Ajang Asian Games 2018 bikin seluruh negeri ini pesta olah raga. Euforia, teriakan, hingga kekecewaan melebur jadi satu dengan berbagai pertandingan yang tentunya menciptakan kemenangan sekaligus kekalahan. Salah satu cabang olah raga yang jadi andalan negeri kita adalah bulu tangkis. Tentunya para atlet juga jadi perhatian banyak masyarakat.

Sayangnya, kekecewaan terhadap kekalahan atlet kita justru banyak menimbulkan rundungan dan kata-kata nggak bijak di media sosial. Padahal para atlet juga sudah berusaha menampilkan yang terbaik lo. Kegeraman soal betapa nggak pantasnya komentar negatif yang menyebar membuat salah seorang warganet bernisiatif menegur mereka lewat DM. Tanpa tendensi untuk menyerang, warganet bernama Safira Larasati lantas ‘menyapa’ mereka. Ternyata responsnya beragam, mulai dari yang nggak terima, hingga berujung curhat. Simak uraian Hipwee Hiburan berikut!

Warganet dengan nama pengguna @safrlars di Twitter mengunggah thread soal usahanya dalam menegur perundung atlet. Pesannya pun terbilang nggak ngajak ribut

Iseng yang berfaedah. via twitter.com

Advertisement

Berdasarkan interview yang dilakukan Hipwee Hiburan, warganet @safrlars atau yang bernama Safira Larasati ini hanya berniat ‘jalan-jalan’ ke akun Instagram Anthony Ginting beberapa saat ketika dia cedera di pertandingan bulu tangkis beregu. Sayangnya, yang Safira dapati justru banyak cacian dan rundungan pada sang atlet yang sudah kalah. Setelah Andritany gagal mengamankan bola di pertandingan Indonesia melawan UEA pun, banyak rundungan serupa yang berserakan.

Geram karena hal ini, Safira nggak ingin ikut membalas dan mendebat mereka di kolom komentar, karena tentunya hanya akan menjadikan ungkapan negatif jadi komen terpopuler. Dia justru menegur mereka secara langsung lewat direct message (DM) Instagram kepada puluhan perundung atlet.

“Omongannya dijaga ya kak 🙂 kalo kakak kecewa Indonesia kalah, para atlet lebih kecewa lagi karena pengorbanannya lebih besar. Be kind <3” – Kalimat direct message yang disampaikan Safira Larasati.

Dari puluhan yang ditegur, hanya belasan yang membalas. Mulai dari yang langsung sadar, ngajak debat kusir, sampai berujung curhat, kompleks banget!

Duh, curhat tapi tindakannya itu nggak dewasa. via twitter.com

Advertisement

Untungnya sebagian warganet perundung yang dia tegur, ada yang langsung sadar dan menyadari kekhilafannya. Namun nggak jarang yang justru marah-marah dengan kata kasar pula. Lucunya, ada yang tadinya marah-marah kemudian berujung curhat karena kecewa dirinya nggak berhasil jadi atlet. Warganet Indonesia memang unik! 🙂

Nah, langsung sadar. Syukur, deh! via twitter.com

Ada pula yang hanya membalas dengan “Oke deh” dan “Siap kak!” dan nggak terlalu menghiraukan teguran Safira. Meski begitu, cerita tentang teguran yang dia lakukan ini kemudian diunggah ke Twitter dan jadi viral. Nggak sedikit yang merasakan keresahan yang sama tapi belum berani berbuat seperti Safira. Semoga setelah ini banyak yang berani menyebarkan energi positif deh!

Masalah bully atau perundungan di media sosial memang bukan hal baru. Nggak jarang kata kasar sampai perang komentar enteng dilakukan, padahal efeknya nggak bisa diremehkan

Kita lupa kalau yang kita katai sama-sama manusia, punya hati dan perasaan juga. via www.bolasport.com

Nggak hanya pada atlet Asian Games saja komentar negatif dan kata-kata kasar menyebar. Bahkan di akun media sosial artis kita, hingga orang yang mendadak jadi viral, banyak jempol-jempol jahat warganet yang galaknya melebihi ibu tiri. Belum lagi fenomena anonimitas di akun media sosial bikin banyak orang enteng berkomentar tanpa adab dan terpancing debat kusir. Padahal efek psikologisnya nggak jauh beda dengan dikata-katai secara langsung.

Mulai dari hal kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang. Coba deh lakukan gerakan kecil-kecilan buat mencegah komentar nggak enak bermunculan. Kalau damai, kan, adem~

Lebih enak dibacanya, bikin terharu. 🙁 via www.instagram.com

Ternyata warganet Indonesia sudah sejauh ini. Beda pendapat sedikit saja, langsung nyolot dan perang urat syaraf dengan kata-kata nggak sopan; menuliskan kata kotor hanya karena kecewa tanpa memikirkan efeknya pada orang lain. Bagi kamu yang sadar, bahwa terlibat perang komentar itu nggak sehat, tentu gemas banget pengen mengubah budaya buruk seperti ini di media sosial kita. Safira sendiri justru pengen gerakan kecilnya ini bisa jadi inspirasi buat warganet lain yang juga pengen menyebarkan energi positif ke mereka yang suka komentar negatif.

“Aku juga pengen ngasih wadah/lingkungan buat temen2 yg ingin berbuat positif juga, karena aku tau bgt rasanya pengen berbuat baik tapi belum ada momentumnya hehehe” Safira Larasati.

Jadi, janganlah ragu kalau mau memulai untuk menyebarkan kebaikan. Dicoba dari hal yang kecil itu nggak masalah, asal berani. Jangan lupa berbesar hati dan lapang dada jika usaha yang kamu lakukan justru berbalik jadi bumerang. Bisa saja orang yang kamu tegur justru mengatai kamu balik layaknya yang dialami Safira. Tapi yang terpenting jangan terpancing dan tetap bijak bermedia sosial, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya