Menjalani hubungan pacaran memang tak ada rumus khususnya. Kalian hanya perlu saling menjaga komunikasi dan perasaan, manusiawi sekali kan? Dan kayaknya setiap orang memang harus berkomunikasi dengan baik tanpa mengundang kemarahan salah satu pihak. Salah satu masalah yang sering datang dalam hidup adalah soal kesiapan menghadapi risiko. Kadang di luar hubungan percintaan misalnya, orang-orang bisa saja tenggelam dalam masalah yang menyedihkan hanya karena nggak bisa membaca risiko yang akan datang.

Sama dengan hubungan kalian yang memasuki tahun ke dua masa pacaran. Setahun telah lewat, kamu dan pasangan pun sukses menciptakan berbagai hal indah yang dilalui bersama-sama. Tetapi, semua berubah ketika memasuki tahun ke dua. Ada kalanya masalah yang datang lebih banyak dan sulit. Kamu dan dia hanya bisa bertahan menjaga hubungan ini tetap jalan sedangkan kenikmatannya nggak bisa dirasakan. Krisis ini bisa dilawan andaikan kamu paham risikonya dari awal.

1. Menjelang dua tahun rasa jenuh semakin menjadi-jadi, sebenarnya itu bukan hal perlu dihindari

Awas jangan sampai dia bosan via unsplash.com

Kejenuhan adalah hal biasa dirasakan manusia karena memang adanya rutinitas. Sementara kejenuhan jadi salah satu masalah serius dalam hubungan berpacaran. Entah dari komunikasi seperti chat isinya lebih banyak tanya sudah makan atau belum. Bisa juga dari kegiatan rutin kalian yang kalau kencan paling cuma jalan-jalan dan nongkrong di kedai kopi langganan. Awal pacaran hingga fase satu tahun semua itu memang masih biasa. Tapi memasuki dua tahun masa pacaran sebaiknya kalian harus siap dengan risiko jenuh, dan berusaha mencari solusi terbaiknya.

2. Penting untuk saling mengerti harapan dan impian, karena bagaimanapun kalian punya cita-cita pribadi

Harus saling mengerti kalau satu sama lain punya cita-cita via unsplash.com

Advertisement

Umur bertambah seiring bertambahnya umur hubungan kalian. Masing-masing dari kalian mulai direpotkan oleh harapan dan cita-cita. Kamu mestinya paham hal ini dan jangan mempermasalahkan keputusan masing-masing, atau salah satu memang harus mengalah. Bayangkan kalau sama-sama keras dan lupa untuk memberi dukungan. Pacaran seperti ini justru tak sehat kalau terus dijalani.

3. Kalau memang serius, kenalkan ke keluarga. Karena biasanya di masa ini masalah datang dari ketakutan kalau hubungan cuma main-main saja

Saling mengenal keluarga via unsplash.com

Biasanya kamu akan merasa khawatir, usia dua tahun pacaran membuatmu merasa kalau hubungan ini harus benar-benar diiseriusi. Daripada kamu takut akan ketidakjelasan hubungan ini di masa depan, maka sudah sewajarnya meminta restu ke orangtua. Bukan restu nikah, yang penting orangtua kalian sudah paham kalau kamu dan dia sedang proses penjajakan alias pacaran dan butuh dukungan moral.

4. Suasana yang beda dengan pertama pacaran aslinya wajar, hanya saja pikiranmu kadang berpikir macam-macam dan berlebihan

Jangan berburuk sangka dulu via unsplash.com

Advertisement

Kadang sikapnya berubah banget dibandingkan di masa awal pacaran jadi masalah buatmu. Jangan perpanjang masalah ini, hentikan curigamu dan berpikir positif. Pasangan yang sudah nyaman dan percaya pasti nggak mudah cemburu apalagi posesif. Jadi hubungan kalian tambah nyaman di usia dua tahun ini dengan rasa saling percaya.

5. Kalau sudah datang kebosanan seperti ini usahakan saling mengingatkan kalau rasa bosan pasti berlalu dan nggak perlu putus

Bosan itu siklus via unsplash.com

Kebosanan pasti berlalu. Sebab bosan ibarat cuaca yang pasti sesekali datang, tapi akan reda pada watunya. Sementara kalian butuh kedewasaan untuk menghadapi badai kebosanan itu. Intinya jangan sampai kebosanan memicu masalah yang lebih serius dan membahayakan hubungan kalian. Pikirkan baik-baik, jangan gegabah mengambil keputusan ya.

6. Mulai berpikir realistis, kadang masalah-masalah datang karena salah satu nggak bisa bersikap dewasa di dalam hubungan

Mesti seimbang deh, jaga kedewasaan via unsplash.com

Mungkin di masa awal pacaran banyak banget harapan-harapan yang super imajinatif. Mulai sekarang cobalah untuk berpikir yang realistis. Jangan timpang, kedewasaan dalam hubungan harus dipupuk bersama. Kemandirian harus diajarkan, jangan berat sebelah mulailah kurangi manja-manjaan biar sama-sama bisa bersikap dewasa.

7. Kalau setahun belakangan cuma mikir senang-senang, di tahun kedua pacaran kalian akan meributkan soal penghasilan dan masa depan

Mulai sadar akan pekerjaan deh via unsplash.com

Senang-senang nggak ada salahnya, menghibur diri juga sah-sah saja. Tapi ada yang perlu diperhatikan, ini masalah yang agak pelik dalam hubungan khususnya di masa depan. Kamu dan pasangan jangan melupakan untuk mencari penghasilan, semakin kamu berusaha mencari pemasukan keuangan maka semakin jelas juga masa depan hubunganmu. Walau bagaimanapun di masa depan banyak hal yang perlu diselesaikan dengan uang, toh belajar mengelola keuangan juga bisa kamu lakukan walau masih sebatas pacaran.

Dalam sebuah hubungan pasti ada naik turun dan berubah-ubah. Kadang semuanya lancar dan enak dijalani, tapi semakin bertambahnya usia kadang satu sama lain mengalami masalah dan membawanya dalam hubungan. Kamu dan pasangan perlu paham soal risiko ini dari awal, jangan sampai memasuki umur hubungan yang semakin tua kalian lalai dan melupakan risiko. Kalau kamu lupa bisa berbahaya, bisa saja kamu kaget dan nggak siap untuk melanjutkan hubungan. Ada baiknya menanyakan hal ini ke teman-temanmu yang sudah paham akan segala hal dalam hubungan yang sudah berumur. Semangat dan tetap optimis ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya