5 Kalimat Legendaris yang Selalu Terdengar Saat Momen Silaturahmi Lebaran. Tahun ini Nggak Ada :(

Kalimat legendaris saat lebaran

Momen Lebaran seharusnya menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Pasalnya, di momen ini kamu bisa berkumpul dengan keluarga besar, melepas rindu, dan tentunya merasakan kehangatan di dalam keluarga. Uniknya, hal-hal membahagiakan tentang Lebaran ini nggak hanya dirasakan oleh umat Muslim aja lo, tapi juga banyak umat lain yang turut serta merayakan dan merasakan kebahagiaannya.

Advertisement

Namun rupanya, Lebaran di tahun ini memang nggak sehangat kayak tahun-tahun biasanya. Hal tersebut dikarenakan adanya pandemi yang beberapa waktu ini belum juga hilang. Tentunya ada beberapa hal khas Lebaran yang mungkin dirindukan oleh banyak orang di luar sana. Seperti misalnya kalimat-kalimat di bawah ini.

1. Biasanya kalau habis pulang dari masjid atau lapangan, ada celetukan tetangga, โ€œAyo-ayo, pinarak, mampir dulu sini semuanya.โ€ Giliran dimampirin beneran, malah bingung ๐Ÿ™

Ilustrasi silaturahmi dengan tetangga. via www.fimela.com

Bagi orang Indonesia, budaya silaturahmi dengan tetangga sekitar setelah salat Id adalah hal yang biasa dilakukan secara turun temurun. Mulai dari anak-anak hingga lansia, semua merasakan euforia hari kemenangan yang satu ini. Biasanya, orang-orang akan berdiri di depan rumah sambil menyapa tetangga satu sama lain dan mengajak untuk masuk ke dalam rumah sambil bermaaf-maafan. Pasti kamu udah nggak asing lagi sih dengan kalimat, โ€œAyo, sini mampir dulu masuk semuanya!โ€ Pokoknya berasa kayak anggota keluarga sendiri, ramai banget!

2. โ€œLoh, kok keburu-buru banget sih? Makanan yang ini belum dicobain lo.โ€ Padahal aslinya tuan rumahnya juga udah capek nerima tamu ๐Ÿ™

Nyobain makanan satu demi satu. via www.jabarpos.com

Bukan orang Indonesia namanya kalau nggak pandai berbasa-basi, padahal aslinya juga udah capek banget karena tamu terus-menerus nggak berhenti saling berdatangan. Meski begitu, biasanya tuan rumah akan tetap nyuruh kita buat cicipi makanan yang dijamu satu demi satu. Pokoknya semua makanan katanya harus dicobain, nggak boleh ada yang kelewatan satu menu pun! Kalau udah capek atau lelah boleh kok istirahat dulu, nggak perlu basa-basi melulu. ๐Ÿ™

Advertisement

3. โ€œIni uangnya nanti buat beli es, ya!โ€ Kenapa selalu buat beli es, kenapaaa?! Es terooooos!!!

Angpau lebaran untuk bocil. via m.medcom.id

Kalimat yang satu ini, biasanya paling sering ditujukan kepada bocil alias anak kecil. Entah berapa pun uang yang ada di dalam amplop, pasti kalimatnya sama. Ujung-ujungnya buat disuruh beli es, iya beli es! Coba deh sesekali kamu perhatikan kalau orang tua ngasih uang ke bocil saat momen lebaran, pasti kebanyakan dari mereka sambil bilang, โ€œIni, ya, cuma dikit, nanti buat beli es.โ€ Yakin deh, itu sama emaknya pasti langsung dilarang-larang buat nurutin perkataan orang yang ngasih uangnya tadi. ๐Ÿ™

4. โ€œHeleeh, sekarang udah jadi anak Jakarta lo, sombong banget.โ€ Padahal ketemu juga nggak pernah, kayaknya kalau orang kampung kerja di Jakarta itu citranya jadi sombong gitu kali, ya? ๐Ÿ™

Momen kehangatan silaturahmi. via www.tangerangekspres.co.id

Bagi para perantau, pasti sesekali pernah ngalamin dan relate banget sama hal yang satu ini. Ketemu juga nggak pernah, apalagi sampai ngobrol bareng, tapi sekalinya bertatap muka langsung dibilang sombong. Alasannya simpel dan sepele banget, cuma gara-gara udah kerja di Jakarta atau di kota besar lainnya. Seolah-olah orang yang dari kampung dan kerja di kota besar itu auto jadi sombong, padahal, kan, nggak selalu juga. Tapi mau bagaimanapun sih tetep bikin kangen kalimat ini. ๐Ÿ™

5. โ€œNih, tak bukain nih, toples yang ini. Di rumah sebelah nggak ada, kan?โ€ Malah berlomba-lomba paling lengkap jajanan lebarannya~

Advertisement

Menjamu tamu lebaran. via infopublik.id

Kalimat yang satu ini kedengarannya memang begitu menggelikan, karena seolah-olah saling berlomba dengan tetangga lainnya tentang jajanan siapa yang lebih lengkap. Namun nggak dimungkiri lagi bahwa hal tersebut malah jadi salah satu kalimat yang paling dirindukan ketika momen silaturahmi di hari Lebaran. Coba ngaku sini, siapa yang selalu rela mencicipi makanan satu rumah ke rumah lainnya! Nggak ada akhlak memang. ๐Ÿ™

Sabar, ya, yang merasakan kerinduan hal ini nggak cuma kamu doang kok, tapi seluruh orang di dunia yang sedang merayakannya. Tetap berdoa aja biar tahun depan kita semua lekas dipertemukan dengan momen Lebaran yang hangat seperti sedia kala.

Yuk, terus tambah kebaikanmu di bulan ramadan ini bersama Hipwee! Jangan lupa kunjungi halaman #RamadanDirumahย ya!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE