Beberapa waktu yang lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) mengumumkan maskot resmi Asian Games 2018 yang bernama ‘Drawa’. Namun Drawa tidak disambut dengan baik oleh publik karena dianggap “terlalu biasa aja”.

Kreavi, sebuah jejaring kreatif Indonesia, berinisiatif menggelar kompetisi rancang ulang maskot Asian Games 2018. Kompetisi yang diadakan dari tanggal 3 Januari sampai 3 Februari 2016 ini berhasil menjaring 345 karya dari berbagai daerah di Indonesia seperti Papua, Lampung, Malang, Medan, Bandung, Bantul, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Bali, Banten, Gresik, Banyuwangi, DKI Jakarta dll. Dari ratusan karya tersebut, Kreavi menyaring 20 karya terbaik, yang kemudian diseleksi menjadi 10 besar oleh dewan juri. 10 karya pilihan juri tersebut kemudian akan di-voting oleh publik pada tanggal 6-11 Februari 2016 di sini untuk menentukan maskot terbaik versi RE-DRAW-A-MASCOT. 

10 maskot terpilih itu antara lain :

 

 

1. SEMANGAT DARI PAPUA, Amirul hhf (Surakarta, Jawa Tengah)

SEMANGAT DARI PAPUA

SEMANGAT DARI PAPUA via https://www.facebook.com

Drawa adalah burung cendrawasih dari papua, maskot ini mewakili icon sifat yang harus dimiliki oleh atlet, genggaman tangan menunjukkan kemantapan dan semangat, dada yang membusung mengartikan kebanggaan yang di miliki untuk mewakili nama bangsa, senyuman dan raut muka mewakili keseriusan, rendah hati dan lapang dada, dibalut dengan kostum yang mewakili pakaian adat papua sebagaimana tempat asal Drawa

2. DRAWA SI CENDRAWASIH, Andy Liong (DKI Jakarta)

DRAWA SI CENDRAWASIH

DRAWA SI CENDRAWASIH via https://www.facebook.com

Drawa merupakan maskot yang ceria dan atletik keceriaanya ditunjukan dari ekpresinya yang tersenyum dan bersemangat. Drawa juga dibuat menyerupai proporsi manusia yang atletis dan lincah. Seragam olahraga dan mendali menjadi lambang olahraga.

Warna drawa diambil dari warna burung cendrawasih yang dinaikan saturasinya. Pendekatan visual yang dipakai memakai gaya kartun modern yang mudah disukai oleh kalangan muda.

3. DRAWA SANG JUARA, Daud Budi Surya Nugraha (Bandung, Jawa Barat)

DRAWA SANG JUARA

DRAWA SANG JUARA via https://www.facebook.com

Maskot ini menampilkan Drawa sang burung cendrawasih tanpa atribut apapun selain keindahan alami sang burung surgawi selain melambangkan keindahan alam Indonesia (bumi, air, udara) sebagai tuan rumah, juga merupakan simbol ketulusan dalam menyelenggarakan Asian Games yang bersih dan sportif.

Postur Drawa yang tegap dengan tangan yang besar menggambarkan kebanggaan akan setiap potensi bangsa serta semangat dan daya juang yang tinggi. Drawa tidak hanya akan memeriahkan Asian Games 2018, namun juga membawa pesan untuk setiap pesertanya untuk selalu bersemangat untuk bekerja. Ayo kerja untuk jadi juara!

4. DRAWA, Dony Suwandi (DKI Jakarta)

Design ini dibuat sedemikan rupa untuk mewakili sifat sportifitas pada kegiatan olahraga international. Bentuk badan dibuat atletis, agar tampak kuat dan profesional. Wajah tersenyum untuk memberi kesan ramah. Pose bermain bola, karena bola identik dengan cabang olahraga pada umumnya. Bentuk maskot tidak terlalu rumit untuk memberi kesan lebih bersahabat. Terdapat medali emas berlambangkan huruf "i" yang berarti diharapkan Indonesia banyak menjuarai berbagai cabang olahraga tersebut. Warna maskot dari referensi warna burung cendrawasih pada umumnya tapi disesuaikan agar lebih mudah diaplikasikan ke berbagai media seperti media cetak dan digital.

5. DRAWA, Hana Phanggestu (Pontianak, Kalimantan Barat)

Re-draw Maskot Cendrawasih untuk Asian Games 2018. Ide awal dari design maskot ini adalah burung yang lincah dan ceria. Burung cendrawasih terkenal akan tariannya, dimana mereka akan merenggangkan sayap sayap mereka untuk menarik perhatian pasangannya. Di maskot ini, sang burung cendrawasih meregangkan sayapnya yang lebar, menyimbolkan tanah Indonesia yang luas.

Jempolnya diangkat sebagai tanda penyemangat untuk meraih kemenangan, Selain itu, jarinya juga dapat terlihat sebagai penunjuk angka 1, untuk mengingatkan bahwa meskipun negara Asia bersaing untuk menang, kita tetap sebagai satu kesatuan benua. Di bagian ekornya diberi warna merah, sebagai kontrast warna, juga sebagai penanda bendera Indonesia, Merah Putih Maskot ini di-design simple dan modern untuk lebih menarik perhatian kawula muda.

6. DRAWA, Hendi Setiawan Santoso (Surabaya, Jawa Timur)

Alternatif Maskot Asian Games 2018 DRAWA by Hendy Setiawan, Surabaya menggunakan burung cenderawasih muda yang aktif, sehat dan ceria sebagai penggambaran maskot. Drawa yang berjiwa muda tertantang untuk jago dalam segala cabang olahraga yang diperlombakan. Tidak lupa Drawa muda ini memakai kain songket di pinggulnya untuk menunjukkan identitas khas Palembang Indonesia.

7. DRAWA KEKAR, Lutfi Herdiansyah (Yogyakarta, DIY)

DRAWA KEKAR

DRAWA KEKAR via https://www.facebook.com

Sosok cendrawasih energik dan penuh semangat Pribadinya yang periang selalu menghibur orang-orang disekelilingnya Berkalung medali sebagai tanda bahwa dia adalah sang juara sejati.

8. DRAWAA, Papang J. Pangketepang (Malang, Jawa Timur)

Cendrawasih dikenal oleh benua Eropa pada masa yang sangat lampau, selampau sejarah pulau rempah dari timur, Maluku. Penjelajahan samudra yang terkenal dan bersejarah, tak lain adalah karena daya pikat dan pesona dari rempah-rempah dan Cendrawasih, burung dari surga, burung dari Indonesia. Burung Cendrawasih telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia bahkan sebelum bangsa ini lahir. Atas dasar inilah saya memfokuskan desain pada keindahan burung Cendrawasih itu sendiri.

Desain maskot Drawaa dibuat dengan ekspresi periang, dengan mata besar untuk memudahkan penyampaian ekspresi. Gestur dan ekspresinya yang ramah membuatnya "approachable", dapat diterima oleh siapa saja. Jambul merah, ditambahkan sebagai karakter khusus dari Drawa, yang secara filosofis melambangkan keberanian atlet-atlet kita. Anatomi, desain simple, warna flat vector, telah didesain sedemikian rupa untuk dapat diaplikasikan ke dalam berbagai medium promosi/merchandise. Inilah Drawaa, Cendrawasih yang Pemberani.

 

9. DRAWA, Rahedie Yudha Pradito (DKI Jakarta)

Konsepnya adalah sebuah karakter yang ceria ramah dan energetik, terlihat dari gestur badannya yang dinamis dengan ekspresi wajah yang ceria. Sarung yang ia kenakan merupakan adaptasi dari pakaian adat masyarakat palembang dengan batiknya yang khas.

Anatominya mengadaptasi dari anatomi manusia & burung yang memungkinkan untuk maskot ini mudah diaplikasikan dalam penggunaan berbagai media dengan tidak meninggalkan ciri khas dari anatomi burung itu sendiri. Pose aksi yang ditampilkan adalah pose penyambutan atau selamat datang dimana ia sedang menyapa para delegasi dari negara-negara peserta asian games 2018.

10. ARUNA & ARJUNA, Yudianto Rahardjo (Surabaya, Jawa Timur)

ARUNA & ARJUNA

ARUNA & ARJUNA via https://www.facebook.com

Arti nama Aruna dan Arjuna; Nama maskot diambil dari Bahasa Sanskerta, Aruna berarti merah, sedangkan Arjuna berarti putih seperti bendera Bangsa Indonesia, Sang Saka Merah Putih. Filosofi api dan angun; Aruna mempunyai elemen api, menggambarkan keberanian, ambisi, semangat, & kerja keras. Arjuna ber-elemen angin, menggambarkan kebebasan & kreativitas. Api & angin adalah elemen yg saling mendukung, api yang diterpa angin akan semakin membara, kerja keras penuh ambisi akan mencapai kesuksesan besar jika disertai dengan kreativitas.

Bentuk tubuh; Aruna berbadan kekar untuk melambangkan kekuatan, sedangkan Arjuna berbadan ramping, melambangkan kecepatan. Mengapa memakai dua maskot? Dua maskot yang berbeda sifat & karakteristik ini untuk melambangkan 2 kota yang menyelenggarakan Asian Games 2018, yaitu; Jakarta & Palembang. Jakarta (Kota terbesar, infrastruktur yang maju, masyarakat yang modern), Palembang (Salah 1 kota tertua di Indonesia, kota terbesar ke-7, masyarakat yang lebih tradisional)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya