Upaya Buruk Sinetron “Suara Hati Istri” Rebut Atensi Penonton. Bisa-bisanya Lolos Tayang! :(

Sinetron Suara Hati Istri

Baru-baru ini publik kembali dihebohkan dengan kabar dari industri perfilman Indonesia. Bukan karena sesuatu yang dianggap membanggakan layaknya perkembangan industri film lokal yang seharusnya lebih dikenal masyarakat luas karena kemajuannya, melainkan malah sebaliknya. Lagi-lagi sinetron yang ditayangkan di sebuah stasiun TV swasta jadi sorotan para warganet dari berbagai macam media sosial. Kali ini bukan lagi gara-gara absurdnya jalan cerita atau animasi yang terkesan memaksa, persoalan kali ini dianggap lebih parah dan nggak main-main.

Advertisement

Sientron yang dimaksud adalah “Suara Hati Istri”, pasalnya hiburan yang satu ini dianggap merebut atensi penonton dengan cara yang kurang layak. Alih-alih membuat cerita yang memuat moral positif, sinetron “Suara Hati Istri” ini jadi sorotan lantaran dinilai melanggengkan budaya pernikahan paksa di usia dini. Herannya, dari dulu lembaga terkait terkesan ogah-ogahan dalam menangani permasalahan semacam ini.

Ceritanya memuat isu sensitif (dan negatif), mulai dari poligami, pernikahan usia anak, pedofilia, hingga kekerasan. Alhasil, banyak figur publik yang menyoroti hal ini, lo!

Pengakuan dari pemeran Zahra / Credit: Twitter convomf via twitter.com

Bukan tanpa alasan, sinetron berjudul “Suara Hati Istri” mendapat banyak kritikan dari masyarakat luas karena beberapa hal. Mulai dari isu poligami, pernikahan usia anak (secara paksa), pedofilia, dan lainnya. Berbagai persoalan tersebut nampak begitu digambarkan secara terang-terangan pada salah satu karakter utama di sinetron itu. Padahal, dari waktu ke waktu udah banyak banget masyarakat yang concern terhadap isu-isu negatif tersebut, namun dengan munculnya sinetron yang satu ini, publik lantas menganggapnya sebagai salah satu bentuk normalisasi terhadap isu-isu sensitif tadi.

Wajar aja kalau para figur publik ikut menyoroti viralnya kejadian tersebut. Bahkan, Ernest Prakasa sebagai salah satu pegiat industri perfilman Indonesia pun ikut memberikan komentar serta kritikannya. Apalagi mengingat bahwa sosok Zahra yang jadi sorotan di sinetron ini memberikan pengakuan bahwa dirinya sama sekali nggak tahu-menahu jika akhirnya akan disuruh melakukan adegan menjengkelkan tersebut.

Advertisement

Sebagian warganet mengatakan bahwa ini upaya buat meruntuhkan kesuksesan “Ikatan Cinta”. Demi rating, melanggengkan berbagai cara 🙁

Polemik “Suara Hati Istri” / Credit: Vidio via www.vidio.com

Saking geramnya warganet dengan lolosnya tayangan semacam ini di televisi yang notabenenya bisa diakses dengan gampang secara umum, akhirnya banyak yang memberikan komentar. Beberapa dari komentar para warganet tersebut bahkan ada yang menyoroti jika apa yang dilakukan pada “Suara Hati Istri” ini adalah sebuah upaya untuk meruntuhkan kesuksesan sinetron fenomenal “Ikatan Cinta”.

Kita semua tahulah, jika sinetron yang dibintangi oleh Arya Saloka dan Amanda Manopo itu memang menjadi salah satu tayangan favorit sejak beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, pamornya pun nggak cuma meledak di kalangan kaum ibu-ibu aja, tapi sampai ke remaja, dan bahkan kaum bapak-bapak. Bisa jadi, “Suara Hati Istri” ini memang mau merebut tingginya rating “Ikatan Cinta” sih, hingga akhirnya melakukan manuver yang kelewat batas.

Udah seburuk ini tayangan TV di Indonesia, tapi lembaga sensor tetap aja nggak ada kabar. Oh, rupanya lagi sibuk menyensor Sandy & SpongeBob~

Penyensoran yang amburadul / Credit: Instagram/ernestprakasa via instagram.com

Bukan baru kali ini aja permasalahan semacam ini terjadi di industri perfilman Indonesia, namun sudah berkali-kali. Kocaknya, lembaga sensor yang didapuk untuk memberi izin tayangan tersebut diputar secara umum di televisi hingga saat ini jarang banget atau malah nyaris nggak pernah kelihatan batang hidungnya.

Alih-alih ngurusin urusan yang seharusnya segera dituntaskan seperti ini, mereka malah terlalu sibuk menyensor Sandy dalam tayangan kartun SpongeBob. Sepertinya, karakter-karakter kartun bagi mereka lebih dianggap bisa memengaruhi banyak orang kali, ya?

Udah sampai diingatkan berkali-kali oleh publik, kalau sampai pihak terkait sama sekali nggak merespons sih artinya kebangetan banget. Permasalahan yang seharusnya dijadikan perhatian malah sama sekali nggak dilirik, giliran ada hal-hal yang nggak penting malah dibesar-besarkan. Semoga segera ada pembenahan dalam dunia industri pertelevisian di negeri ini, ya.

Ikuti Instagram @wolesjon, biar nggak ketinggalan informasi seputar cowok dan dunia hiburan lainnya, kuy!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE