Pengalaman berjibaku dengan skripsi yang rumit ternyata tak membuatmu jera untuk kembali ke bangku kuliah. Setelah lulus dengan nilai yang cukup memuaskan dan masa studi yang ‘tak terlalu’ lama, kamu pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah di jenjang yang lebih tinggi yakni S-2.

Kuliah S-2 di usia yang masih terbilang muda, tentu membuatmu tampak istimewa. Meski demikian ternyata kehidupan S-2 tak semudah yang kamu pikirkan.

1. Pastinya bangga sih secara banyak yang muji, “Hebat ya masih muda udah S2”.

Advertisement

Pujian itu biasanya datang dari teman-temannya ayah atau ibumu. Ya, orang tuamu tentu bangga karena kamu bisa lulus S1 dengan cepat sehingga bisa segera lanjut S2. Mereka pun selalu menceritakan kebanggaannya itu pada teman-temannya atau saudara. Mendengar pujian itu, kamu cuma tertawa canggung. Dalam hatimu berbisik, “ah perasaan biasa aja deh!”

Teman-teman seusiamu baik yang dulu teman kuliah waktu S1 maupun teman semasa sekolah juga tak jarang menunjukkan sikap kagumnya kepadamu yang tengah menempuh S2. Ketika sedang kumpul-kumpul bareng dan dalam suatu percakapan kamu memberikan pendapat atau masukan, tak jarang mereka menimpali:

“ciye… yang S-2 bahasannya berat!”

2. Tapi banyak juga yang sirik, mereka beranggapan bahwa kamu ambil S2 karena belum tahu mau kerja apa.

Emang mau jadi apa? via www.timeshighereducation.co.uk

Advertisement

Namanya hidup, ada yang manis ada yang pahit, biasa. Begitu pula dengan pandangan orang terhadapmu yang tengah mengambil S2 di usia muda. Tak sedikit yang beranggapan, kamu masuk S2 karena tak tahu mau kerja apa. Atau cibiran-cibiran lain seperti,

“buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau nanti nggak bisa kerja,”

“sekolah terus nggak punya pengalaman sih sama aja bohong,”

“cuma S2 di Indonesia aja mah gampang!”

[…dan ungkapan nyinyir lainnya…]

Meski sebal, kamu nggak tertarik untuk menanggapi komentar-komentar nyinyir macam itu. Selama yang kamu lakukan positif dan nggak merugikan orang lain ngapain mesti pusing.

3. Di jenjang pendidikan ini, kamu akan menemukan teman-teman baru dan pastinya lebih dewasa dan sudah berkeluarga, tapi kadang sok tua sih.

Teman-temanya beragam via www.weillcornellmedicine.com

Memasuki jenjang pendidikan S-2 tentunya kamu merasakan atmosfer yang berbeda. Yang paling mencolok adalah saat pertama kali berkenalan dengan teman-teman seangkatanmu di S2. Kalau waktu S1 dulu, rata-rata teman seangkatanmu seumuran, di S2 teman-temanmu lebih banyak yang jauh lebih dewasa dari pada kamu. Tak heran pula ketika temanmu banyak yang kuliah sambil bekerja. Tak jarang pula di antara teman-temanmu itu ada yang sudah berkeluarga dan sudah punya anak. Kadang, anaknya diajak ke kampus, menunggu ayah atau ibunya yang sedang kuliah bersamamu.

Kadang kamu juga sering kesal dengan teman-temanmu yang sudah berumur itu. Mentang-mentang merasa punya pengalaman yang lebih, mereka sering berlaga sok tua dan menasehatimu. Memang sih umurnya mungkin nggak jauh beda dengan ayah-ibumu, tapi nggak usah sok tua juga sih!

4. Teman-teman yang kelihatan tua itu justru kadang-kadang ngasih banyak masukan soal dunia kerja dan juga soal berumah tangga.

Kadang seru juga sih via news.stanford.edu

Di sisi lain, lewat teman-teman yang sudah berpengalaman itu kamu jadi tahu bagaimana kehidupan kerja yang belum kamu alami. Melalui cerita-cerita mereka (yang kadang agak terdengar sombong sih), kamu jadi tahu jenis-jenis budaya perusahaan dan bagaimana menyiasatinya. Kadang, kamu juga mendengar bagaimana masalah rumah tangga yang dihadapinya. Kamu jadi tahu bahwa punya anak itu tak sekedar ngasih makan dan bayar sekolah saja, ada juga uang jajan, kursus, pakaian, mainan, dan berbagai macam hal-hal kecil lainnya.

