“Ji, lu ngapain masih temenan sama Hanny?”
“Ya nggak papa. Temenan sama mantan nggak dosa, kan?”
“Iya sih… Tapi kan tetep aja nggak enak”
“Nggak juga, ah… Yang penting tahu batasan aja”

Ketika kata putus terucap dan diamini oleh kedua belah pihak, hubungan yang sedari dulu dijaga akan kandas di tengah jalan. Kamu dan dia yang pernah berbagi kisah berdua, kini berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan keinginan pribadi. Kata orang, meski putus tapi hubungan baik tetap harus dijaga. Mau tetap menjaga hubungan baik dengan mantan, katanya memang menunjukkan kedewasaan.

Namun dibalik itu, perasaan canggung pasti kamu rasa. Untuk itu, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kamu yang berteman dengan mantan tetap harus mengikuti batasan-batasan.

1. Demi kebaikanmu sendiri, batasi intensitas komunikasi. Kalau keseringan bisa bikin baper sendiri

Ujung-ujungnya baper sendiri via www.femalepains.com

Komunikasi menjadi hal yang wajib kamu perhatikan setelah putus dari pasangan. Niatanmu untuk menjalin hubungan baik patut diapresiasi. Hanya saja kamu tetap wajib membatasi intensitas komunikasi. Chatting atau telpon yang terlalu sering dengan mantan hanya akan menimbulkan dampak negatif. Bisa jadi ia hanya akan membuatmu teringat akan kenangan-kenangan kalian yang malah bikin kamu baper sendiri. Gimana mau move on kalau gitu caranya?

2. Kalau sudah resmi jadi mantan, batasi topik obrolan dan tindakan kalian agar tak ada hati yang merasa tersakiti

Advertisement

Mulai batasi obrolan dengan mantan via favim.com

Saat sudah menjadi mantan, perubahan sikapmu ke dia juga mesti dilakukan. Membatasi topik obrolan dengan mantan sangat perlu dilakukan. Hal ini menjaga agar kisah lama yang sudah terkubur tak akan pernah terungkit lagi. Ketika kamu memutuskan mengakhiri hubungan dengan dia, artinya kamu juga harus siap mengubur semua kenangan yang terajut bersama dia dulu. Kembali berteman dengan mantan bukan berarti kamu bisa bertingkah seperti saat masih bersama dia. Bersikap seperlunya saja, agar luka lama tak hadir kembali.

3. Saat luka lama masih belum sepenuhnya hilang, menjaga jarak tak salah jika dilakukan

Salah satu aturan yang wajib kamu taati agar pertemananmu dengan mantan bisa berjalan dengan dewasa adalah kalian harus saling menjaga perasaan. Sebisa mungkin jangan pernah mengungkit luka lama saat kalian tengah ngobrol berdua. Mengungkit luka lama dengan tujuan apapun hanya akan membuat hubungan kalian semakin runyam. Pada akhirnya jika pikiran kalian masih belum tenang, lebih baik menjaga jarak terlebih dahulu. Cara ini bisa ampuh untuk menata perasaanmu kembali.

4. Kamu dan dia memang masih berteman baik, tapi nggak perlu masih memberi hadiah saat hari spesialnya. Ini hanya akan memberikan sinyal yang salah

Dikira ngirim sinyal yang salah~ via www.pinterest.com

Memang sih tak ada salahnya bagi seorang teman untuk memberi hadiah saat ada hari spesial. Namun mau bagaimanapun kamu berargumen, kamu dan dia tak akan pernah jadi sekadar teman. Kalian sudah jadi mantan. Memberinya kado saat ulang tahun atau hari spesial lain hanya akan memberi sinyal yang salah. Entah kamu dianggap masih cinta atau anggapan lainnya. Terlepas dari itu, hubungan kalian sudah berakhir. Belum tentu juga dia akan berbuat yang sama untukmu.

5. Saat udah putus, mengajaknya pergi berdua hanya akan menjadi tindakan yang kamu sesali. Cukup batasi diri dengan tahu keadaannya saja

Ngajak jalan mantan itu sebuah kesalahan via s3.amazonaws.com

Sepanjang kalian masih jadian, sudah banyak kenangan kalian saat jalan berdua. Mengajaknya kembali jalan setelah status kalian berubah jadi mantan adalah kesalahan. Mau tak mau, jalan berdua dengan mantan akan memunculkan kembali kenangan-kenangan lama yang meski memang manis, namun berakhir tragis dengan kandasnya hubungan kalian. Pada akhirnya, niatan agar bisa biasa dan bahagia jalan sama mantan hanya akan membuatmu menangis karena ditampar kenyataan bahwa kalian sudah selesai.

Karena memang butuh lebih dari sekadar niatan untuk bisa kembali berteman dengan mantan, menjalaninya tak akan semudah yang kamu bayangkan. Lebih dari sekadar niat, kamu butuh kedewasaan agar tahu batasan-batasan mana yang boleh dan tidak dilakukan saat kamu memutuskan untuk berteman dengan mantan. Kedewasaan dalam berteman dengan mantan itu justru terlihat dari bagaimana kamu membuat batasan-batasan.