Takut orangtua pacarmu

Pacaran bukan sekadar dua orang yang saling cinta. Bukan juga tentang saling melempar kata sayang agar terlihat kalian berhubungan. Ada kalanya pacaran tentang dua orang yang berusaha menyatukan dua keluarga. Menyatukan sepasang orangtua yang belum pernah bertemu sebelumnya.

Sebagai cowok, tentunya kamu ingin mengenal lebih dalam keluarga cewekmu. Tapi niat baik tersebut selalu tertunda akibat rasa takutmu yang berlebihan. Nyalimu selalu ciut saat akan berkunjung ke rumah cewekmu. Padahal biasanya, kamu tak seperti ini. Atasan yang super galak saja tak mampu buatmu bergidik ngeri. Satu kalimat dari cewekmu yang paling buatmu gemetaran: Yang, bapak ibu mau ketemu kamu.

Advertisement

Buatmu yang sering gemetaran sendiri saat akan berkunjung ke rumah pacar, mungkin hal-hal inilah yang selama ini jadi alasan.

1. Jabatan yang dipunyai orangtua cewekmu dirasa terlalu tinggi. Kamu yang masih awal berkarir jadi minder sendiri

Bapaknya jendral. Takut~ via www.indiaearl.com

Langkahmu dalam dunia kerja memang sedikit lebih lambat dibandingkan teman-teman seangkatan. Tapi hal itu tak menjadikan semangatmu kendur untuk menempa diri di bidang yang kamu geluti. Semangatmu masih membara, meski pekerjaan yang sekarang kamu tekuni masih tahap awal.

Tapi lain ceritanya lagi saat kamu diundang ke rumah pacarmu, karir yang dirimu rasa masih belum ada apa-apanya ini membuat nyali ciut. Sebab dibandingkan dengan jabatan kedua orangtuanya, pekerjaanmu yang sekarang terasa jauh untuk digenggam. Ibarat kata, kamu masih berusaha naik pohon sementara kedua orangtuanya sudah berada di luar angkasa. Kesenjangan inilah yang selalu menghalangi niatmu untuk sowan. Kamu lagi-lagi sungkan.

2. Budaya dan latar belakang keluarga kalian yang berbeda. Keluargamu sederhana, sementara keluarga pacarmu bak sosialita

Latar belakang keluarga yang berbeda via www.indiaearl.com

Advertisement

Saat waktu liburan tiba, kamu dan keluarga paling sering pergi ke pantai atau hanya santai di rumah. Berbeda dengan keluarga pacarmu yang tiap ada waktu luang pasti jalan-jalan ke luar. Budaya kedua keluarga kalian sungguh seperti berkebalikan. Kamu yang sederhana tetapi dia dan keluarganya suka bermewah-mewah ria. Ada kalanya kamu sadar diri bahwa hubungan ini terlalu jauh latar belakangnya. Namun terlalu sayang jika harus disudahi hanya karena kedua keluarga berbeda selera.

3. Dari foto-foto yang diunggah pacarmu, kedua orangtuanya terlihat galak dan sangar. Nyali jadi ciut tiap kali diundang ke rumah pacar

Yaaang, bapakmu terlihat galak dan sangar via www.unsplash.com

Kaku, tatapan matanya tajam, dan jarang mengumbar senyuman. Itulah penggambaran kedua orangtua pacar dari foto-foto yang dia unggah ke media sosial. Membayangkan kedua orangtuanya saja buatmu tak mampu berkata-kata. Apalagi jika nanti kamu benar-benar berada di rumahnya. Mungkin panas dinginnya hampir sama ketika menghadapi ujian pendadaran dengan dosen super killer sejagat raya.

4. Kamu adalah pacar pertamanya. Ada rasa takut kalau dirimu tak bisa memenuhi ekspektasi kedua orangtuanya

Takut nggak sesuai harapan bapak dan ibumu via www.indiaearl.com

Pacarmu sekarang bukan tipe pemain lama yang punya banyak daftar mantan. Dia adalah pribadi sederhana, yang akhirnya melabuhkan hatinya kepadamu setelah sekian lama. Iya, kamu adalah pacar pertama dari pribadi yang satu ini. Pribadi yang kerap mengundangmu berkunjung ke rumahnya, tapi selalu kamu jawab dengan nanti saja. Di dalam lubuk hatimu, penolakan halus itu punya makna. Kamu belum siap bertemu dengan kedua orangtuanya. Ada rasa takut kalau saja kamu tidak memenuhi ekspektasi bapak dan ibu pacarmu tentang sosok pendamping.

5. Menurut pacarmu, kedua orangtuanya suka ngobrol basa-basi. Padahal hal itu susah sekali kamu lakoni

Duh, harus ngomong apa ya? via www.indiaearl.com

Yang, besok main ke rumah ya? Nggak perlu takut-takut gitu. Asal banyakin basa-basi aja~

Di kantor, kamu dijuluki si bisa apa saja. Atasan sampai heran dengan kemampuanmu yang satu ini. Tapi kamu si bisa apa saja ini selalu ciut saat diundang datang ke rumah pacarmu. Kamu memang hampir bisa melakukan apa saja, dari perihal benerin printer kantor yang macet sampai lobbying client. Tapi perihal basa basi, kemampuanmu nol sekali. Mendengar orangtua pacarmu suka ngobrol basa basi, keberanianmu pelan-pelan menguap. Pikiran duh, apa ya yang harus diomongin nanti?selalu buatmu sungkan untuk cepat-cepat mengiyakan ajakan pacar.

6. Kamu belum siap jika ditanya kapan akan menikahi anaknya. Mau jawab jujur tapi takut menyinggung perasaan mereka

Belum siap kalau ditanya ‘hal itu’ via www.indiaearl.com

Kamu dan dia memang udah cukup lama pacaran. Niat untuk menikah sih ada, tapi belum tahu kapan pelaksanaannya. Inilah yang menjadi ketakutan terbesarmu saat akan bertemu orangtua pacar. Kamu takut di tengah-tengah obrolan, mereka main tembak pertanyaan ini. Mau menjawab jujur, tapi takut orangtuanya sakit hati karena dinilai tak serius dengan anaknya. Tapi jika mengiyakan, kamu belum yakin kapan pastinya.

Hal-hal di atas memang bikin semangatmu bertamu kendur. Tapi atas nama sayang dan ingin terus bersama pacar, kamu tak boleh mundur. Bulatkan tekad, pupuk niat. Kalau niatmu baik, segarang apapun orangtuanya, pasti akan luluh sendiri. Perihal perbedaan latar belakang dan jabatan, abaikan dulu saja. Toh ini kesempatan pertamamu untuk unjuk gigi. Gunakan sebaik-baiknya agar perbedaan yang ada kalah dengan niat baikmu ke mereka.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya