7 Trik Peramal yang Sering Ditemui di Pasar Malam. Ada yang Pernah Percaya sama Bualannya? :D

Trik peramal di pasar malam

Nggak dimungkiri, manusia adalah makhluk Tuhan paling kepo. Dalam artian positif itu berguna banyak. Misalnya, sebelum beraktivitas ke luar rumah kamu ingin tahu ramalan cuaca, biar bisa sedia payung jika akan turun hujan. Atau mendatangi dokter ketika ada gejala asing yang terasa dalam tubuh, sehingga bisa dilakukan penanganan dini.

Advertisement

Tapi kalau menyasar ranah yang nggak penting-penting amat, kepo bisa berakhir kurang baik. Misalnya iseng ngutak-atik ponsel gebetan, lalu menemukan namamu di kontak WhatsApp ditulis sekadar “teman baikku” yang cuma bisa disikapi dengan meringis. Atau kepo sama kehidupan sendiri dan masa depan, lalu mendatangi peramal di pasar malam. Nah, hal ini bukan cuma buang-buang uang. Karena faktanya, meski ada orang yang punya kemampuan psikis luar biasa, kebanyakan yang bisa kamu temui di pasar malam itu nyaris bohongan. Mereka punya trik tersendiri agar terlihat punya kekuatan meramal masa depan di depan pelanggannya. Penasaran apa saja, simak, yuk!

1. Peramal palsu akan sengaja membuatmu banyak bicara untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan

Kamu akan diminta banyak bicara. via www.pexels.com

Sebagaimana trik jika ingin terlihat pintar di depan seseorang, cara terbaiknya adalah membuat orang itu bicara lalu menyerap semua informasi yang diutarakan untuk kembali disampaikan dengan cara yang berbeda. Hal serupa juga dilakukan peramal palsu. Pertama, kamu pasti akan diminta bercerita apa saja layaknya sesi konsultasi dengan terapis. Sesi ini bukan untuk mendengar persoalanmu, melainkan untuk memberi gambaran kepada si peramal, hal apa yang harus ia reka-reka dan sesuai dengan dirimu. Misalnya, kalau kamu banyak bercerita tentang kisah putus cintamu, maka bukan nggak mungkin ramalan yang muncul adalah “saya ramal di masa depan kamu akan bertemu dengan pasangan yang baik hati.”

2. Mengumbar sanjungan yang mengada-ada biar pelanggan datang lagi

Mengumbar sanjungan. via www.tarotandhoroscopes.com

Boleh dikatakan misi utama peramal palsu adalah membuat pelanggannya balik lagi. Caranya dengan memberikan layanan terbaik dalam bentuk sanjungan dan klaim palsu. Kalimat andalan mereka kurang lebih seperti, “saya melihat kamu punya aura yang mengagumkan. Ada banyak hal yang bisa dibaca dari dirimu.” Lalu setelah melihat kamu tersanjung bungah, ia akan menambahkan, “tapi pembacaan aura nggak bisa dilakukan dalam satu waktu karena bisa melelahkan. Bagaimana kalau besok kamu datang lagi?” Nah, kalau besoknya kamu beneran datang, maka selamat kamu harus merogoh kocek lagi.

Advertisement

3. Mengaitkan kehidupanmu dengan orang terkenal di masa lalu

Kamu di masa lalu adalah Cleopatra yang cantik! via lifestyle.okezone.com

Bagi yang percaya reinkarnasi ataupun tidak, diberi tahu kalau di kehidupan sebelumnya kita adalah orang terkenal mungkin terdengar mengasyikkan. Seru kan ya, misalnya ngebayangin di masa yang lain kita adalah Cleopatra atau Michelangelo. Tapi meski begitu, klaim seperti ini jarang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Makanya, kalau kamu dengar klaim begini dari peramal, yakin lah kalau ia sudah mengucapkan hal yang sama ke banyak orang sebelum kamu. Motifnya cuma bikin kamu terbawa suasana dan bersedia melanjutkan sesi ramalan berikutnya.

4. Selalu mengeluarkan prediksi umum untuk merangkai ramalan lanjutan

“Kamu pasti sebelum ke sini napas dulu, kan?” via unsplash.com

Ada kecenderungan para peramal palsu akan mengeluarkan sebuah prediksi umum, lalu menunggu kamu merespon sebagai tanda kalau mereka sedang berada di jalur yang tepat. Misalnya, dia memprediksi belakangan kamu telah kehilangan sesuatu. Entah itu uang, kunci, pasangan atau hal lain. Jika kamu membenarkan prediksi tersebut, meski kehilangan itu terjadi enam bulan yang lalu, dia dengan mudah bisa merangkai ramalan selanjutnya. Tapi jika kamu menjawab sebaliknya, dan sang peramal lalu mengalihkan topik, maka ini merupakan pertanda jelas bahwa dia ecek-ecek.

5. Peramal palsu akan memberikan informasi yang benar bagi siapa saja

“Kamu pasti pernah sedih. Iya kan? Iya!” via www.eharmony.co.uk

Tipikal lain peramal palsu adalah sering memberikan informasi yang benar bagi siapa saja. Misalnya, ia mengeluarkan klaim bahwa kamu belakangan sedang sakit hati, tanpa menjelaskan hal detail penyebab sakit hati tersebut. Tentu saja kamu bisa membenarkan klaim tersebut, karena faktanya sebagian besar orang dalam kesehariannya mengalami sakit hati. Penyebab dan efeknya saja yang berbeda. Entah karena diputusin pacar, kehabisan kuota saat nonton drama Korea, atau hal remeh lainnya. Mereka berani mengeluarkan informasi seperti ini karena yakin nggak akan salah.

Advertisement

6. Mereka akan lebih banyak mengungkapkan prediksi positif ketimbang negatif

Aura kamu bagus banget. Di masa depan kamu akan jadi presiden Korea Utara! via www.pexels.com

Kalau kamu pernah mendatangi peramal di pasar malam, coba deh ingat-ingat. Berapa banyak informasi positif yang mereka berikan jika dibanding informasi negatif. Pasti lebih banyak yang positif kan? Beberapa informasi negatif mereka sisipkan hanya agar kamu yakin kemampuan meramal mereka itu sungguhan. Selain itu, manusia memang makhluk yang lebih senang diberikan informasi positif, terlepas dari jujur atau bohong informasi tersebut.

7. Berusaha terlalu keras untuk terlihat layaknya peramal betulan. Biasanya pakai properti bola kristal dan dandanan ala gipsi

Bola sihir adalah kunci agar terlihat seperti peramal sungguhan. via freefortunetelling.net

Seorang pintar nggak perlu berlagak pintar untuk menunjukkan kepintarannya. Seorang rupawan nggak perlu dandan untuk memancarkan pesonanya. Begitu pula dengan peramal. Peramal nggak perlu pernak-pernik untuk menegaskan kalau ia adalah peramal sejati. Jadi, kalau kamu mendatangi tempat peramal yang remang-remang dan penuh dengan dekorasi ala gipsi seperti yang ada di pasar malam, maka bisa jadi mereka palsu. Apalagi kalau sampai mengusap-usap bola kristal di meja selain kartu tarot yang memang biasa digunakan untuk kepentingan spiritual. Orang yang beneran bisa meramal sebetulnya nggak butuh alat-alat lain selain kekuatan pikirannya.

Nah, meski begitu, mungkin saja ada peramal betulan yang buka layanan mereka di pasar malam. Namun berdasarkan pengamatan umum, setidaknya 7 trik di atas merupakan cara klasik yang biasa digunakan oleh para peramal palsu untuk terlihat meyakinkan di depan pelanggan. Kalau sekadar buat seru-seruan aja nggak masalah sih, datang ke peramal di pasar malam. Hanya saja, jangan jadikan apa yang mereka ucapkan sebagai kebenaran tunggal.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

CLOSE