5. Enggak kayak zaman dulu, sekarang S2 juga banyak anak mudanya. Mereka ini yang jadi teman nongkrong baru kamu.

Dapet temen belajar yang b via imgbuddy.com

Kalau dulu S2 identik dengan mahasiswa-mahasiswa yang sudah berumur dan membutuhkan gelar S2 untuk karirnya. Saat ini, tentu sudah berbeda. Mahasiswa S2 banyak juga yang masih muda-muda, kamu salah satunya. Di angkatan kuliah S2 mu, kamu juga akan berkenalan dengan teman-teman baru yang usianya tak jauh berbeda denganmu. Kalau pun lebih tua paling hanya selisih dua atau tiga tahun. Teman-teman inilah yang akan menjadi teman nongkrongmu yang baru. Kalian akan bersama-sama menyelesaikan tugas-tugas yang rasanya nggak ada habisnya setiap minggu. Mereka juga yang akan menjadi teman seperjuanganmu menyelesaikan tesis, mengejar-ngejar dosen pembimbing dan mengikuti beragam seminar.

6. Kalau dulu kuliah S1 males-malesan, di S2 kamu relatif jadi lebih rajin. Maklum bayarnya jauh lebih mahal, bok… $$$

Harus lulus tepat waktu via gif-expression.tumblr.com

Semasa kuliah S1 dulu, kamu malasnya minta ampun. Sering bolos dan titip absen, tak jarang mengumpulkan tugas terlambat, sampai menunda-nunda menyelesaikan skripsi. Beda dengan saat kamu menjalani S2. Kamu tampak lebih rajin, sering membaca buku dan mengerjakan tugas tepat waktu. Tentu saja kamu lebih giat saat S2, biayanya jauh lebih mahal dari pada S1. Jadi, kamu merasa sayang jika harus mengulang atau lulusnya tertentuda, bayar satu semester penuh sih!

7. Kadang kamu juga bimbang setelah lulus mau ngapain. Belajar keras, bikin tesis, lulus susah-susah ini buat apa?

Capek-capek gini buat apa? via www.gurl.com

Selama perjuangan panjang menempuh S2, kamu sering kali berpikir sebenarnya setelah ini kamu mau jadi apa. Lowongan pekerjaan yang banyak tercantum, rata-rata membutuhkannya S1, lalu untuk apa kamu harus capek-capek kuliah S2? Ada sih lowongan yang membutuhkan S2, tapi hanya dosen. Sementara kamu belum tahu apakah sudah siap bekerja mengabdi menjadi dosen.

8. Habis lulus ternyata dunia tidak secerah yang dibayangkan. Kamu masih tetap harus susah melamar pekerjaan.

Susahnya cari kerja via theparsonspatch.com

Setelah lulus dari S2 pun, kamu tak langsung mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan. Bayangan akan gelarmu yang bisa lebih menjual dan mempermudah mendapatkan pekerjaan pun kandas. Kamu masih harus ke sana ke mari mencari pekerjaan yang kamu inginkan dan mau menerimamu.

9. Kesal rasanya kalau lihat kamu dan mereka yang lulusan S1 dipandang setara di dunia kerja.

Tapi pak! via patrickdichter.com

Saat sudah diterima kerja pun, ternyata kamu juga harus mulai dari awal. Ada perasaan kesal karena ijasahmu dihargai sama dengan mereka yang baru lulus S1. Waktu dan biaya yang kamu keluarkan untuk kuliah S2 jadi terasa sia-sia karenanya.

10. Akan tetapi pengalamanmu kuliah S2 tetap bermanfaat. Meski awalnya kamu dihargai sama dengan mereka yang S1, kamu bisa berkembang lebih cepat di dunia kerja.

Selalu ada manfaatnya via imgarcade.com

Awalnya mungkin terasa sia-sia, tapi pada akhirnya kamu akan tahu manfaat pendidikan S2. Secara pemikiran, kamu lebih bisa cepat menguasai pekerjaan yang menjadi tugasmu. Kamu pun bisa berkembang dengan cepat di dunia kerja.

Meski awalnya kuliah S2 itu berat dan terasa pahit, akhirnya juga bisa berbuah manis kok!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya