-masing. Meski selama ini idola mereka dicaci, K-popers tetap “pasang badan” membela sosok yang mereka cintai itu.

Berita yang membanggakan, khususnya bagi penggemar K-Pop, datang dari boyband BTS. Mereka diundang di pembukaan sidang umum PBB

BTS (Bangtan Boys), salah satu boyband asal Korea Selatan berhasil mengukir prestasi. Pada 24 September kemarin, mereka terpilih untuk hadir dan berpidato dalam acara pembukaan sidang umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang ke-73 di New York, Amerika Serikat. BTS menjadi artis K-Pop pertama yang mendapatkan kesempatan itu. Tentu saja hal ini langsung menghebohkan publik. Bahkan mereka sempat menjadi trending topic di Twitter. Dalam pidato singkat mereka, yang diwakili oleh Kim Nam Joon atau yang dikenal dengan nama panggung RM, BTS mengajak pemuda dan pemudi sedunia untuk mengikuti suara hati dan melihat diri dengan kacamata diri sendiri.

Advertisement

“No Matter Who You Are, Where You’re From, Your Skin Color, Your Gender Identity, Just Speak Yourself. Find Your Name And Find Your Voice.”

Hal ini seakan menjadi sebuah “bukti” bagi K-Popers bahwa idola mereka berprestasi, meski sering dihina oleh haters

pembuktian via twitter.com

Berita ini tentu saja menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi penggemar K-Pop. Mereka bangga sang idola bisa terpilih untuk menyampaikan pidato singkat di pertemuan sekelas PBB. Mungkin hal ini juga bisa menjadi hal yang patut mereka “sombongkan”, terutama pada para haters. Selama ini, idola mereka selalu dicaci dan dihina. Bahkan mereka hanya dianggap ‘plastik’ dan tentu melukai perasaan para K-Popers. Oleh karena itulah, di berbagai media sosial, mereka membuktikan “pencapaian” idoal mereka yang dibilang ‘plastik’ ini. Setidaknya idola mereka satu langkah lebih maju dibandingkan orang-orang yang hanya bisa menghina dan merendahkan figur publik kesayangan mereka.

Dipilihnya BTS tentu bukan tanpa alasan. UNICEF Korea menganggap bahwa boyband satu ini memiliki kesamaan maksud dengan kampanye yang dilakukan oleh UNICEF

memiliki tujuan yang sama dengan UNICEF via twitter.com

Dipilihnya BTS untuk berpidato di pembukaan sidang umum PBB tersebut tentu bukan tanpa alasan. Dilansir dari laman cnnindonesia.com, UNICEF Korea memilih BTS karena diangggap memiliki kesamaan maksud atau tujuan dengan Generation Unlimited, sebuah kampanye UNICEF. Kampanye tersebut hadir untuk meningkatkan kesempatan dan pemberdayaan anak-anak dan anak muda. Selain itu, mereka juga mengampanyekan #ENDviolance, untuk melindungi anak-anak dan anak muda di seluruh dunia dari kekerasan. Kerjasama antara BTS dan UNICEF tersebut bahkan berhasil mengumpulkan donasi sebesar 1 juta dolar.

“Kampanye Love Myself dari BTS, yang menyatakan bahwa semua potensi manusia berasal dari mencintai dan menghargai diri sendiri, dan agenda Generation Unlimited dari UNICEF, yang bertujuan membuka potensi tak terbatas dari anak muda, keduanya memiliki tujuan yang sama,” kata pernyataan UNICEF Korea, seperti dikutip cnnindonesia.com dari SBS via Naver.

Para penggemar K-Pop khususnya ARMY mungkin bisa menggunakan pencapaian BTS ini untuk memutarbalikkan “keadaan”. Mereka yang sering diserang oleh haters, bisa menanyakan kembali apa pencapaian idola para haters bisa menyaingi idola mereka. Tapi yang jelas, kontribusi BTS memang patut diapresiasi karena menjadi bukti nyata bahwa anak muda masih peduli dengan dunia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya