Dear, Sobat Pesepeda. Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Biar Nggak Jadi Bulan-Bulanan Orang Lain

Tips buat pesepeda

“Indonesia kayaknya udah kayak Groningen, Bro, semua orang sekarang pada sepedaan.”

Advertisement

Celetukan tersebut beberapa kali terdengar secara random dari orang-orang di luar sana. Nggak kaget sih, pasalnya memang beberapa waktu belakangan ini ada fenomena unik yang terjadi di berbagai kota di seluruh Indonesia, di mana orang-orang mendadak punya hobi bersepeda beramai-ramai. Padahal, sebelum masa pandemi ini rasa-rasanya nggak pernah lo orang-orang punya hobi yang satu ini. Mulai dari masyarakat pedesaan hingga penduduk kota-kota besar, semua kompak membanjiri jalanan dengan roda dua tanpa mesin itu.

Memang nggak ada salahnya sih, toh sekarang semua orang juga butuh aktivitas biar badan tetap gerak sekaligus hiburan di tengah rasa bosan. Cuma nih, yang bikin mengganjal di telinga adalah pemberitaan akhir-akhir ini tentang pesepeda yang dianggap latah dan minim akhlak ketika gowes ramai-ramai di jalan. Udah gitu nggak cuma sekali dua kali aja lo, tapi berulang kali! Maklumlah kalau akhirnya banyak masyarakat yang pada merespons. Coba kamu perhatikan hal di bawah ini dulu deh.

1. Kalau jalan itu sewajarnya aja, rombongan boleh aja, tapi jangan sampai memenuhi jalan. Itu mau pada olahraga atau karnaval sih?! 🙁

Ilustrasi pesepeda. via portalsepeda.com

Salah satu hal yang sering dipermasalahkan banyak orang dari rombongan pesepeda adalah ketika mereka lagi jalan ramai-ramai sampai bikin seluruh ruas jalan penuh sesak. Bentar-bentar, mohon maaf nih sebelumnya, meskipun kecil dan nggak bermesin, sepeda juga harus punya aturan di jalan lo. Apalagi kalau cuma mau sekadar cari angin, olahraga, dan membuang kebosanan selama pandemi. Kecuali kalau kamu memang niatnya mau karnaval dan udah dapat izin dari pihak terkait. Jangankan cuma sepedaan dan menuhin jalanan, orang mau dihias bentuk tank model PBB yang segede gaban aja juga boleh kok.

Advertisement

2. Selain itu, kalau lagi jalan, ya, jalan aja, nggak usah sambil ngobrol apalagi sampai berjejer gitu. Nanti ngobrolin masalah hidupnya pas udah sampai rumah aja, Booor!!1

Padahal kalau tertib juga enak lo. via www.wartakini.co

Nggak cuma masalah yang ada di poin pertama, hal selanjutnya yang juga nggak kalah bikin geregetan banyak orang adalah ketika melihat pesepeda berjejer gitu, sambil ngobrol sepanjang jalan. Iya tahu kalau sepeda itu kecil dan nggak banyak makan tempat kayak kendaraan lainnya, tapi masalahnya mau sekecil apa pun sepeda, kalau udah berjejer jadi tiga deret juga lain ceritanya. Udah gitu masih pakai acara ngobrol lagi sepanjang jalan kayak nggak ada putusnya. Heran deh, jadi penasaran itu kira-kira ngobrolin topik penting apa sih, sampai nggak bisa ditunda gitu? Rencana mendamaikan konflik Timur Tengah?

3. Lampu merah itu diciptakan buat berhenti, jangan malah buat menjemput ajal ramai-ramai!

Advertisement

Nah, ini nih yang terkadang luput di mata masyarakat Indonesia. Nggak cuma sering dilanggar oleh kendaraan bermesin yang nggak ada akhlak, sekarang pun citra para pesepeda juga mendadak jelek gara-gara orang nggak sabaran dan nggak punya aturan. Gini lo, di mana-mana yang namanya lampu merah itu diciptakan buat menertibkan lalu lintas, biar kamu bisa berhenti dulu nunggu giliran. Bukan malah momen yang tepat buat menjemput ajal ramai-ramai. Berabe, kan, tuh kalau pada banyak yang menerobos begitu? Hadeeeh, susah banget pada dikasih tahu!

4. Jalanan adalah hak semua orang. Jangan merasa menang sendiri kecuali kamu bisa berubah jadi Thanos!

Pesan terakhir ini harusnya nggak cuma ditujukan buat para pesepeda ngeyelan di tengah pandemi, meskipun memang faktanya yang lagi ramai adalah para pengendara sepeda. Kalau lupa dan perlu diingatkan, coba deh dipahami lagi kalimat “Jalanan adalah hak semua orang”. Artinya, jalanan itu milik publik, bukan milik para pihak-pihak tertentu. Apalagi masih ditambah pakai sifat ngeyelan dan maunya cuma menang sendiri. Kalau kayak gitu mah mending berkendara di dalam rumah aja dulu daripada jadi bahan nyinyiran warganet.

Perlu diingat bahwa nggak semua pesepeda sekarang ini punya sifat resek, tapi memang nggak sedikit juga sih. Jangan sampai kamu masuk golongan orang-orang ngeyelan dan nggak punya aturan itu. Kalau belum bisa jadi contoh baik buat orang lain, ya, minimal nggak jadi bahan gunjingan aja deh~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE