Yang Disimpan oleh Waktu – Chapter 4

yang disimpan oleh waktu chapter 4

JANUARI 2018

Sepakat tentang tema pernikahan outdoor saja ternyata tidak cukup menyamakan suara kami atas semua hal. Nyatanya, di balik tema outdoor, ada banyak item lain yang harus kami perhatikan. Atau perdebatkan.

“Ini model kursi rotan terbaru yang lagi hits digandrungi para calon pengantin, Kak. Bentuknya klasik, dudukannya pun nyaman. Mau pakai yang ini aja?” tawar wedding planner.

Egi menatap katalog dekorasi pelaminan yang ditawarkan selama beberapa detik, lalu ia berpaling kepadaku.

“Menurutmu gimana?” tanyanya. “Aku baru lihat gambarnya aja sudah capek. Apa nggak bisa pake sofa aja, Mbak?”

Sontak aku menepak lengan Egi. “Masa sofa, sih? Mana cocok?! Ini kan pesta outdoor. Ya, bagusan kursi rotan, yang kelihatan lebih alami dan artistik. Klasik juga.”

“Oh gitu … ya udah, ini juga bagus. Aku ngikut kamu aja deh, Sayang,” katanya, sembari meraih ponselnya di atas meja.

“Tuh kan … kamu sebenarnya niat nggak sih? Apa-apa ngikut, apa-apa terserah aku, emangnya yang nikah aku doang?!” Omelku.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi