Selingkuh itu candu

Serius dia selingkuh lagi? Trus kamu maafin?

Kalau bisa diibaratkan, diselingkuhin itu salah satu hal paling menyakitkan. Sebab dalam selingkuh tak hanya berisi kebohongan. Tapi juga sebuah pengkhianatan atas janji yang pernah sama-sama dibuat. Sudah tahu menyakitkan dan mematahkan kepercayaan seseorang, perselingkuhan justru kerap dilakukan tak hanya sekali.

Advertisement

Seperti apa yang saat ini kamu rasai. Dia yang dulu pernah memohon maafmu, sekarang kembali berulah. Dia kembali menyakitimu jauh lebih dahsyat, dengan kesalahan yang sama. Kamu sampai geleng kepala, mengapa sosok yang begitu kamu cintai tega melakukan hal ini berulang kali. Sebelum maafmu keluar dengan percuma (lagi), coba pahami baik-baik mengapa selingkuh seperti candu bagi pihak yang pernah melakukannya. Selain agar maafmu tak mubadzir, lumayan untuk tambahan informasi tentang selingkuh kedua kalinya ini.

1. Sebagian orang menganggap selingkuh simbol kesuksesan. Belum sukses dalam percintaan jika belum menyenangkan hati banyak orang

Simbol kesuksesan, katanya~ via unsplash.com

Adanya anggapan bahwa selingkuh simbol kesuksesan ini menjadi penyebab nomer satu. Apalagi untuk kaum adam. Simbol kesuksesan adalah suatu hal yang penting agar dapat diterima ke dalam sebuah golongan. Seseorang belum sepenuhnya sukses kalau belum menyenangkan hati banyak orang dengan kekayaan. Kalau saja sudah pernah sekali selingkuh, atas nama ingin semakin dikenal, berbagi hati pun akan kembali dilakukan.

2. Saat selingkuh yang pertama sukses dan tak diketahui, ada rasa tertantang untuk melakukannya lagi

Tertantang! via unsplash.com

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan belum termasuk selingkuh kalau tak ketahuan. Padahal dirinya sudah jelas-jelas berbagi hati dan ranjang. Hanya saja pihak si pasangan belum mengetahui bahwa perselingkuhan ini terjadi. Karena merasa telah ‘bermain aman’, ada semacam dorongan dari diri sendiri untuk melakukannya lagi. Kini lawan main selingkuhnya tak hanya satu orang. Bahkan beberapa orang dengan jangka waktu yang lebih panjang.

3. Bisa juga karena pasangan sudah memaafkan selingkuh yang pertama, lalu tergoda untuk kembali melakukannya. Duh dasar manusia~

Dimaafkan bukan berarti membuka lagi kesempatan via unsplash.com

Advertisement

Beberapa orang beranggapan, jika sekali melakukan kesalahan lalu dimaafkan, sebuah masalah akan kelar. Berawal dari hal ini, selingkuh pun seakan menemukan celahnya untuk bermain lagi. Kata maaf dari pasangan yang dengan susah payah didapat, mendadak dilupakan saat tergoda dengan yang lebih bening. Padahal dia tak tahu seberapa berat pasangannya itu mengeluarkan maaf dan menerimanya kembali.

4. Layaknya mengonsumsi obat-obatan terlarang, ada sensasi tersendiri ketika berhubungan dengan orang lain di luar hubungan

Ada sensasi yang buat seseorang kecanduan via unsplash.com

Kalau bisa diibaratkan, selingkuh itu seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang. Sekali mencoba, pasti akan merasakan sensasi tesendiri. Lalu setelahnya seperti ada kecanduan yang aditif dan ingin selalu menjalin sesuatu dengan orang lain di luar hubungan. Efek kecanduan ini juga kelak akan menghancurkan hati nurani. Sebab sudah tahu hal yang dilakukan itu menyakitkan, tapi masih saja berulang.

5. Adanya mindset yang salah tentang sesuatu yang makin dilarang justru makin bikin penasaran. Selingkuh itu salah satunya

Makin dilarang, makin penasaran via unsplash.com

Sesuatu yang makin dilarang itu makin bikin penasaran.

Mindset itulah yang sering disalahgunakan. Sudah tahu pelarangan dilakukan demi kebaikan bersama. Tapi tetap saja dilakukan dengan alasan coba-coba. Ibarat melanggar lampu lalu lintas. Seseorang akan merasa keren jika bisa berkali-kali menerobosnya. Namun kalau sudah ditangkap polisi, ngakunga jera. Begitu kembali lewat jalan raya, dilakukan lagi deh biar efek kerennya lebih berasa. Selingkuh kurang lebih begini kronologinya. Jika perselingkuhan yang pertama sudah tenggelam masalahnya, seseorang akan kembali mengulanginya.

6. Bahkan kecanduan selingkuh sudah masuk ranah penelitian. Hasilnya mengungkapkan bahwa media sosial berpengaruh besar

Media sosial buat pasangan tak diperhatikan via unsplash.com

Media sosial juga berpengaruh besar terhadap terjadinya selingkuh yang berulah. Menurut penelitian Victoria Milan, perselingkuhan bisa terjadi karena pasangan terlalu sibuk bermain media sosial. Seseorang akan merasa tak diperhatikan dan tak dihargai. Imbasnya, seseorang memilih mencari distraksi yaitu selingkuh. Nah perselingkuhan akan kembai terjadi jika si pasangan akan kembali sibuk pada media sosialnya. Rasa tak dihargai selayaknya pasangan pun akan hadir lagi.

Apapun alasan di baliknya, selingkuh sama sekali tak dianjurkan. Apalagi hanya karena tak diperhatikan atau untuk mendapatkan simbol kesuksesan. Kalau mau mengulik lagi, ada kok hal-hal yang lebih bermatabat agar mendapatkan hal-hal yang dibutuhkan seperti perhatian atau disebut sebagai orang sukses.

Untukmu yang tengah merasakan sakit karena perselingkuhan yang kedua kalinya, tolong berpikir ribuan kali untuk memaafkannya. Sebab kelangsungan perasaan dan masa depanmu bergantung dari sana.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya