6 Cara Menjadi Bucin yang Elegan. Sayang Banget Boleh Saja, tapi Nggak Gitu Caranya

Bucin yang elegan

BUCIN. Kalau mendengar kata itu, sebuah konotasi negatif pasti terlintas di kepala. Lalu terbayang sosok yang lagi jatuh cinta sedalam-dalamnya, sampai menipiskan nalarnya. Di suruh ini dan itu mau-mau saja, 24/7 kerjaannya cuma ngintilin sang pacar saja sampai rusak semua bentuk sosialisasi yang dipunya sebelumnya. Bucin banget deh pokoknya. Tapi yang namanya sayang, wajar dong kalau kita selalu berhasrat ingin membahagiakan?

Advertisement

Well, bucin alias budak cinta memang bukan hal yang baik untuk dilakukan. Namun, bila kamu nggak bisa menghindari hal itu, maka jadilah bucin yang elegan. Memang bisa? Bisa, meski cintamu begitu menggelora dan seolah nggak bisa hidup tanpa dia, coba deh arahkan bucinmu dengan hal-hal ini. Biar tetap wajar dan nggak merugikan dirimu sendiri.

1. Tetap mengingatkan saat dia melakukan kesalahan. Kalau memang sayang nggak seharusnya kamu biarkan dia terjebak di hal-hal buruk ‘bukan?

Mengingatkan saat dia salah (photo by Roberto Nickson) via www.pexels.com

Kalau sudah sayang, mata seperti mendadak buta. Kesalahan demi kesalahan dimaklumi, yang jelek-jelek nggak kelihatan. Pun saat si pacar melakukan sesuatu yang kurang tepat, rasanya terlalu sayang untuk menegur atau mengingatkannya. Namun, jangan lupa kalau benar-benar cinta seharusnya kamu nggak membiarkan dia melakukan kesalahan, terjerat di hal-hal yang merusak, atau apa pun yang berpotensi merugikan dirinya sendiri. Sayangmu justru diuji di sini. Karena kalau kamu benar-benar menyayanginya, kamu pasti ingin dia lebih baik lagi.

2. Buat dia bangga dengan prestasi yang kamu punya. Plus, kamu menambah kualitas dirimu sendiri juga

buat dia bangga padamu (photo by Eduardo Dutra) via www.pexels.com

Selain ingin membuatnya bahagia, mencintai seseorang juga membuat kita ingin membuatnya bangga. Kan senang kalau bisa menjadi seseorang yang bisa dia bawa ke mana-mana dengan rasa bangga. Karenanya, kamu bisa membanggakannya dengan prestasi-prestasi yang kamu punya. Cintamu yang menggelora itu seharusnya nggak jadi alasan untuk malas-malasan karena kamu semangatnya cuma buat pacaran. Seharusnya, itu bisa jadi motivasi untuk kerja keras mengejar mimpi dan berprestasi. Selain bikin dia bangga, bonusnya kamu sendiri juga kan yang diuntungkan?

Advertisement

3. Buat dirimu pantas dan layak untuk bersamanya dengan menunjukkan bahwa kamu keren juga. Pertama-tama, gali lagi potensi dirimu apa

Buat dirimu layak untuknya (photo by Tan Dahn) via www.pexels.com

Di matamu, dia itu keren, hebat, gilang-gemilang, dan bercahaya. Pokoknya kamu merasa beruntung banget karena Tuhan mengirimkan dia untukmu. Okelah, di sini jiwa bucinmu sudah sangat terdeteksi. Tapi, apakah kamu nggak ingin menjadi sosok yang sepadan dengannya? Yang sama keren, hebat, gilang-gemilang, dan bercahaya seperti dirinya? Sehingga kamu “pantas” berdiri di sisinya?

Ya mungkin kesuksesannya nggak bisa kamu ikuti sepenuhnya. Karena bagaimanapun kamu nggak bisa melakukan hal-hal yang bisa dia lakukan. Tapi bukankah setiap orang bisa menjadi keren dengan potensi masing-masing? Jadi, yang harus kamu lakukan adalah menggali lebih dalam tentang dirimu sendiri. Apa sih potensimu? Setelah ketemu, kamu bisa memaksimalkan itu dan menjadikan dirimu bersinar seperti dirinya.

4. Melakukan hal-hal positif dan bermanfaat saat kencan. Maklumlah namanya juga bucin, inginnya selalu berduaan

Advertisement

melakukan kencan yang bermanfaat (photo by Frank McKenna) via unsplash.com

Salah satu tanda bucin adalah kesibukan yang meningkat pesat. Sibuk pacaran, maksudnya. Kamu jadi jarang menghabiskan waktu dengan keluarga, apalagi nongkrong sama teman-teman. Memang sih, jiwa bucinmu memang mendamba kebersamaan terus-terusan dengannya. Tapi bukan berarti ini nggak bisa diarahkan ke hal positif kok.

Misalnya dengan cara membuat agenda kencan-kencan yang bermanfaat, seperti: melakukan hobi bersama-sama, hunting buku, diskusi tentang hal-hal yang bermanfaat, menghadiri seminar-seminar pendidikan, melakukan kegiatan sosial, mengajar anak jalanan, atau merancang bisnis. Daripada setiap berduaan cuma mesra-mesraan doang, memangnya nggak bosan?

5. Bekerja lebih rajin dan belajar soal financial planning saat kamu ingin membelikannya hadiah namun keuanganmu sendiri goyah

Berusaha lebih keras supaya bisa memberinya hadiah (photo by freestock.org) via www.pexels.com

Tanda-tanda bucin lainnya adalah “mau-mau saja beliin ini dan itu ke pasangan padahal lagi bokek”. Sebenarnya, mengesampingkan fakta kamu memang menyiksa diri, perasaan ingin menyenangkan pasangan dengan memberikan hadiah ini dan itu bagi orang yang jatuh cinta itu wajar kok. Pun rasa nggak mau pasangan tahu kesulitan finansialmu.

Tapi, keinginannmu ini bisa jadi tonggak untuk perbaikan finansialmu lho. Karena kalau kamu ingin memberi hadiah untuk si kesayangan, sebaiknya kamu pastikan finansialmu stabil dulu. Kamu bisa mulai belajar financial planning yang benar. Kamu juga bisa bekerja lebih keras lagi agar pemasukanmu lebih banyak.

6. Saat dia sedang sibuk, saat itu hatimu terasa cemburu dan tersisihkan. Sibukkan dirimu supaya kamu nggak tergoda untuk cari perhatian

Sibukkan dirimu (photo by StartupStockPhotos) via pixabay.com

Karena kamu memusatkan dia sebagai duniamu, kamu juga ingin dia melakukan hal yang sama. Tapi kadang-kadang kesibukannya nggak bisa ditunda. Kadang dia seharian nggak sempat pegang HP apalagi membalas pesan. Sebenarnya kamu pun kelabakan dan merasa kesepian. Rasanya kamu seperti diduakan dengan pekerjaan. Tapi, ketimbang galau terus lebih baik kamu mencari kesibukan lain supaya nggak kepikiran terus, caper terus, dan jadinya dia malah ilfil.

Idealnya kita memang nggak menjadi bucin. Karena mencintai terlalu dalam dalam hubungan itu juga bisa merugikan. Bisa-bisa kamu mengorbankan diri sendiri demi menyenangkannya. Salah satu cara agar nggak terperosok ke jurang bucin adalah dengan mencintai diri sendiri. Namun, bila menjadi bucin itu nggak bisa dihindari, jadilah bucin yang elegan, ya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE